Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pj.Bupati Herman Bersama Ketum PW KBB Dato’ Natawarga Laksana H.Syamsuddin Uti Hadiri Silaturahmi dan Halal Bihalal PD KBB Inhil

53
×

Pj.Bupati Herman Bersama Ketum PW KBB Dato’ Natawarga Laksana H.Syamsuddin Uti Hadiri Silaturahmi dan Halal Bihalal PD KBB Inhil

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Inhil, Kompas 1 Net- Untuk mempererat tapi silaturahmi seluruh suku Banjar di Kabupaten Indragiri Hilir, bertempat di Aula Hotel TOP 5 sabtu (27/4/2024) malam, Pengurus Daerah (PD) Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) menggelar halal bihalal dan silaturahmi bersama Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Banjar Riau (HIPPMABARI) sekaligus khatam Al-Qur’an.

Kegiatan ini turut dihadiri Pj.Bupati Herman, Wakil Sekretaris Pengurus KBB Pusat Indrawansyah Syorkawi, Ketua Umum PW KBB Riau Dato’ Natawarga Laksana H.Syamsuddin Uti bersama Ketua IWBBRI Hj.Laila Fitriana SE.MM, Ketua KBB Provinsi Kepri, beserta pengurus pengurus, Ketum PD KBB Inhil Julaq Aqil, S.Ag beserta pengurus.

Pada malam ini juga diisi tausiah oleh Ustadz Surya As’ad juga dilaksanakan pemotongan tumpeng Milad KBB Provinsi Riau Ke-11

Dalam sambutannya, Ketum PW KBB Riau H.Syamauddin Uti mengucapkan terimakasih atas kehadiran kita semua.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran kita kepengurusan KBB terus berkembang”. Ungkap Abah SU yang pernah menjabat Wakil Bupati di masanya.

Untuk itu, diharapkan dengan adanya kegiatan ini semoga KBB, IWABRI, HIMPPMABARI bisa berjalan dengan lancar

Untuk itu, diharapkan Masyarakat Banjar yang ada di Provinsi Riau khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir untuk selalu menjaga kekompakan. Kita rukun

Sementara itu, Pj.Bupati Herman pada kesempatan ini mengatakan, pada malam ini sedikit bernostalgia dengan kehadiran kita semua. Tidak terasa KBB Riau sudah berumur 11 tahun

Untuk itu, dengan acara ini merupakan kesempatan saling bermaaf-maafan dengan saling bersilaturahmi.

Beliau menambahkan, Kita patut bersyukur orang Banjar di Inhil sudah memberikan dan ikut berkontribusi dalam pembangun Inhil. Untuk itu, hari ini Masyarakat Banjar harus membuktikan dengan terus menjaga kekompakan sehingga tujuan kita tercapai.

 

 


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.