Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Atasi Banjir, DLH Rohil Normalisasi Saluran Air Pelabuhan Baru Ke SMA Negeri 2

32
×

Atasi Banjir, DLH Rohil Normalisasi Saluran Air Pelabuhan Baru Ke SMA Negeri 2

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net- Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas lingkungan hidup Rohil terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi banjir yang terjadi di Bagan siapi-api dan sekitarnya, dalam upaya tersebut, Dinas lingkungan hidup Rohil yang di pimpin Suwandi melakukan aksi nyata dengan melakukan Normalisasi saluran air mulai dari pelabuhan baru menuju SMA negeri 2 Bangko.

” Kami dari Dinas lingkungan hidup kabupaten Rokan Hilir melalui Tim Satgas yang berjumlah sebanyak 60 orang, dalam satu Minggu ini sedang melakukan upaya- upaya dalam hal mengurangi debit air yang ada di pelabuhan baru dan sekitarnya,” Kata Suwandi SSos Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rohil, Sabtu (21/10/2023).

Lanjut Suwandi, Kemaren kami juga sudah melakukan kerjasama dengan Dinas PU dan BPBD. PU sedang menggali normalisasi saluran dari pelabuhan baru menuju SMA Negeri 2, dimana dalam dua tiga hari ini kami sedang melakukan upaya pembersihan alternatif lain untuk  normalisasi aliran air ini mulai dari pelabuhan baru menuju ke jalan Baik baik.

” Tadi kami juga sudah menurunkan alat berat  berupa Beko mini untuk melakukan normalisasi sungai garam , karena kita tau sungai garam itu adalah salah satu sumber aliran air  kota, baik itu dari gajah mada, jalan Baik baik, kemudian  dijalan tugu, jalan selamat, jalan bahagia dan sebagainya  sehingga kami lakukan pendalaman dengan normalisasi hingga sampai ke SMA negeri 2, Mudah mudahan dengan normalisasi yang kami lakukan ini, debit air yang ada dilokasi sini dan juga di tempat tempat yang lainnya lebih berkurang dari yang ada pada saat ini,” Ucap Suwandi.

Disamping itu, Suwandi juga meminta peran serta masyarakat dalam mengatasi permasalahan banjir agar tidak terjadi lagi dengan cara menjaga lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan. ” Karena Peran serta masyarakat lebih penting menjadi solusi awal, ketika pemerintah juga mempersiapkan solusinya. Mari sama sama kita menjaga lingkungan agar tetap bersih, dan sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan,” Ajak Suwandi.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.