Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Program Dana Bermasa Desa Putri Sembilan, Semenisasi Jalan Makmur

28
×

Program Dana Bermasa Desa Putri Sembilan, Semenisasi Jalan Makmur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rupat Utara, Kompas 1 Net- Pemerintah Desa Putri Sembilan, Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, bangga dengan adanya program Dana Bermasa yang merupakan program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis.

Kucuran dana sebesar Rp 1 Milyar rupiah itu dianggap telah berdampak positif terhadap pembangunan infrastruktur yang ada di Kabupaten Bengkalis khususnya di Desa Putri Sembilan.

Demikian disampaikan oleh Kepala Desa Putri sembilan Suyutno, S.PdI kepada awak media ini, Sabtu 22 Juli 2023.

Atas manfaat yang besar itu, Kades berharap agar pemerintah daerah Bengkalis meneruskan program tersebut, Suyutno Optimis dengan anggaran yang diberikan kepada setiap Desa tersebut percepatan pencapaian visi dan misi Kabupaten Bengkalis dapat terwujud.

Berharap Program Bermasa tersebut terus berjalan dan terus dilaksanakan untuk terwujudnya cita – cita bersama yaitu Desa yang mandiri, Bermarwah, Maju dan Sejahtera sesuai dengan visi Pemerintah Kabupaten Bengkalis,” harapan Kades Putri Sembilan.

Ia juga mengatakan telah memulai program Bermasa di Desa yang dipimpinnya itu dengan berbagai Pembangunan Infrastruktur.

“Salah satunya saat ini untuk meningkatkan akses transportasi warga, kita telah membangun semenisasi jalan Makmur, di Dusun Parit Baru, sepanjang 95 meter dengan Volume 2,2m x 0.15m yang saat ini telah selesai dilaksanakan, dan menggunakan pagu anggaran Dana Bermasa sebesar 97.744.000, ujar kades.

“Atas nama Pemdes Putri Sembilan, kami mengucapkan terimakasih kepada Bupati Bengkalis Kasmarni S.Sos M.Pd dan Wakil Bupati Bagus Santoso. Dengan program unggulan pemkab Bengkalis Dana Bermasa telah mewujudkan pembangunan hingga ke pelosok Desa, tentunya hal ini sangat bermanfaat bagi kemajuan desa dan masyarakat khususnya di Desa kami,” Tutupnya.

 

Indra.s


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.