Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Wabup Rohil Ikuti RUPS Tahunan 2022 dan RUPS Luar Biasa di Kantor Bank Riau-Kepri Pekanbaru

48
×

Wabup Rohil Ikuti RUPS Tahunan 2022 dan RUPS Luar Biasa di Kantor Bank Riau-Kepri Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pekanbaru, Kompas 1 Net – Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil) H. Sulaiman.SS,MH mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2022 yang diikuti oleh Gubernur Riau Syamsuar dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Kepala Daerah Kabupaten/kota se-Provinsi Riau dan Kepri.

Acara yang dilaksanakan di Gedung Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Jalan Jenderal Sudirman No. 462 Pekanbaru, Kamis (4/5/2023) siang.

Dalam rapat tersebut, Wabup Rohil memberikan beberapa masukan-masukan kepada Bank Riau Kepri dan mengusulkan bagaimana Deviden bisa di sesuaikan tiap-tiap daerah.

Kemudian lanjutnya, masalah pengadaan ATM di tiap-tiap daerah terutama Kabupaten Rohil agar bisa di tambah dan berharap Bank Riau Kepri menciptakan gebrakan-gebrakan untuk meningkatkan pendapatan yang tentunya berdampak kepada deviden Kabupaten Rohil.

“Kemitraan yang sudah terbangun antara Bank Riau Kepri dengan Pemda Rohil sebagai pemegang saham yang selama ini telah berjalan dan dapat lebih di optimalkan kembali agar memberikan sumbangsih positif dalam proses Pembangunan di Negeri Seribu Kubah”, ujar Wakil Bupati Rohil.

Wabup juga berharap semoga dengan RUPS ini dapat memberikan keputusan yang menguntungkan bagi semua pihak dan kedepan kerja sama antara PT. Bank Riau Kepri dengan Kabupaten Rohil serta meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Rokan Hilir.

“Kedepan kita berupaya untuk meningkatkan hubungan yang baik dengan Bank Riau Kepri dengan penguatan modal sehingga kita semakin kuat dengan memiliki posisi strategis di PT. Bank Riau Kepri ini,” paparnya.

Ikut hadir mendampingi Wakil Bupati Rohil dalam acara tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Rohil Rahmatul Zamri S,Sos.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.