Example floating
Example floating
Banner Infozone
Berita

3 Desa Pulau Rupat Hari Ini Deklarasi Tolak WNA, Secepatnya Kepung Kantor Bupati dan BPN Bengkalis

241
×

3 Desa Pulau Rupat Hari Ini Deklarasi Tolak WNA, Secepatnya Kepung Kantor Bupati dan BPN Bengkalis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bengkalis, Kompas 1 net – Warga Tiga Desa di Pulau Rupat hari ini sampaikan deklarasi tolak Warga Negara Asing yang diduga mencaplok lahan masyarakat. (Ahad, 13/9/26).

Diantara tuntutan masyarakat yang tertera di spanduk antaranya :

“Kepada Presiden RI Prabowo Subianto Kami Warga 3 Desa Pulau Rupat Meminta Selamatkan Pemukiman dan Perkebunan dari klaim pencaplokan lahan oleh warga negara asing.”

Meminta aparat penegak hukum memeriksa lahan atas nama siti azizah lebih 25 hektar wajib HGU. Tegakkan aturan dan lasanakan arahan Gubermur Riau Saleh Djasit, ” pekik warga serentak.

Warga Rupat sudah bulat suara mendesak Chua Chin Heng dideportasi. Sebanyak 1020 orang sudah menanda tangani.

Setelah 16 hari menunggu jawaban pasca aksi demo di kantor camat Rupat 28 Agustus 2026, kini warga sudah tak tahan.

“Tak ada satu orang pun di kantor bupati. Hanya 1 orang staf bupati dan 1 orang staf asisten. Jawaban menunggu pejabat pemkab Pulang umroh. Kan pemkab ini banyak yang bisa ambil keputusan, ‘ ujar Afrizal dengan nada heran.

Rencananya warga Rupat yang tergabung dalam solidaritas 3 Desa akan berlanjut demo mengepung kantor bupati dan BPN Bengkalis.

Cendikiawan Melayu Dr Elviriadi menyebut kejadian Rupat sebagai kuncian politik oligarkhi.

“Sudah mendarah daging di bumi melayu Riau ini, pemodal dengan mudah menaklukkan aparat pemerintah. Tradisi membungkuk pada cuan adalah tabiat asli pejabat Riau. Kalau hanya bersurat dan mengandalkan orang orang dalam pemerintahan niscaya nihil hasilnya.” ucap alumni UKM Malaysia.

Elviriadi yang juga pengurus PP Muhammadiyah itu melihat kekuatan people power ada di Rupat.

“Dengan radius klaim lahan ratusan hektar membuat warga terdampak cukup besar. Inilah justru letak kekuatannya, people power. Apalagi jika dilakukan komunikasi politik dengan legislatif Bengkalis bargaining Rupat menguat, ” simpul putra Meranti itu.

Bupati Bengkalis, tambah dia, harus mengambil langkah strategis. Jika tidak, isu WNA caplok NKRI yang berhembus, dapat menggoncang posisi Kasmarni- Bagus Santoso, ” pungkas ahli lingkungan yang ikhlas gundul demi hutan tropis.**

Redaksi


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Berita

Hari Keenam SAR Selat Sunda: KRI Teluk Gilimanuk-531…