Example floating
Example floating
Berita

Taja Seminar Kebudayaan, Direktur Ruang Publik Syafrul Ardi :  “Riau Sudah Layak Jadi Daerah Istimewa”

81
×

Taja Seminar Kebudayaan, Direktur Ruang Publik Syafrul Ardi :  “Riau Sudah Layak Jadi Daerah Istimewa”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pekanbaru, Kompas 1 net – Aktivis Riau menggelar seminar di Hotel Cempaka Syariah Pekanbaru Riau. Minggu 16 Nopember 2025.

Mengangkat tema Kebudayaan, seminar ini menghadirkan narasumber Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, seorang sastrawan dan budayawan terkemuka dari Melayu Riau serta saat ini menjabat sebagai Ketua Umum DPH LAM Riau.

Example 300x600

Tokoh masyarakat Melayu Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil menyampaikan tentang pentingnya merawat jiwa kebudayaan Melayu di Bumi Lancang Kuning. Ia menegaskan bahwa identitas Melayu Riau bukan hanya sebuah kenangan sejarah, tetapi adalah sebuah realitas historis yang kokoh. Seperti yang terlihat dari adanya peradaban kuno di Candi Muara Takus yang dulunya merupakan pusat spiritual dan perdagangan pada zaman Sriwijaya.

Selain itu, Datuk Seri Taufik menyoroti bahwa kontribusi paling signifikan dari Melayu untuk Indonesia adalah bahasa, di mana dialek Melayu Riau yang sederhana, inklusif, dan komunikatif telah berkembang menjadi Bahasa Indonesia modern yang kini bertindak sebagai pemersatu bangsa.

Dalam menghadapi tantangan modernisasi dan pengaruh budaya luar, Datuk Seri Taufik menegaskan betapa pentingnya peran generasi muda sebagai penerus sah kebudayaan Melayu. Ia menyerukan agar anak-anak muda tidak menjadi pengamat pasif, tetapi berpartisipasi aktif dengan bangga menggunakan bahasa Melayu dalam interaksi sehari-hari, mempelajari dan menjaga situs-situs bersejarah, serta mengintegrasikan nilai-nilai adat Melayu ke dalam ruang-ruang modern, termasuk media sosial dan platform digital.

Selaras dengan pernyataan tersebut, Prof. Junaidi yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Lancang Kuning, dalam presentasi akademiknya pada seminar kebudayaan ini, memberikan kerangka ilmiah yang jelas dan terukur mengenai posisi kebudayaan Melayu dalam pembangunan daerah. Ia menekankan pada dasar filosofis, historis, dan konstitusional yang menguatkan urgensi pelestarian budaya lokal dan menjadikan Riau sebagai Daerah Istimewa Riau (DIR).

Sementara itu, Direktur Ruang Publik, Syafrul Ardi, menekankan bahwa kekayaan sejarah serta kebudayaan Riau seharusnya menempatkan wilayah tersebut pada posisi istimewa. Ia berargumen bahwa peradaban Melayu Riau memiliki fondasi sejarah yang kuat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan identitas nasional, sehingga perjuangan untuk menjadikan Riau sebagai daerah istimewa harus terus diperjuangkan meskipun ada dinamika politik yang terjadi.

Menurut Syafrul, pengakuan keistimewaan bukan sekadar masalah administratif, melainkan penghormatan negara terhadap kontribusi besar Riau dalam sejarah, kebudayaan, dan sumbangannya untuk Indonesia. Dengan demikian, seminar ini berfungsi sebagai platform penting untuk mengevaluasi kembali identitas budaya Melayu serta menguatkan komitmen bersama dalam melindungi, memelihara, dan menghidupkan kembali peradaban Melayu agar tetap relevan dan berkontribusi dalam kehidupan saat ini serta di masa mendatang.

Diskusi ini berjalan hangat, penuh semangat dan motivasi. Dan yang tidak kalah penting adalah kaya ide masa depan Kebudayaan Melayu di Riau.

 

Rls.

Example 300250
Example 120x600