Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pimpin Upacara Harkitnas, Bupati Rohil Sampaikan Amanat Menteri Kominfo

72
×

Pimpin Upacara Harkitnas, Bupati Rohil Sampaikan Amanat Menteri Kominfo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net– Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-115 tahun 2023. Upacara tersebut dipusatkan di depan kantor BPKAD, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Selasa (23/5/2023).

Dalam upacara peringatan Harkitnas yang bertemakan “Semangat Untuk Bangkit ” tersebut, Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP secara langsung bertindak sebagai inspektur upacara dan di hadiri Wabup Rohil H Sulaiman SS MH, anggota DPRD Rohil Hermawan, Wadanramil 01 Bangko Kapten Arh Simson Siregar, Kadiskominfotik Rohil Indra Gunawan SE MH, Kapolsek Bangko Kompol Dedi Susanto SH, para kepala OPD, Kakan Kemenag Rohil H Naini, tokoh masyarakat, OKP dan berbagai unsur lainnya.

Dalam amanat nya, Bupati Rohil Afrizal Sintong membacakan sambutan tertulis Pelaksana tugas (Plt.) Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) Moh. Mahfud MD. Ada beberapa poin penting yang disampaikan Plt Menteri Kominfo RI terutama ajakan untuk memaknai peringatan Harkitnas dalam perjuangan di masa modern.

“Seratus lima belas tahun lalu, pada tanggal 20 Mei 1908, Boedi Oetomo didirikan sebagai lambang persatuan Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan. Gerakan ini menggabungkan berbagai gerakan perjuangan lokal menjadi satu kesatuan yang bertujuan untuk memajukan bangsa Indonesia. Tujuan utama Boedi Oetomo adalah memerdekakan cita-cita kemanusiaan, memajukan nusa dan bangsa, serta mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat di mata dunia,” ucap Bupati membacakan sambutan Plt. Menteri Kominfo.

Ia melanjutkan, perayaan Harkitnas ke-115 sebagai momen untuk membangun semangat kebangsaan dalam menghadapi tantangan pasca-pandemi. Meskipun selama tiga tahun terakhir dunia menghadapi krisis pandemi Covid-19, seluruhnya patut bersyukur karena status darurat kesehatan global telah dicabut oleh WHO pada tanggal 5 Mei 2023.

“Selama masa sulit ini, rakyat Indonesia telah menunjukkan kesatuan dan semangat dalam mengatasi pandemi serta memulihkan perekonomian bangsa,” sebutnya.

Menurutnya, perayaan Harkitnas juga menjadi kesempatan untuk menghargai kerja sama antara berbagai instansi pemerintah, sektor swasta, akademisi, pers, komunitas, dan semua elemen bangsa dalam menghadapi krisis global seperti kesehatan, perekonomian, dan geopolitik.

Diungkapkan olehnya, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 sebesar 5,31%, melebihi pertumbuhan sebelum pandemi. Triwulan pertama tahun 2023 juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,03%, menunjukkan performa yang baik. Capaian ini baginya harus dipertahankan dan ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan bangsa.

Selain itu, Mahfud MD menyampaikan kebangkitan Indonesia juga tercermin dalam peran aktif di forum internasional. Indonesia berhasil memimpin G-20 pada tahun 2022 dengan tema “Recover Together, Recover Stronger”, dan saat ini menjadi ketua ASEAN dengan tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”.

Kepemimpinan Indonesia di tingkat dunia dan regional ini, tegasnya, mendukung semangat kebangkitan nasional dan mempercepat pemulihan global pasca-pandemi.

“Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, kita dihadapkan pada tantangan dan harapan. Kita harus terus mempertahankan semangat kebangkitan nasional, bekerja keras, cerdas, dan bersama-sama untuk mencapai kemandirian dan kemajuan yang berkelanjutan. Semangat ini juga tambahnya, harus kita wariskan kepada generasi penerus kita,” paparnya.

Plt Menteri Kominfo juga mengucapkan selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-115. “Mari terus berjuang, belajar, tumbuh, dan maju dengan semangat untuk bangkit ,” pungkasnya.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.