Dengan bismillah bermula kalam, dengan sholawat dibuka salam. Semoga nitizen bahagia tentram, dilimpahi berkah pemilik alam. Aamiin!!!
Pendahuluan :
Di era kini yang penuh ketidakpastian – dimana perubahan teknologi, sosial, ekonomi dan lingkungan terjadi dengan kecepatan yang luarbiasa – kapasitas individu untuk beradaptasi dan bertahan semakin ditentukan oleh cara mereka mengakses, mengintegrasi dan menerapkan pengetahuan.
Pengetahuan linier, yang fokus pada suatu bidang keahlian secara berurutan, telah menjadi landasan pendidikan dan karier selama beberapa abad. Namun, dinamika zaman yang kian kompleks mengharuskan munculnya pendekatan pengetahuan multi disipliner, yang menggabungkan wawasan dari berbagai bidang ilmu untuk menyelesaikan masalah yang saling terkait.
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan antara kedua jenis pengetahuan tersebut, serta bagaimana pengetahuan multi dengan linier dapat menjadi bekal utama dalam membangun eksis power dan independensi pribadi yang kokoh dalam menghadapi tantangan masa depan.
Latar Belakang :
Sejak revolusi industri, sistem pendidikan dan pembangunan karier didirikan berdasarkan model pengetahuan linier – individu dianjurkan untuk menguasai satu bidang spesifik secara mendalam, kemudian mengembangkan karier dalam lingkup tersebut. Model ini berhasil mendorong kemajuan dalam berbagai sektor, seperti : teknik sipil, kedokteran dan ekonomi pada masa lalu.
Namun, seiring berkembangnya zaman, lebih-lebih diera digital, globalisasi dan perubahan iklim, masalah yang dihadapi manusia semakin kompleks dan tidak dapat diselesaikan hanya dengan pengetahuan dari satu disiplin ilmu.
Contohnya : Perubahan iklim tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi, politik, sosial, kesehatan dan teknologi. Begitu pula dengan perkembangan Kecerdasan buatan yang menimbulkan tantangan etika, hukum dan dampak sosial yang luas.
Disisi lain, tuntutan pasar kerja yang terus berubah mengharuskan individu untuk memiliki kemampuan yang fleksibel dan dapat beradaptasi, bukan hanya ketrampilan teknis yang terbatas pada satu bidang. Perkembangan konsep pendidikan abad ke-21 menekankan pentingnya ketrampilan seperti berpikir kritis, Kolaborasi, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah kompleks – yang semuanya lebih mudah dikembangkan melalui pendekatan multi disipliner.
Hal ini, melahirkan pertanyaan tentang bagaimana jenis pengetahuan, mana yang lebih efektif dalam membangun indefendensi pribadi dan kemampuan untuk menghadapi ketidakpastian zaman menjadi semakin relevan.
Uraian Penjelasan Materi :
1 . Pengertian Pengetahuan Linier dan Multi Disipliner
a. Pengetahuan Linier
Pengetahuan linier adalah pendekatan yang berfokus pada penguasaan satu disiplin ilmu secara berurutan dan mendalam. Karakteristik utamanya, antara lain :
* Berjalan dalam jalur yang jelas dan terstruktur, mulai dari dasar hingga tingkat lanjut dalam satu bidang
* Menekankan pada penguasaan teori, konsep dan metode yang spesifik untuk bidang tersebut
* Cenderung membentuk pola pikir yang terfokus pada solusi yang telah terbukti efektif dalam konteks bidang tersebut
* Contoh seorang ahli matematika yang hanya fokus pada cabang analisis matematika, atau seorang dokter yang hanya mengkhususkan diri pada salah satu spesialisasi medis tanpa mempertimbangkan aspek psikologis atau sosial pasien.
b. Pengetahuan Multi Disipliner
Pengetahuan multi disipliner adalah pendekatan yang menggabungkan konsep, metode dan wawasan dari dua atau lebih disiplin ilmu untuk memahami dan menyelesaikan masalah kompleks.
Karakteristik utamanya antara lain adalah :
* Mengakui bahwa masalah dunia nyata seringkali melibatkan berbagai aspek yang saling terkait
* Menekankan pada integrasi pengetahuan dari berbagai bidang untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif
* Mendorong berpikir kreatif dan inovatif dengan menghubungkan ide-ide dari bidang yang berbeda
* Contoh seorang perancang kota yang menggabungkan Pengetahuan teknik sipil, arsitek, ilmu lingkungan, ilmu sosial dan ekonomi untuk merancang sebuah kota idaman yang berkelanjutan.
2. Perbandingan Kelebihan dan Keterbatasan.
Aspek Perbandingan :
Kemampuan Memecahkan Masalah :
Pengetahuan Linier ; efektif untuk masalah yang jelas dan terdefinisi dalam satu bidang. Pengetahuan Multi Disipliner ; lebih efektif untuk masalah kompleks dan multi dimensi.
Fleksibilitas :
Pengetahuan linier ; relatif rendah, sulit beradaptasi dengan perubahan di luar bidang. Pengetahuan Multi Disipliner ; tinggi, mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tantangan.
Inovasi :
Pengetahuan linier ; menghasilkan inovasi dalam batasan bidang tertentu.
Pengetahuan Multi Disipliner ; menghasilkan inovasi, terobosan dengan menggabungkan ide dari berbagai bidang.
Kemandirian Pribadi :
Pengetahuan linier ; bergantung pada keberlanjutan bidang spesifik tersebut.
Pengetahuan Multi Disipliner ; lebih mandiri karena memiliki berbagai sumber pengetahuan dan ketrampilan
Waktu dan Upaya Penguasaan :
Pengetahuan linier ; lebih cepat untuk mencapai tingkat keahlian dalam satu bidang Pengetahuan Multi Disipliner ; membutuhkan waktu lebih lama karena perlu menguasai dasar dari beberapa bidang.
3. Pengetahuan Multi Disipliner sebagai Bekal Eksis Power Individu
a. Meningkatkan Kemampuan Beradaptasi : Di era dimana pekerjaan dan industri dapat muncul dan hilang dalam waktu singkat, individu dengan pengetahuan multi disipliner memiliki keunggulan karena dapat lebih mudah beralih ke bidang baru atau menggabungkan kombinasi ketrampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
b. Membangun Kemampuan Pemecahan Masalah yang Komprehensif : masalah yang dihadapi di masa depan seperti vandemi global, krisis energi dan kesenjangan sosial, membutuhkan pendekatan yang tidak hanya teknis, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Pengetahuan Multi disipliner memungkinkan individu untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang dan menemukan solusi yang lebih seimbang dan berkelanjutan.
c. Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi :
Dengan menggabungkan ide dan berbagai bidang, individu dapat menghasilkan konsep baru yang tidak terpikirkan oleh pendekatan linier. Contohnya : Aplikasi konsep biologi pada bidang teknologi menghasilkan ilmu biologi informatika dan robotika biomi metik yang mengubah cara manusia mengembangkan teknologi.
d. Membangun Indefendensi Ekonomi dan Soaial :
Individu dengan pengetahuan multi disipliner dapat mengembangkan berbagai sumber penghasilan dan peran sosial. Mereka tidak hanya bergantung pada satu jenis pekerjaan atau organisasi, tetapi dapat menciptakan peluang baru sendiri melalui kombinasi ketrampilan yang dimiliki.
e. Meningkatkan Kualitas Pemikiran dan Keputusan :
Pengetahuan dari berbagai bidang membantu individu untuk berpikir lebih kritis dan membuat keputusan yang lebih baik, karena mereka dapat mempertimbangkan berbagai faktor dan konsekwensi dari setiap pilihan yang diambil.
4. Implementasi Pengetahuan Multi Disipliner dalam Kehidupan Sehari-hari :
* Pendidikan : Institusi pendidikan dapat menggabungkan kurikulum yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran seperti menggabungkan ilmu tafsir al-qur’an dengan ilmu teknik informatika, ilmu komputer dengan seni, atau ilmu ekonomi dengan ilmu lingkungan.
* Karier : Individu dapat menggabungkan kombinasi ketrampilan seperti : “Data Scientist yang paham Psikologi” atau Perancang produk yang mengerti hukum bisnis, dll.
* Kehidupan Masyarakat : Pengetahuan Multi disipliner membantu individu untuk berpartisipasi secara lebih efektif dalam kehidupan masyarakat seperti dalam pengambilan keputusan publik atau pengembangan program kemasyarakatan.
* Pengembangan Diri : Dengan belajar berbagai bidang ilmu, individu dapat memperluas wawasan atau pemahaman tentang dunia, sehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
5. Tantangan Dalam Mengembangkan Pengetahuan Multi Disipliner :
* Sistem pendidikan yang masih berbasis linier. Banyak sistem pendidikan di dunia masih dirancang untuk menghasilkan tenaga ahli dalam bidang tertentu, sehingga sulit bagi siswa untuk mengembangkan pengetahuan multi disipliner.
* Kurangnya waktu dan sumber daya : Menguasai dasar dari berbagai bidang ilmu membutuhkan waktu dan usaha yang signifikan yang mungkin tidak dimiliki oleh semua individu.
* Tantangan Dalam Integrasi Pengetahuan : Menggabungkan pengetahuan dari berbagai bidang tidaklah mudah dan membutuhkan kemampuan berpikir yang tinggi untuk menghubungkan konsep- konsep yang berbeda.
* Persepsi Masyarakat tentang “Ahli” : Masyarakat seringkali lebih menghargai individu yang menjadi ahli dalam satu bidang dibanding mereka yang memiliki pengetahuan yang luas, namun tidak mendalam dalam satu bidang tertentu.
Kesimpulan :
Pengetahuan linier memiliki peran penting dalam mengembangkan keahlian mendalam dalam satu bidang dan telah berkontribusi besar pada kemajuan manusia. Namun, di era yang penuh ketidakpastian dan kompleksitas pengetahuan multi disipliner menjadi bekal yang lebih objektif dalam membangun eksis power dan indefendensi pribadi individu.
Pengetahuan multi disipliner memungkinkan individu untuk beradaptasi dengan perubahan, memecahkan masalah kompleks, menghasilkan inovasi, dan membangun kemandirian yang kokoh.
Meski terdapat tantangan dalam mengembangkannya, manfaat yang diperoleh jauh lebih besar dalam menghadapi tantangan zaman.
Hubungan antara pengetahuan linier dan multi disipliner bukanlah hubungan yang saling bertentangan melainkan saling melengkapi.
Individu dapat mengembangkan dasar pengetahuan linier dalam satu atau beberapa bidang, kemudian mengintegrasikannya dengan pengetahuan dari bidang lain untuk membentuk pemahaman yang lebih komprehensif dan kemampuan yang lebih fleksibel.
Penutup :
Di masa depan yang tidak pasti, kemampuan individu untuk bertahan hidup dan berkembang tidak hanya ditentukan oleh seberapa dalam mereka menguasai satu bidang ilmu, tetapi juga seberapa luas mereka dapat mengintegrasi pengetahuan dari berbagai bidang.
Pengetahuan multi disipliner bukan hanya sebuah pilihan, tetapi sebuah kebutuhan untuk membangun eksis power dan indefendensi pribadi yang dapat menghadapi tantangan zaman dengan percaya diri.
Perlu adanya perubahan dalam sistem pendidikan budaya kerja, dan pemberdayaan masyarakat tentang pengetahuan agar pendekatan multi disipliner dapat berkembang dengan baik. Dengan demikian, setiap individu dapat memiliki bekal yang cukup untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga berkontribusi secara kreatif dalam membangun dunia yang lebih baik dan berkelanjutan insyaAlloh. Wassalam.
M. Sangap Siregar, S.Pd., MA. Adalah
Dosen Univ. Hang Tuah Pekanbaru Riau,
Alumni Magister Psikologi Konseling University Kebangsaan Malaysia, 2004.
Sumber :
Media Kecerdasan AI ; www.dola.com









