Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 11 Rohil, Wabup Jhoni Charles: Cetak Generasi Berkarakter & Berdaya Saing

64
×

Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 11 Rohil, Wabup Jhoni Charles: Cetak Generasi Berkarakter & Berdaya Saing

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ROKAN HILIR, Kompas 1 net – Sekolah Rakyat Terintegrasi 11 Kabupaten Rokan Hilir menggelar Open House dengan tema “Bersama Sekolah Rakyat Mari Kita Wujudkan Negeri Seribu Kubah yang Bermarwah”. Kegiatan berlangsung Jumat 19/6/2026 di halaman sekolah, Jalan Lintas Riau-Sumut, Kelurahan Banjar XII, eks Komplek IPDN.

Wakil Bupati Rokan Hilir Jhoni Charles, BBA., MBA., hadir bersama Forkopimda, Kadis Sosial, tenaga pendidik, wali asuh, dan orang tua siswa. Ribuan apresiasi disematkan untuk penampilan siswa yang menguasai Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, hingga presentasi ilmiah.

Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan penyambutan tamu, lagu Indonesia Raya, Tari Sekapur Sirih, pembacaan doa, hingga tari persembahan.

Kepala Sekolah Endang Firdaus, S.Pd. mengatakan Open House bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah, program pendidikan, sistem pembinaan, dan aktivitas siswa kepada masyarakat.

“Sekolah Rakyat Terintegrasi hadir tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta mengembangkan bakat dan minat siswa,” ujar Endang.

Ia mengapresiasi dukungan tenaga pendidik, wali asuh, orang tua, dan Pemda Rohil atas kontribusi dalam proses pembelajaran.

Wakil Bupati Jhoni Charles mengapresiasi potensi dan kemampuan siswa yang ditampilkan. Ia berpesan agar siswa memanfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya.

“Terus tingkatkan disiplin, semangat belajar, dan kemampuan akademik maupun non-akademik. Jaga etika, sikap, dan kebersamaan agar tumbuh menjadi generasi muda berkarakter, mandiri, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” pesan Wabup.

Puncak acara dimeriahkan penampilan siswa: penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang, presentasi ilmiah, pertunjukan pencak silat, dan seni budaya.

Penampilan itu mendapat apresiasi langsung dari Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., Danramil 02/Tanah Putih Kapten Arh Iswandi, dan Kadis Sosial Andi Rahman, S.Sos., M.Si.

Melalui Open House ini, masyarakat melihat langsung capaian pendidikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 11 Rohil. Kehadiran Pemda, TNI-Polri, dan orang tua jadi bukti nyata dukungan mencetak generasi muda unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

 

Sumber: Sekolah Rakyat Terintegrasi 11 Rohil

Editor: [Redaksi]

 

 


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.