Example floating
Example floating
Berita

Mahasiswa UIN Suska Riau Raih Gold Medal Esai Nasional, Angkat Isu Krisis Regenerasi Silat Pangean

40
×

Mahasiswa UIN Suska Riau Raih Gold Medal Esai Nasional, Angkat Isu Krisis Regenerasi Silat Pangean

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Prestasi membanggakan kembali datang dari Riau. Mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Irfan Ramadani, berhasil meraih Gold Medal pada Lomba Esai Tingkat Nasional di Universitas Andalas, Padang, 11-12 Juli 2026. Ia mengangkat isu krusial: krisis regenerasi Silat Pangean di Kuantan Singingi.

PEKANBARU, Kompas 1 net – Nama UIN Suska Riau kembali harum di kancah nasional. Irfan Ramadani, mahasiswa kampus kebanggaan Riau ini, sukses menyabet penghargaan tertinggi dalam ajang Lomba Esai Nasional yang digelar Universitas Andalas, Sumatera Barat.

Kompetisi ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia dan menjadi ruang adu gagasan untuk menjawab persoalan bangsa, mulai dari sosial, pendidikan, hingga pelestarian budaya.

Dalam esainya, Irfan mengangkat tema yang dekat dengan akar budaya Riau: “Krisis Regenerasi Silat Pangean di Kabupaten Kuantan Singingi”.

Bagi Irfan, Silat Pangean bukan hanya seni bela diri. Ini adalah warisan budaya Melayu yang berisi nilai disiplin, keberanian, etika, penghormatan kepada guru, hingga solidaritas.

Namun menurut risetnya, warisan ini kini terancam. Beberapa faktor penyebabnya:
1. Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup
2. Urbanisasi yang membuat generasi muda menjauh dari kampung
3. Minimnya ruang pembelajaran budaya lokal di sekolah
4. Kurangnya minat generasi muda mempelajari budaya sendiri

“Kalau tidak segera ditangani, Silat Pangean bisa punah dan hanya jadi cerita,” tulis Irfan dalam esainya.

Tidak hanya mengkritisi, Irfan juga menawarkan solusi aplikatif berbasis kolaborasi:
1. Integrasi ke Pendidikan : Masukkan materi Silat Pangean ke kurikulum sekolah dan ekstrakurikuler kampus berbasis kearifan lokal.
2. Perkuat Sanggar & Perguruan Silat : Jadikan pusat pembinaan generasi muda.
3. Dukungan Pemerintah Daerah : Buat kebijakan dan anggaran khusus pelestarian budaya.
4. Go Digital : Manfaatkan media sosial, YouTube, dan dokumentasi digital agar Silat Pangean dikenal anak muda.

Gagasan ini dinilai juri memiliki kebaruan, relevansi, dan manfaat tinggi. Alhasil, Irfan dinobatkan sebagai peraih Gold Medal.

Bagi Irfan, medali emas ini bukan untuk dirinya sendiri.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Gold Medal ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, almamater UIN Suska Riau, dan masyarakat Kuantan Singingi. Saya berharap karya ini jadi pengingat bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah atau pelaku seni, tapi tanggung jawab kita semua,” ungkap Irfan.

Rektorat UIN Suska Riau mengapresiasi capaian ini. Prestasi Irfan membuktikan bahwa mahasiswa bisa jadi agen perubahan melalui karya akademik yang berdampak langsung ke masyarakat.

Capaian ini juga memperkuat posisi UIN Suska Riau sebagai kampus yang melahirkan mahasiswa inovatif dan peduli pembangunan daerah.

Lebih dari sekadar penghargaan, Gold Medal Irfan adalah bukti bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan lewat pendekatan ilmiah. Di tengah gempuran modernisasi, diharapkan lahir jembatan antara tradisi dan zaman agar Silat Pangean tetap hidup dan diwariskan.

 

Example 120x600