Inhu, Kompas1net- Mahasiswa KKN Tematik ITB Indragiri angkatan ke – 4 yang melaksanakan kegiatan KKN Tematik yang berlangsung sejak 9 Februari hingga 10 April 2026. Selama kurang lebih dua bulan berada di Desa Lambang Sari I, II, III, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mulai mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat dan suasana desa.
Di awal kedatangan, mahasiswa KKN Tematik ITB Indragiri melakukan observasi serta membangun kedekatan dengan perangkat desa dan warga. Seiring berjalannya waktu, hubungan yang awalnya sebatas perkenalan perlahan berubah menjadi kebersamaan.
Mahasiswa mulai terlibat dalam berbagai aktivitas desa, berinteraksi dengan anak-anak, hingga ikut merasakan keseharian masyarakat.
Berbagai program kerja pun dilaksanakan secara bertahap, mulai dari edukasi, kegiatan sosial, keagamaan, hingga pembangunan sederhana yang manfaatnya bisa langsung dirasakan. Terlebih saat memasuki bulan Ramadan, kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan berbagi takjil, lomba keagamaan, serta momen kebersamaan lainnya yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Perjalanan KKN Tematik ITB Indragiri ini bukan hanya tentang menyelesaikan program, tetapi juga tentang pengalaman berharga, belajar dari masyarakat, serta tumbuh bersama dalam suasana kekeluargaan. Hingga akhirnya, program pembuatan penunjuk arah ini menjadi salah satu bentuk nyata dari hasil kebersamaan dan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Lambang Sari I, II, III.
Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan navigasi di lingkungan desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ITB Indragiri berkolaborasi dengan Karang Taruna serta didukung oleh Pemerintah Desa Lambang Sari I,II,III melaksanakan program kerja penegakan dan pengecoran tiang penunjuk arah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan infrastruktur sederhana namun berdampak langsung bagi warga. Tiang penunjuk arah yang dibangun diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pendatang dalam menemukan lokasi-lokasi penting di desa dengan lebih mudah.
Program ini berawal dari gagasan Kepala Desa Lambang Sari I,II,III yang melihat masih kurangnya fasilitas penunjuk arah di beberapa titik strategis desa. Gagasan tersebut kemudian disampaikan kepada mahasiswa KKN Tematik ITB Indragiri dan disambut dengan baik untuk direalisasikan sebagai salah satu program kerja selama masa pengabdian.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan mahasiswa KKN Tematik ITB Indragiri, Karang Taruna, serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Dimulai dari proses penentuan titik lokasi strategis bersama pihak desa, penggalian lubang, penegakan tiang, hingga pengecoran, seluruh tahapan dilakukan dengan penuh semangat kebersamaan.
Koordinator KKN Tematik ITB Indragiri, ‘Herjekian Marselus Halawa’ menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi antara mahasiswa dan pemerintah desa.
“Program ini kami laksanakan berdasarkan hasil diskusi bersama kepala desa dan masyarakat. Kami berharap keberadaan penunjuk arah ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi desa,” ujarnya.
Kepala Desa Lambang Sari I,II,III Bapak ‘Ahmadi’ juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN Tematik ITB Indragiri dan Karang Taruna dalam merealisasikan ide tersebut. Ia berharap fasilitas ini dapat menunjang perkembangan desa, terutama dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun tamu yang berkunjung.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna, ‘Yuli Handoni’, turut mengapresiasi kolaborasi yang terjalin. “Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara pemuda, mahasiswa, dan masyarakat,” ungkapnya.
Warga Desa Lambang Sari I,II,III pun menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa terbantu dengan adanya penunjuk arah yang memudahkan akses ke berbagai lokasi penting di desa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik ITB Indragiri tidak hanya memberikan kontribusi berupa pembangunan infrastruktur sederhana, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, serta sinergi antara pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih baik.












