Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Hadiri Pertemuan Mini Lokakarya Lintas Sektor Puskesmas Renah Pembarap, Zainul Arifin: “Kesehatan Masyarakat Adalah Tanggung Jawab Bersama”

128
×

Hadiri Pertemuan Mini Lokakarya Lintas Sektor Puskesmas Renah Pembarap, Zainul Arifin: “Kesehatan Masyarakat Adalah Tanggung Jawab Bersama”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Merangin, Kompas 1 net – Selasa tanggal 1/11/2024, Zainul Arifin salaku Camat Kecamatan Renah Pembarap menghadiri pertemuan Mini lokakarya Lintas Sektor yang diselenggarakan oleh pihak puskesmas Simpang Parit Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin.

Acara ini berlangsung di Aula puskesmas yang dihadiri bebagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari sektor kesehatan, pendidikan, dan tokoh-tokoh Masyarakat.

Mini lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas antara bebagai sektor dalam rangka memperkuat layanan kesehatan di wilayah kerja puskesmas Simpang Parit Renah Pembarap.

Diskusi pada pertemuan ini fokus pada penanganan isu-isu kesehatan Masyarakat, peningkatan layanan kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam sambutannya, Zainul Arifin menyampaikan bahwa pentingnya kerja sama lintas sektor untuk keberhasilan program-program kesehatan.

” Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama,melalui kolaborasi yang baik antara berbagai sektor, kita bisa mencapai hasil yang lebih optimal dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ucap Zainul.

Lanjut, Zainul Arifin juga mengapresiasi inisiatif puskesmas Simpang Parit dalam menyelenggarakan pertemuan tersebut, dan berharap agar hasil Mini lokakarya ini dapat diimplementasikan dengan baik dilapangan.

Pertemuan ini diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang akan menjadi paduan bagi setiap sektor dalam melaksanakan program-program kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Simpang Parit Kecamatan Renah Pembarab.(**)

Penulis. Tores**


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.