Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Bupati Terima Kunjungan GM PT Telkom Riau Daratan, Afrizal : Pemerataan Akses Internet Menjadi Kendala Utama di Rohil Saat Ini

14
×

Bupati Terima Kunjungan GM PT Telkom Riau Daratan, Afrizal : Pemerataan Akses Internet Menjadi Kendala Utama di Rohil Saat Ini

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil| Kompas 1 Net –Kondisi geografis Kabupaten Rokan Hilir yang merupakan daerah perbatasan cukup menyulitkan pemenuhan ketersediaan layanan internet hingga ke daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Area Pasir Limau Kapas dan Kecamatan Sinaboi menjadi wilayah terbanyak yang belum terjangkau internet. 

” Pemerataan akses internet dinilai menjadi kendala utama saat ini. Bahkan di Sintong sendiri, jaringan tower telekomunikasi masih menumpang bekas perusahaan minyak,” kata Bupati Rokan Hilir saat menerima kunjungan rombongan PT Telkom Indonesia Tb wilayah Riau Daratan, pada hari Rabu (6/4/2022) diruang kerjanya, Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Dirinya mengungkapkan, ada beberapa daerah di Rokan Hilir yang selama ini tidak tersentuh oleh operator selular. Untuk itu, dia mendorong agar PT Telkom mempercepat menyediakan fasilitas jaringan internet agar roda ekonomi dan potensi setiap daerah bisa terekspos maksimal mulai dari komoditas lokal dan hingga pengembangan sektor pariwisata.

Terkait yang disampaikan Bupati, General Manager PT Telkom Indonesia Tbk wilayah daratan, Agung Tri Cahyono akan selalu mendukung pemenuhan kebutuhan internet sampai ke pelosok desa. Pihaknya akan berupaya melakukan High Connectivity sebagai kebutuhan dasar di 61 desa se-Rohil. Mereka mengakui, untuk pemenuhan kebutuhan internet saat ini, jangankan kebutuhan High Level, untuk layer satu pun belum ada.

” Telkom konsen bagaimana seluruh kecamatan dan desa di Rohil bisa terkoneksi internet agar memudahkan Bupati melakukan Vidcon,” katanya.

Sebagai mitra strategis dengan Kominfo Rohil, PT Telkom akan berkomitmen menghubungkan koneksi internet dari desa sampai kecamatan. Mereka akan melakukan Full Service dan melihat kendala apa yang selama ini menjadi hambatan desa di Rohil sehingga tidak bisa terkoneksi internet.

” Karena setiap desa berbeda beda demography wilayahnya. Kadang ada penduduknya yang padat dan ada yang tidak,” kata Agung.

” Dan jika seluruh desa dan kecamatan sudah terkoneksi internet, maka inilah sumbangsih pemda untuk masyarakatnya,” tambahnya.

Pihaknya akan menunggu design dari Diskominfo Rohil bagaimana tekhnis Mapping serta titik kordinat di 223 desa dan kelurahan yang sudah terhubung dan belum terhubung jaringan internet. Selanjutnya design tersebut dibuat Planning kapan akan diselesaikan.

“Sebagai langkah awal, solusi pertama adalah kabel optik baru kedua signal GSM Telkomsel dan ketiga menggunakan radio bertalian dengan satelite. Kalau menggunakan satelit akan sulit terutama untuk daring sekolah dan biaya akan mahal. Minimal solusi ketigalah radio IT tadi,” sarannya.

“Tapi seharusnya dengan tiga solusi tadi, bisalah terhubung di 223 desa dan kelurahan,” ujarnya

Dalam pertemuan itu, rombongan PT Telkom Indonesia Wilayah Riau Daratan didampingi Plt Kadiskominfotik Kabupaten Rokan Hilir, Indra Gunawan, SE (Rls)

 

Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP)

Diskominfotiks Kabupaten Rokan Hilir


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.