JAKARTA, KOMPAS1.NET – Hingga 30 September 2026, realisasi pendapatan negara Rp2.341,5 triliun capai 74,2 persen target APBN atau tumbuh 25,5 persen yoy. Menkeu Suahasil Nazara sebut capaian on track.
“Kita tahu akhir September itu 3/4 tahun. 3/4 itu sekitar 75 persen. Jadi kalau pendapatan negara sudah terkumpul 74 persen, ini on track,” ungkap Menkeu dalam Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta Jumat (9/10).
Penerimaan pajak tercatat Rp1.607,6 triliun atau 68,2 persen target APBN. Tumbuh 24,1 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Hingga September 2025 penerimaan pajak Rp1.295,3 triliun kontraksi 4,4 persen yoy.
Penerimaan pajak tumbuh sejalan aktivitas ekonomi dan penerapan Coretax. PPh nonmigas naik didorong aktivitas ekonomi dan penguatan administrasi pajak. PPh migas tumbuh seiring naik harga minyak. PPN dan PPnBM meningkat ditopang konsumsi dalam negeri dan daya beli kuat.
Menkeu tegaskan pengelolaan penerimaan pajak tetap perhatikan hak wajib pajak, khususnya restitusi. Ditjen Pajak instruksi percepat restitusi bagi yang berhak, terutama industri butuh dukungan arus kas, padat karya, dan UMKM.
“Restitusi sebagai hak wajib pajak untuk industri yang memang memerlukan cash flow, industri padat karya, UMKM, itu diberikan secepat mungkin agar bisa dibayarkan,” jelas Menkeu.
Penerimaan kepabeanan dan cukai juga tumbuh positif. Hingga akhir September 2026 capai Rp240,1 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya Rp221,3 triliun. Tahun lalu tumbuh 7,1 persen, tahun ini 8,5 persen.
PNBP catat capaian melampaui target APBN. Hingga akhir September 2026 terkumpul Rp492,3 triliun.
“Ini sudah melebihi target APBN, namun kita akan terus berusaha supaya ada PNBP tambahan karena belanja akan meningkat. Kenapa belanja meningkat? Karena harga minyak meningkat. Sehingga kita harus bayar subsidi lebih besar,” pungkas Menkeu.
Sumber : Kemenkeu












