Foto: Kades Siambul Rodang ungkap dugaan penculikan 4 pekerja kebun sawit Ibu Susi di Batang Gansal Inhu 2 warga asli Siambul
INHU, KOMPAS1. NET – Warga Desa Siambul, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dihebohkan dengan dugaan penculikan 4 orang pekerja panen kebun sawit milik Ibu Susi. Dari keempat korban, 2 orang diantaranya merupakan warga asli Desa Siambul.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 14.39 WIB dan disampaikan Kepala Desa Siambul, Rodang, kepada awak media, Rabu (30/9/2026).
Menurut Kades Rodang, keempat pekerja tersebut bekerja di kebun sawit pribadi milik Ibu Susi di wilayah Desa Siambul.
“4 orang pekerja panen kebun sawit di Desa Siambul, menurut informasi warga hilang dan dibawa oleh seorang bernama Eko dan rombongan sekitar 20 orang dan membawa oknum aparat,” ujar Rodang menirukan laporan warga.
Dengan kejadian tersebut, Kades Rodang bersama warga sempat merasakan kehilangan dan keresahan atas hilangnya empat pekerja kebun tersebut. Apalagi 2 di antara korban diketahui adalah warganya sendiri.
Setelah mendapatkan informasi dari warganya, Rodang mengaku langsung menghubungi pihak Polres Inhu.
“Setelah dihubungi, informasi yang kami dapat 3 orang pekerja kebun sawit Ibu Susi sudah berada di Polres Inhu, dan satu orang di Belilas karena cedera patah tulang tangan kanannya di bawah berobat,” kata Rodang.
Peristiwa ini membuat warga Siambul resah karena diduga disertai penganiayaan. Salah satu pekerja mengalami luka cukup serius hingga patah tulang tangan kanan.
Lebih lanjut Rodang mengungkapkan, sempat dibawa ke Polres Inhu pada hari itu, sampai malam itu juga 3 korban yang diduga diculik dan dianiaya tersebut dipulangkan oleh oknum Eko tersebut.
Atas peristiwa tersebut, Kades Siambul Rodang bersama para korban penculikan akan melaporkan kejadian ini secara resmi ke Polres Inhu.
Rodang berharap kejadian dugaan penculikan dan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum atas nama Eko tersebut segera ditindaklanjuti dan pelaku segera diamankan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Kami bersama korban akan melaporkan kejadian ini ke Polres Inhu. Kami minta aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas dan mengamankan pelaku,” tegas Rodang.
















