SOLOK, Kompas 1 net – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi / Satgas PRR Pascabencana Sumatera mengawal pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah / TKD Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Solok, Sumatera Barat senilai Rp144,67 miliar.
Tujuannya agar dana tersebut dapat mempercepat pemulihan pascabencana secara menyeluruh bagi masyarakat.
Berdasarkan data pertengahan Juli 2026, realisasi anggaran telah mencapai 17,35% atau sekitar Rp25,09 miliar.
Penyerapan terbesar berada pada sektor ekonomi. Sementara sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masih berproses menyusul selesainya penyesuaian anggaran dan DPA Perubahan pada akhir Juni.
Dari total dana, Rp2 miliar dialokasikan sebagai bantuan keuangan kepada Kabupaten Aceh Tengah.
Tim Korwil Sumbar Satgas PRR telah melakukan rapat koordinasi bersama Bupati Solok dan dilanjutkan peninjauan langsung ke lokasi terdampak agar anggaran segera jadi pembangunan nyata.
Pemkab Solok menyatakan komitmen mempercepat proyek prioritas pada triwulan ini. Sasaran utama:
1. Pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi
2. Hunian Tetap / Huntap – Lokasi 180 unit sudah ditetapkan sesuai Renduk dan lahan sudah disetujui BPN
3. Rehabilitasi lahan pertanian – 80 hektare sawah rusak. 16 hektare sudah dibersihkan, 64 hektare diusulkan ke Kementerian Pertanian
4. Layanan dasar – Normalisasi Sungai Saniang Baka 20 km dan Sungai Batang Muaro Bungai 15 km, rehabilitasi 7 SPAM, dan 8 sekolah terdampak
“Satgas PRR memfasilitasi koordinasi dengan Kementerian PU/BBWS V untuk percepatan normalisasi sungai dan penguatan tebing. Juga koordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait percepatan penanganan lahan pertanian terdampak,” tulis Tim Korwil Satgas PRR.
Satgas PRR menegaskan akan terus mengawal agar anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat benar-benar dikonversi menjadi pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak bencana.
Sumber: Siaran Pers Satgas PRR Pascabencana Sumatera [16 Juli 2026]
—











