Subulussalam, Kompas 1 net- Walikota Subulussalam H. Rasyid Bancin HRB` meluapkan protes keras terhadap sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit besaryang beroperasi di wilayahnya.
Pernyataan tegas itu disampaikan dalam Forum Pembinaan dan Pengawasan Usaha Perkebunan Besar di Kota Subulussalam, Kamis (16/7/2026).
Walikota menyayangkan sikap perusahaan yang dinilai hanya meraup keuntungan besardari sumber daya alam daerah, namun melalaikan kewajiban kepada masyarakat.
“Saya berdiri di sini mewakili rakyat yang saya amanahkan untuk memimpin. Saya berteriak lantang karena sudah cukup rakyat kami hanya menjadi penonton saat kekayaan daerah diambil habis, lalu ditinggalkan dengan segala kerusakan dan kesulitan,” ujar H. Rasyid Bancin dengan nada tegas.
Dalam forum yang dihadiri Dinas Perkebunan, instansi terkait, kelompok tani sawit, dan perwakilan perusahaan itu, Walikota menyoroti.
1. Tidak memberdayakan masyarakat sekitar
2. Tidak membangun fasilitas umum dan jaminan kesejahteraan petani sawit`
3. Merusak kelestarian lingkungan akibat aktivitas perkebunan
Beliau menegaskan tidak akan ragu mengambil `langkah tegas` jika perusahaan masih mengabaikan hak-hak warga dan aturan yang berlaku.
Walikota menegaskan Pemko Subulussalam tidak menolak investasi. Namun investasi yang merugikan harus ditolak.
“Kami tidak menolak investasi. Tapi investasi yang merugikan rakyat, merusak alam, dan melupakan kewajiban adalah investasi yang tidak kami butuhkan di Subulussalam,”` tegasnya.
“Saya berani menyuarakan ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi kesejahteraan seluruh masyarakat, khususnya petani sawit yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah ini,” lanjutnya.
Pemerintah Kota Subulussalam berjanji akan terus mengawasi aktivitas perusahaan dan meminta seluruh pihak menaati peraturan serta berbagi manfaat secara adil dengan warga setempat,” terasnya.










