Pekanbaru, Kompas 1 net – Penetapan PT musim mas sebagai tersangka dalam kasus kejatahan lingkungan oleh Polda Riau bukan sekedar kriminalitas Lingkungan biasa, mendapat respon dari KAMMI Riau.
Ketua KAMMI Riau Febriansyah, hari ini Selasa 19 Mei 2026, menyatakan kepada media ini, bahwa Ianya berpendapat tindakan Polda Riau patut di dukung sebagai hadirnya negara dalam menegakkan keadilan ekologis dan menjaga budaya Melayu dengan tegas menjaga sepadan sungai dimana sungai merupakan pusat peradaban Melayu.
“Sungai di Riau bukan sekedar lanskap fisik, ia merupakan jantung peradaban Melayu, ketika sungai di hancurkan yang sedang di rusak bukan hanya ekosistem, tetapi juga sejarah budaya dan sumber penghidupan masyarakat Melayu Riau itu sendiri.
Kabupaten Pelalawan dan banyak daerah lainnya di Riau, masyarakat terdahulu hidup dengan fokus pada sungai. Desa desa berkembang mengikuti aliran sungai, transportasi perdagangan, interaksi sosial masyarakat berlangsung melalui sungai.
Bahkan dalam banyak cerita Melayu, sungai bukan sekedar wilayah geografis tetapi merupakan bagian dari identitas kolektif masyarakat.” Ujarnya.
Lanjutnya lagi,” Oleh karena itu hilangnya sungai sungai kecil akibat pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit secara besar besaran sebenarnya merupakan tragedi budaya. Ikan endemik mati, anak sungai menghilang, karena pencemaran dan pendangkalan.
Ketentuan hukum sangat jelas mengatur dalam UU no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan PP nomor 38 tahun 2011 tentang sungai, artinya negara juga mengatur, melindungi, dan mengakomodir budaya Melayu yang menjadikan aliran sungai sebagai titik temunya.
Menurut saya, kerusakan lingkungan tidak bisa di pandang sebagai pelanggaran administratif perusahaan. Kerusakan sungai di Riau harus di pahami sebagai masalah peradaban Melayu. Jika sungai hilang maka hilang juga ruang hidup orang Melayu.
KAMMI Riau siap mengawal proses hukum yang berjalan, mendukung penuh perbaikan tata kelola sungai yang di lakukan oleh Polda Riau, masyarakat, sudah lama menantikan perbaikan sungai sungai yang ada di Riau ini.” Pungkasnya.
Editor : Redaksi.













