Example floating
Example floating
Berita

Warga Rantau Bais Deklarasikan Perang Terhadap Narkoba: “Kampung Ini Harus Bersih”

26
×

Warga Rantau Bais Deklarasikan Perang Terhadap Narkoba: “Kampung Ini Harus Bersih”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rokan Hilir, Kompas 1 net – Penolakan keras terhadap peredaran narkoba menggema dari Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. Warga dan pemuda setempat menyatakan sikap tegas: tidak ada tempat bagi bandar, pengedar, maupun penyalahguna narkotika di kampung mereka.

Sikap itu diwujudkan langsung dengan pemasangan spanduk penolakan narkoba di sejumlah titik. Bagi warga, spanduk itu bukan sekadar simbol, melainkan bentuk perlawanan nyata terhadap ancaman barang haram yang dinilai merusak generasi muda dan meresahkan masyarakat.

Dalam spanduk yang dibentangkan, warga menegaskan tidak ingin Rantau Bais bernasib sama dengan wilayah lain yang disebut mulai rusak akibat maraknya narkotika. Mereka juga menegaskan tidak ingin kampungnya dicap sebagai zona merah atau menjadi tempat nyaman bagi pelaku bisnis haram tersebut.

Aksi ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap langkah Polsek Tanah Putih yang sebelumnya melakukan penggerebekan dan penggeledahan di wilayah tersebut pada Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun di balik dukungan, warga juga menyampaikan peringatan. Mereka meminta aparat penegak hukum serius dan konsisten memberantas jaringan narkoba hingga ke akar, bukan hanya sebatas operasi sesaat.

Datuk Penghulu Rantau Bais, H. Adrizam, menyatakan pihak kepenghuluan bersama masyarakat telah sepakat menyatakan perang terhadap narkoba demi menyelamatkan masa depan generasi muda.

“Kami tidak ingin generasi muda Rantau Bais hancur karena narkoba. Kampung ini harus bersih dari bandar dan pengedar. Kami mendukung penuh aparat kepolisian untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat,” tegas H. Adrizam, Minggu 17 Mei 2026.

Nada serupa disampaikan Tokoh Masyarakat Rantau Bais, Yusri Kandar, ST. Ia menilai narkoba sudah menjadi ancaman nyata yang dapat menghancurkan moral, memicu kriminalitas, dan merusak masa depan jika tidak diberantas serius.

“Narkoba ini musuh bersama. Kalau dibiarkan, kampung bisa hancur perlahan. Kami minta aparat jangan setengah-setengah. Tangkap para bandar dan pengedar sampai tuntas. Kalau tidak ada tindakan nyata, masyarakat tentu tidak akan tinggal diam,” ujarnya.

Pernyataan paling tegas datang dari Ketua Karang Taruna Rantau Bais, Sukrin Alatas. Ia menegaskan pemuda siap berada di garis depan dalam memerangi narkoba.

“Kami pemuda Rantau Bais sudah muak melihat narkoba merusak masa depan anak bangsa. Jangan sampai kampung kami dijadikan sarang narkoba. Kalau aparat tidak bertindak tegas, maka kami akan turun langsung. Ini komitmen kami menjaga marwah dan keselamatan kampung,” katanya.

Deklarasi dan aksi penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Rantau Bais bersatu untuk menjaga kampung tetap aman, bersih, dan terbebas dari ancaman narkoba.

 

Editor: Redaksi.

 

Catatan Redaksi: 

Berita ini disusun berdasarkan keterangan masyarakat dan aparat setempat. Proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat masih menjadi kewenangan aparat kepolisian.

Example 120x600