Example floating
Example floating
BISNIS

BALIMAU KASAI Tembus Panggung Nasional, Dellas Akhmeidi Wakili Riau di Mandalika Essay Competition, NTB 

13
×

BALIMAU KASAI Tembus Panggung Nasional, Dellas Akhmeidi Wakili Riau di Mandalika Essay Competition, NTB 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dellas Akhmeidi / Foto

Pekanbaru, Kompas 1 net — Dari kearifan lokal hingga inovasi pangan modern, generasi muda Riau mulai menunjukkan perannya di panggung nasional. Salah satu yang mencuat adalah Dellas Akhmeidi, mahasiswa UIN Suska Riau sekaligus aktivis muda asal Kota Pekanbaru, yang berhasil menembus final Mandalika Essay Competition (MEC) 8 di Lombok.

Di tengah menguatnya isu krisis lingkungan dan ketahanan pangan, Dellas hadir bukan sekadar peserta, tetapi membawa gagasan konkret. Melalui esainya berjudul “CHIPSKU: Menerapkan Inovasi untuk Menciptakan Solusi Cemilan Sehat yang Berkelanjutan, Ramah Lingkungan, dan Berdaya Saing Tinggi di Era Transformasi Digital”, ia menawarkan pendekatan baru dalam membangun sistem pangan yang sehat sekaligus berkelanjutan.

Menariknya, dalam kompetisi bertema “Indonesia Hebat 2035” ini, Riau juga diwakili oleh gagasan berbasis kearifan lokal—yakni reinterpretasi tradisi Balimau Kasai sebagai ritus air dalam gerakan ekologis berbasis budaya Kampar. Hal ini menegaskan bahwa solusi masa depan bisa lahir dari perpaduan antara inovasi modern dan akar tradisi.

Peran ganda sebagai penulis gagasan dan pemimpin mahasiswa menjadikan Dellas figur yang utuh—tidak hanya mampu mengkritisi, tetapi juga menggerakkan. Keberhasilannya menembus final MEC 8 menjadi bukti bahwa anak muda Pekanbaru mampu bersaing dan membawa narasi perubahan dari daerah ke tingkat nasional.

Namun, di balik capaian tersebut, Dellas juga menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah. Ia berharap Pemerintah Provinsi Riau dan khususnya Pemerintah Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru dapat memberikan dukungan serta memfasilitasi keberangkatannya menuju babak final di Lombok.

Menurutnya, partisipasi dalam ajang nasional ini bukan sekadar kompetisi pribadi, tetapi juga membawa dampak strategis bagi daerah. “Ini momentum untuk memperkenalkan potensi Riau, termasuk kearifan lokal seperti Balimau Kasai, ke tingkat nasional. Dukungan pemerintah akan menjadi dorongan besar, bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi semangat generasi muda daerah,” ujarnya.

Ajang yang akan digelar pada 16–18 Mei 2026 di Lombok ini menjadi panggung pembuktian—bukan hanya bagi Dellas, tetapi juga bagi wajah baru generasi muda Riau: kritis, solutif, dan berakar pada realitas.

Jika selama ini daerah kerap dipandang sebagai penonton pembangunan, maka kehadiran Dellas Akhmeidi membantah anggapan itu. Dari Pekanbaru, ia membawa pesan sederhana namun kuat—perubahan tidak menunggu pusat, tapi bisa lahir dari anak muda yang berani berpikir dan bertindak.

 

Editor  :  Redaksi

Example 120x600