Example floating
Example floating
Berita

GMNI Bengkalis Soroti: “Bengkalis Menjerit, BUMD Diduga Jadi Ladang Foya-Foya Anggaran”

108
×

GMNI Bengkalis Soroti: “Bengkalis Menjerit, BUMD Diduga Jadi Ladang Foya-Foya Anggaran”

Sebarkan artikel ini

Bengkalis, Kompas 1 net — Keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sejatinya ditujukan untuk memperkuat pendapatan asli daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun yang terjadi di Kabupaten Bengkalis justru berbanding terbalik. BUMD diduga mengalami penyimpangan fungsi dan lebih mengarah pada kepentingan segelintir elite, bukan untuk kepentingan publik.

GMNI Bengkalis menilai sejumlah proyek yang dijalankan BUMD sarat kejanggalan. Revitalisasi SPBU BUMD dan pembangunan Kantor BLJ menjadi contoh nyata. Proyek dengan nilai anggaran lebih dari Rp10 miliar tersebut dinilai tidak menunjukkan standar kualitas yang memadai. Rinciannya, revitalisasi mencapai Rp3,4 miliar dan pembangunan kantor sekitar Rp3,05 miliar. Besarnya anggaran yang digelontorkan tidak sebanding dengan hasil yang tampak di lapangan, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya pemborosan bahkan potensi penyimpangan anggaran.

Ketua GMNI Bengkalis, Zulfhan Azmal, dengan tegas mengkritik lemahnya transparansi dalam proses pengadaan dan lelang proyek tersebut.

“Proyek bernilai miliaran rupiah ini seharusnya dilaksanakan secara terbuka dan akuntabel. Namun fakta di lapangan menunjukkan minimnya transparansi, bahkan terkesan hanya menguntungkan kelompok tertentu,” tegasnya.

Menurutnya, ketertutupan ini justru memperkuat kecurigaan publik terhadap adanya praktik-praktik yang tidak sehat dalam pengelolaan anggaran daerah. GMNI Bengkalis mendesak agar seluruh proses pengadaan dibuka secara terang-benderang agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Lebih jauh, GMNI juga menyoroti dugaan pemborosan lain, termasuk praktik perjalanan dinas yang terkesan berlebihan dan tidak berdampak signifikan bagi daerah. Alih-alih menghasilkan pemasukan, aktivitas tersebut justru dinilai hanya menghabiskan anggaran tanpa kontribusi nyata.

BUMD yang seharusnya menjadi motor ekonomi daerah kini justru berpotensi menjadi beban. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah akan semakin runtuh.

Atas dasar itu, GMNI Bengkalis mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kapolda Riau, untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh dan transparan. Dugaan adanya praktik “fee proyek” yang kerap disebut sebagai “jatah preman” harus diusut tuntas tanpa pandang bulu.

“Ini bukan sekadar persoalan anggaran, tetapi menyangkut kepercayaan masyarakat. Jika benar terjadi penyimpangan, maka harus ada tindakan tegas,” tutup Zulfhan.

 

Editor: Redaksi

Example 120x600
Berita

Rokan Hulu Luhak Kepenuhan Rohul bergejolak pakar lingkungan Dr Elviriadi segera temui Bupati Anton SF Haryanto aksi ratusan massa pemilik lahan segera bergulir Kepenuhan Timur Kabupaten Rokan Hulu masyarakat lahannya terkurung aktivitas PT AMR hilang kesabaran riak muncul buah bibir warung kopi pasar pusat keramaian kali ini tak ada kata mundur apapun terjadi pemilik lahan siap ucap Abdul Gani Sabtu 3/10/26 pakar lingkungan baru pulang Kementerian Kehutanan angkat bicara hampir final di Kemenhut tinggal koordinasi Bupati Gubernur alumni UKM Malaysia akademisi ahli pengadilan minta masyarakat solid dibantu Aliansi Masyarakat Peduli Luhak Kepenuhan AMPLK Lembaga Kerapatan Adat LKA Luhak Kepenuhan putus pungkas peneliti gambut ikhlas gundul pacul demi hutan Berkey unggahan Riau Tivi keluhan warga anak kemanakan Luhak Kepenuhan Kecamatan Kepenuhan tolak pengajuan pelepasan kawasan hutan PT AMR kehadiran timbulkan perpecahan anak nelayan Alfa Syaputra konflik rusaknya ekosistem alam sungai Bilah Bilah penghasil ikan terbesar pendangkalan penghasilan menurun.`