Example floating
Example floating
Artikel

PITUHAH DATUK “Ramadhan Karim — Orang Beradat, Teguh Beriman” Oleh: Dt. Heri Ismanto, S.Th.I

51
×

PITUHAH DATUK “Ramadhan Karim — Orang Beradat, Teguh Beriman” Oleh: Dt. Heri Ismanto, S.Th.I

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ramadhan Karim telah datang — hadir bukan sekadar menandai perjalanan waktu, tetapi sebagai panggilan suci yang mengetuk pintu hati setiap insan. Ia membawa cahaya bagi yang ingin melihat, membawa ampunan bagi yang ingin kembali, serta membawa kekuatan bagi mereka yang masih teguh berdiri di jalan Ilahi.

Wahai anak kemenakan, dengarkan pituah ini dengan hati yang jernih. Zaman boleh berubah. Dunia boleh berputar semakin deras. Namun satu yang tak boleh tanggal dari diri kita: Orang Melayu hidup karena adatnya, dan mulia karena imannya.

Example 300x600

Sejak dahulu orang tua-tua telah meletakkan sendi kehidupan:
Adat bersendi syarak, Syarak bersendi Kitabullah. Syarak memimpin jalan, adat menjaga marwah, iman menguatkan langkah. Bila tiga ini terpelihara, takkan goyah badai menerpa. Takkan runtuh walau zaman menggoda.

Namun ingatlah — adat bukan sekadar warisan untuk dibanggakan, melainkan amanah untuk ditegakkan. Jangan adat tinggal pada pakaian. Jangan iman hanya pada ucapan. Hidupkan keduanya dalam perbuatan.

Sebab marwah negeri tidak dijaga oleh tingginya bangunan, tetapi oleh keluhuran budi. Kekuatan umat tidak lahir dari banyaknya harta, melainkan dari hati yang tunduk kepada Allah.

Ramadhan datang untuk menegakkan kembali yang condong, meluruskan yang bengkok, dan menyadarkan yang lalai. Tahanlah amarah. Lunakkanlah hati. Jujurkanlah niat. Karena orang beradat tahu batas, dan orang beriman ingat akhirat.

Peganglah pituah ini kuat-kuat:
Lebih baik patah karena kebenaran daripada hidup dalam kebatilan.
Lebih baik kehilangan dunia daripada kehilangan Allah.

Jadilah insan yang tidak menjual marwah demi kepentingan sesaat, tidak menggadaikan harga diri demi pujian yang cepat hilang. Berjalanlah lurus meski sendirian. Berkatalah benar meski pahit. Tetaplah sujud meski dunia mengajak berpaling.

Ketahuilah — Bila adat runtuh, bangsa kehilangan arah. Bila iman rapuh, hidup kehilangan berkah. Maka bangkitkan kembali jiwa Melayu sejati — jiwa yang lembut namun tidak lemah, tegas namun tidak zalim, berani namun tetap beradab.

Biarlah Ramadhan ini menjadi saksi:
Orang beradat takkan hilang marwahnya. Orang beriman takkan goyah pendiriannya.

Akhirnya, kutitipkan pituah untuk dijaga sepanjang hayat:
Orang beradat — langkahnya bersempadan.
Teguh beriman — hatinya bertuhan.
Adat terpelihara, iman menyala, negeri pun sentosa, umat pun mulia.

Ramadhan Karim. Tegakkan adatmu. Kuatkan imanmu. Muliakan negerimu.
Sebab hanya mereka yang menjaga adat dan iman, yang bukan sekadar hidup di bumi — tetapi juga layak dimuliakan oleh langit.

Mohon maaf lahir dan Bathin, Selamat menjalankan Ibadah Suci Ramadhan Mubarak.

 

Dt. Heri Ismanto, S.Th.I, adalah Datuk Laksamana Mudo. Ketua Aliansi Masyarakat Adat Melayu (AMA) Riau

Example 300250
Example 120x600