Dengan bismillah bermula kalam, dengan sholawat dibuka salam. Semoga nitizen bahagia tentram, diberkahi pemilik semesta alam. Aamiin!!!
Pendahuluan :
Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk menjadikan ajaran Al-Qur’an sebagai landasan kehidupan bermasyarakat. Namun, upaya tersebut sering menghadapi hambatan utama berupa keterbatasan pemahaman terhadap bahasa Arab – bahasa asli wahyu Al-Qur’an.
Padahal memahami bahasa Arab bukan hanya tentang kemampuan membaca teks suci, tetapi juga tentang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam setiap aspek kehidupan sebagai “way of life”.
Artikel ini bertujuan mengkaji pentingnya menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa kedua dalam kurikulum pendidikan keluarga dan masyarakat Islam Indonesia, serta bagaimana hal ini dapat menjadi fondasi utama dalam membumikan ajaran Al-Qur’an secara menyeluruh.
Latar Belakang
Sejak masuknya Islam ke Nusantara, bahasa Arab telah memiliki peran penting sebagai bahasa agama, ilmu dan budaya. Namun, seiring perkembangan zaman, peran bahasa Arab semakin tergeser oleh bahasa-bahasa internasional dan lokal dalam konteks pendidikan formal dan non formal.
Padahal sebagian besar umat Islam Indonesia hanya dapat mengakses Al-Qur’an melalui terjemahan atau tafsir yang telah disajikan, sehingga terkadang tidak dapat menangkap makna asli dan konteks sejarah dari ayat-ayat suci tersebut.
Perkembangan teknologi dan globalisasi memberi kesempatan baru untuk mengembangkan kemampuan bahasa Arab, tetapi juga membawa tantangan berupa dominasi bahasa Inggris dan bahasa lokal dalam berbagai sektor kehidupan. Disisi lain, tuntutan untuk membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman mendalam tentang ajaran Islam semakin penting dalam menghadapi berbagai masalah sosial yang muncul.
Pendidikan keluarga dan masyarakat sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional memiliki peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai agama sejak dini. Namun, hingga saat ini kurikulum pendidikan keluarga dan masyarakat Islam Indonesia masih jarang mengintegrasikan pembelajaran bahasa Arab secara terstruktur.
Hal ini, menyebabkan kesenjangan antara kesadaran akan pentingnya Al-Qur’an dan kemampuan untuk memahaminya secara langsung, sehingga ajaran Al-Qur’an sulit menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Uraian Penjelasan Materi
1. Bahasa Arab sebagai Jembatan Menuju Pemahaman Al-Qur’an yang Mendalam
a. Hubungan Bahasa Arab Dengan Al-Qur’an
Bahasa Arab bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga wadah bagi pesan Wahyu Al-Qur’an yang memiliki kedalaman makna, dan struktur bahasa yang unik.
Pemahaman terhadap bahasa Arab memungkinkan individu untuk :
* Membaca dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an secara langsung tanpa bergantung sepenuhnya pada terjemahan
* Menangkap nuansa makna, konteks sejarah, dan kaidah bahasa yang menjadi dasar pemahaman tafsir Al-Qur’an
* Merasakan keindahan bacaan Al-Qur’an (tajwid) dan menghayati makna yang terkandung didalamnya secara lebih mendalam.
b. Kosekwensi Keterbatasan Kemampuan Bahasa Arab
Kurangnya kemampuan bahasa Arab pada umat Islam Indonesia seringkali menyebabkan :
* Pemahaman yang dangkal tentang ajaran Al-Qur’an yang hanya berfokus pada aspek ritual saja
* Mudahnya terpengaruh oleh pemahaman yang keliru atau menyimpang terhadap ajaran Islam
* Sulitnya mengaplikasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam hubungan sosial, ekonomi dan politik.
2. Pentingnya Menjadikan Bahasa Arab sebagai Bahasa Kedua dalam Pendidikan Keluarga dan Masyarakat
a. Pendidikan Keluarga Sebagai Fondasi Awal
Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama, dimana individu belajar tentang agama dan nilai-nilai kehidupan. Mengintegrasikan pembelajaran bahasa Arab dalam Pendidikan keluarga memiliki manfaat, al :
* Menanamkan kecintaan terhadap bahasa Arab – Al-Qur’an sejak usia dini
* Membuat pembelajaran bahasa Arab menjadi bagian dari rutinitas keluarga, seperti membaca Al-Qur’an bersama setiap hari dengan membahas maknanya dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia
* Membangun komunikasi keluarga yang berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an yang dipahami secara benar.
b. Pendidikan Masyarakat Sebagai Wadah Pengembangan
Masyarakat memiliki peran untuk mendukung dan memperluas pembelajaran bahasa Arab yang dimulai dari keluarga.
Beberapa bentuk implementasinya, al :
* Pendirian kelompok belajar bahasa Arab dan Al-Qur’an untuk berbagai kelompok usia di lingkungan masyarakat.
* Pemanfaatan fasilitas Masyarakat seperti masjid, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan non formal untuk menyelenggarakan kursus bahasa Arab
* Pengorganisasian kegiatan budaya Islam yang menggunakan bahasa Arab, seperti lomba bacaan Al-Qur’an, pidato dalam bahasa Arab, dan pertukaran budaya dengan negara-negara berbahasa Arab.
c. Manfaat Sebagai Bahasa Kedua :
Menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa kedua bukan berarti menggantikan bahasa Indonesia atau bahasa daerah, melainkan menambah kemampuan komunikasi dan pemahaman, manfaatnya al :
* Meningkatkan kapasitas individu untuk mengakses sumber ilmu Islam secara langsung dari literatur bahasa Arab
* Memfasilitasi hubungan dengan dengan umat Islam di seluruh dunia dan memperkuat solidaritas umat Islam global
* Mendorong perkembangan industri pendidikan, penerbitan dan pariwisata Islam di Indonesia
3. Strategi Implementasi dalam Kurikulum Pendidikan Keluarga dan Masyarakat
a. Kurikulum Pendidikan Keluarga :
* Tingkat Awal (Anak Usia Dini)
Mengenalkan kata-kata dasar bahasa Arab melalui lagu, sajak, puisi dan permainan serta mengajarkan cara membaca huruf hijaiyah dengan benar
* Tingkat Dasar dan Menengah (SD dan SMP) Mengembangkan kemampuan berbicara, membaca dan menulis bahasa Arab dasar, serta membahas makna ayat-ayat Al-Qur’an yang sederhana dalam bahasa Arab
* Tingkat Lanjut (Remaja dan Dewasa)
Mengajarkan bahasa Arab yang lebih kompleks, termasuk kaidah tafsir dan ilmu bahasa Arab, serta mengaplikasikan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
b. Kurikulum Pendidikan Masyarakat
* Program pelatihan : Menyediakan kursus bahasa Arab Dengan berbagai Tingkat kesulitan, mulai dari dasar hingga lanjutan, yang dapat diikuti oleh masyarakat dari berbagai latar belakang
* Bahan Ajar Yang Relevan : Mengembangkan bahan ajar yang terintegrasi dengan ajaran Al-Qur’an dan nilai-nilai budaya Indonesia, sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan
* Pemanfaatan Teknologi : Menggunakan flatform digital, aplikasi, pembelajaran bahasa dan konten online untuk memudahkan akses masyarakat terhadap pembelajaran bahasa Arab kapan dan dimana saja
* Kolaborasi Antar Lembaga : Menjalin kerjasama antara lembaga pendidikan agama, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat untuk menyelenggarakan program pembelajaran bahasa Arab secara terpadu.
4. Tantangan dan Solusi Implementasi
a. Tantangan Yang Dihadapi :
* Kurangnya Sumber Daya Manusia : Keterbatasan jumlah guru dan instruktur bahasa Arab yang kompten dan berpengalaman di lingkungan keluarga dan masyarakat
* Kurangnya Kesadaran : Banyak keluarga dan masyarakat yang belum menyadari pentingnya menguasai bahasa Arab dalam memahami Al-Qur’an secara mendalam
* Keterbatasan Akses dan Sarana : Beberapa daerah di Indonesia masih sulit mengakses fasilitas dan bahan ajar pembelajaran bahasa Arab
* Kurangnya dukungan sistem : Belum adanya kebijakan yang jelas dan dukungan penuh dari pemerintah untuk mengembangkan pembelajaran bahasa Arab dalam Pendidikan keluarga dan masyarakat
b. Solusi Yang Dapat Dilakukan
* Pelatihan dan Pengembangan Guru : Menyelenggarakan program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru bahasa Arab dan membentuk jaringan guru yang dapat saling berbagi pengalaman
* Kampanye Pendidikan dan Sosialisasi : Melakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bahasa Arab melalui berbagai media dan kegiatan masyarakat
* Pengembangan Sarana dan Prasarana : Membangun perpustakaan berisi buku-buku berbahasa Arab, menyediakan akses internet untuk pembelajaran online, dan mendirikan pusat pembelajaran bahasa Arab di setiap kecamatan
* Penguatan Kebijakan dan Kolaborasi : Menggagas kebijakan pemerintah yang mendukung pengenalan bahasa Arab dalam pendidikan keluarga dan masyarakat serta menjalin kerjasama dengan negara-negara berbahasa Arab untuk mendapatkan bantuan dan dukungan.
5. Dampak Positif Bagi Masyarakat Islam Indonesia
* Peningkatan kualitas pemahaman agama: Umat Islam dapat memahami ajaran Al-Qur’an secara lebih mendalam dan mengaplikasikannya sebagai “way of life”
* Pembangunan Karakter dan Akhlak : Nilai-nilai Al-Qur’an yang dipahami secara benar akan membentuk generasi muda yang memiliki akhlak mulia, bertanggungjawab, dan memiliki integritas yang tinggi
* Perkembangan Ilmu dan Budaya : Akses terhadap sumber ilmu berbahasa Arab akan mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya Islam di Indonesia.
* Peningkatan peran Indonesia di dunia Islam : Dengan memiliki banyak individu yang menguasai bahasa Arab dan pemahaman Al-Qur’an yang baik, Indonesia dapat menjadi contoh dan pemimpin dunia Islam
Kesimpulan :
Bahasa Arab memiliki peran yang tidak tergantikan sebagai jembatan untuk memahami Al-Qur’an secara mendalam dan mengintegrasikan ajarannya sebagai “way of life” dalam kehidupan masyarakat Islam Indonesia. Menjadikannya sebagai bahasa kedua dalam kurikulum pendidikan keluarga dan masyarakat bukan hanya sebuah pilihan, tetapi sebuah kebutuhan mendesak.
Implementasi pembelajaran bahasa Arab dalam pendidikan keluarga dan masyarakat memiliki manfaat yang luas, mulai dari peningkatan pemahaman agama, pembangunan karakter hingga perkembangan ilmu dan budaya. Meski terdapat berbagai tantangan dalam pelaksanaannya, solusi yang tepat dan dukungan dari semua pihak dapat mengatasi hambatan tersebut.
Hubungan antara bahasa Arab dengan pendidikan keluarga dan masyarakat bukanlah sesuatu yang terpisah, melainkan saling terkait dan saling memperkuat. Pendidikan keluarga – menjadi fondasi awal, sedangkan pendidikan masyarakat menjadi wadah pengembangan dan perluasan kemampuan yang telah dipelajari.
Penutup:
Di masa depan, peran bahasa Arab dalam kehidupan masyarakat Islam Indonesia akan semakin penting untuk menjaga keutuhan ajaran Islam dan membangun generasi yang berkualitas.
Menjadikannya sebagai bahasa kedua dalam kurikulum pendidikan keluarga dan masyarakat adalah langkah strategis untuk membumikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup yang komprehensif.
Perlu adanya komitmen bersama dari keluarga dan masyarakat, pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mendukung implementasi ini.
Dengan demikian, Indonesia sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan umat Islam global dan menciptakan masyarakat yang damai, harmonis dan sejahtera berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an yang luhur insyaAllah. Wassalam.
M. Sangap Siregar, S.Pd., MA adalah : Dosen Univ. Hang Tuah Pekanbaru Riau,
Alumni Magister Psikologi Konseling University Kebangsaan Malaysia, 2004
Pengajar Mata Kuliah Filsafat Pendidikan Islam FKIP UIR Periode TA. 2015 – 2020, Anggota : Muballigh MDI Kota Pekanbaru.
Sumber :
Media Kecerdasan AI ; www. dola.com









