Example floating
Example floating
Parlemen

FPG DPRD Rohil Beri 4 Catatan Penting Terkait Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024

80
×

FPG DPRD Rohil Beri 4 Catatan Penting Terkait Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024

Sebarkan artikel ini

Rokan Hilir, Kompas 1 net – Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Rokan Hilir terkait penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024, Fraksi Partai Golkar menyampaikan empat poin strategis sebagai catatan penting kepada Pemerintah Daerah.

Pada kesempatan tersebut, Fraksi Golkar memberikan apresiasi terhadap capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Meski demikian, Golkar mengingatkan agar capaian tersebut tidak menjadi alasan untuk berpuas diri.

> “Prestasi WTP patut diapresiasi, namun OPD tidak boleh lengah. Keberhasilan sesungguhnya diukur dari manfaat yang dirasakan langsung oleh rakyat,” tegas Fraksi Golkar.

Golkar juga menyoroti bahwa laporan pertanggungjawaban APBD tidak boleh semata-mata menampilkan angka-angka realisasi pendapatan dan belanja. Ditekankan perlunya penjelasan rinci mengenai capaian program, kegiatan yang belum terealisasi, serta hambatan yang dihadapi di lapangan.

> “Angka realisasi belum cukup. Harus ada penjabaran dampak dan keberhasilan program untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas,” lanjutnya.

Poin ketiga, Fraksi Golkar mendorong Pemerintah Daerah agar terus melakukan efisiensi dan optimalisasi anggaran. Penekanan diberikan pada pentingnya memprioritaskan program-program pembangunan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

> “Anggaran harus diarahkan pada program yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil,” ujar perwakilan fraksi.

Menutup pandangan umum, Fraksi Golkar menyuarakan keprihatinan terhadap nasib tenaga honorer yang tidak lulus seleksi PPPK. Golkar meminta Bupati Rokan Hilir untuk segera mengambil langkah konkret guna memberikan solusi atas ketidakpastian status ribuan tenaga honorer yang selama ini telah mengabdi.

> “Mereka adalah aset daerah yang sudah memberikan kontribusi bertahun-tahun. Harus ada kebijakan khusus agar nasib mereka tidak terabaikan,” tegas Fraksi Golkar.

Dengan empat catatan penting tersebut, Fraksi Partai Golkar berharap Pemerintah Daerah dapat mengedepankan prinsip transparansi, efisiensi, serta keberpihakan kepada masyarakat dalam mengelola keuangan daerah dan merancang pembangunan ke depan.(ZAD)

Example 120x600
Parlemen

Jakarta Anggota Badan Legislasi Baleg DPR RI Muhammad Khozin nilai persoalan masyarakat adat tidak dapat dilepas isu agraria khususnya menyangkut wilayah adat tanah ulayat serta masyarakat adat berada kawasan kehutanan menurutnya aspek kultur kebudayaan masyarakat adat memiliki keterkaitan erat persoalan penguasaan pengelolaan tanah mayoritas persoalan dihadapi masyarakat adat memiliki korelasi persoalan agraria masalah kewilayahan ada dua yaitu masalah kultur kebudayaan memang tidak bisa dilepas berbicara urusan agraria sangat berkorelasi mayoritas isu masyarakat adat ini dengan agraria ujar Khozin saat Rapat Dengar Pendapat Umum RDPU Baleg DPR RI Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara Gedung DPR RI Jakarta Rabu 7/10/2026 Foto Runi sai Khozin jelaskan persoalan berkaitan sejarah pertanahan Indonesia termasuk keberadaan hak kepemilikan sebelum berlaku Undang-Undang Pokok Agraria UUPA Tahun 1960 dalamnya termasuk hak tanah ulayat adat keberadaan masyarakat berada kawasan kehutanan persoalan telah berlangsung puluhan tahun akibat perbedaan pengaturan kewenangan antarinstansi kondisi akhirnya membuat masyarakat pihak paling terdampak konflik agraria kita sudah berpuluh tahun terbelenggu dengan ribut antarinstansi antarinternal negara yang menjadi korban dirugikan selalu masyarakat katanya Khozin nilai pengesahan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria salah satu langkah putus persoalan regulasi dirancang tangani konflik agraria struktural termasuk persoalan terjadi wilayah masyarakat adat DPR sebelumnya telah sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria instrumen selesaikan konflik pertanahan lindungi hak masyarakat adat setidaknya ini sudah satu langkah maju dengan pengaturan reforma agraria tutur legislator Fraksi PKB lebih lanjut Khozin soroti adanya mekanisme pengecualian bagi lokasi daerah mengalami konflik agraria struktural daerah adat telah ditetapkan lokasi prioritas reforma agraria nantinya dapat memperoleh mekanisme penyelesaian khusus sehingga tidak lagi terhambat berbagai ketentuan sektoral selama ini kendala ketika sudah ditetapkan menjadi lokasi prioritas reforma agraria maka tidak tunduk kepada undang-undang yang selama ini membelenggu dalam penyelesaian agraria jelasnya contoh sejumlah regulasi sektoral selama ini bersinggungan penyelesaian konflik agraria antara lain aturan bidang kehutanan BUMN perbendaharaan negara berbagai regulasi sektoral lainnya menurut Khozin pengaturan reforma agraria diharapkan dapat menjadi instrumen khusus menyelesaikan konflik secara lebih komprehensif ini kita istilahkan produk undang-undang lex specialis artinya ketika itu sudah termasuk titik-titik lokasi yang sudah disampaikan nanti akan diproteksi untuk diselesaikan oleh Badan Reforma Agraria ungkapnya Khozin juga nilai pembentukan penguatan kelembagaan menangani reforma agraria menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap penyelesaian konflik agraria berharap langkah segera ditindaklanjuti melalui penyelesaian konkret berbagai konflik selama ini dialami masyarakat termasuk masyarakat adat political will Presiden isu penyelesaian konflik agraria ini perlu kita apresiasi bersama tidak perlu menunggu jeda satu bulan dua bulan hanya dalam hitungan hari langsung dilakukan pungkas Khozin pdt aha Parlementaria Jakarta DPR RI.`

Parlemen

Heboh SPMB 2026 60.131 kursi PTN kosong 9,58% daya tampung mubazir 17.816 maba mundur tidak daftar ulang diduga UKT mahal Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani bongkar di Unhas Makassar 2 Okt 2026 jangan sampai anak bangsa gagal kuliah ekonomi evaluasi total UKT bantuan jalur mandiri matikan PTS kuliah gratis 2027 butuh Rp93,7 T 2,83 juta mahasiswa total 4,4 juta bisa jebol Rp200 T UKT IPI biaya hidup nasib PTNBH Unhas pendapatan PTS megap-megap solusi KIP Kuliah alih PTS BOPT Swasta