Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Camat Tabir Ikuti Diklat Pimpinan Kepegawaian Administrator (KPA) di Lubuk Linggau Angkatan 111

63
×

Camat Tabir Ikuti Diklat Pimpinan Kepegawaian Administrator (KPA) di Lubuk Linggau Angkatan 111

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Merangin, Kompas 1 net- Staf Ahli Walikota Lubuk Linggau bidang kemasyarakatan dan sumberdaya manusia (SDM) Heri Zulianta membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (KPA) Angkatan 111 di Aula UPT diklat BKPSDM Lubuk Linggau, yang berlangsung dari tanggal 15 Juli sampai tanggal 14 Nopember 2024.

Kepala BKPSDM Kota Lubuk Linggau, Hj Yulita Angraeni dalam sambutannya mengatakan, bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan kepemimpinan manajerial dan menambah pengetahuan peserta.

Peserta Diklat PKA berjumlah sebanyak 45 orang yang datang dari berbagai daerah kabupaten dengan rincian, dari Kabupaten Merangin 13 orang, Kabupaten lahat 9 orang,

Kabupaten Lebong 6 orang Kota Lubuk Linggau 9 orang, Kabupaten Tebo 1 orang, Kabupaten empat Lawang 1 orang dan Bawaslu provinsi Sumsel 2 orang, Jum’at tanggal 30/08/2024.

Selama mengikuti kegiatan ini peserta menggunakan metode Branded Learning ialah perpaduan antara pelatihan klasikal dan non klasikal serta aplikasi Learning yakni aplikasi manajemen dan kepemimpinan LAN-RI atau melalui google room.

Sementara itu, Staf Ahli Walikota bidang kemasyarakatan dan sumberdaya manusia Lubuk Linggau, Heri Zulianta menyampaikan selamat datang kepada peserta yang berasal dari luar kota Lubuk Linggau.

Menurutnya, dengan mengikuti pelatihan ini para peserta diharapkan menjadi pemimpin yang bersih saat menduduki kepemimpinan yang lebih tinggi.

” Tidak cukup hanya memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan dan latar belakang pendidikan, namun perlu juga menjaga sikap bagaimana mencetak pemimpin yang bersih, tegas, dalam bertingkah laku, interaksi maupun implementasi dari aktivitas guna menghindari dari perilaku penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan,” ungkap Heri Zulianta.

Terpisah, Samsul Zaini selaku Camat Kacamata Tabir kabupaten merangin-Jambi yang ikut serta dalam kegiatan pelatihan PKA (Pelatihan Kepemimpinan Administrator) Menyebutkan,

” Melalui Diklat ini, saya harapkan kepada semua yang mengikuti untuk dapat menjadi pemimpin yang mengkoordinir pemerintahan dan mediator Masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan umum, pemberdayaan masyarakat, mengoordinasikan ketertiban umum serta menegakkan peraturan daerah dan kepala daerah,” ungkap Samsul.

 

Tores.**


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.