Example floating
Example floating
Parlemen

3 Nama Direkomendasikan DPRD Inhil untuk Pj Bupati Timbulkan Kontroversi, Ery Putra Disorot Begini..!

235
×

3 Nama Direkomendasikan DPRD Inhil untuk Pj Bupati Timbulkan Kontroversi, Ery Putra Disorot Begini..!

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi/ Poto ( google)

Tembilahan, Kompas 1 net – DPRD Inhil telah mengeluarkan surat rekomendasi 3 nama sebagai calon Penjabat Bupati Inhil. Hal itu sebagai tindak lanjut untuk menggantikan posisi Pj. Bupati Inhil Herman sebab telah mengajukan surat pengunduran diri ke kementrian dalam negeri guna mengikuti pilkada serentak pada November 2024 mendatang.

Tiga nama tersebut seluruhnya berasal dari pejabat pratama eselon II dilingkungan pemkab inhil yang saat ini menduduki berbagai jabatan. Diantara 3 nama tersebut ada nama Afrizal (Staf ahli pemerintahan), Tantawi Jauhari (Asisten 1) dan Ery Putra (Kepala Dinas Perikanan inhil).

Kop surat bernomor : 684/DPRD/VII/2024 yang telah di ajukan oleh DPRD Inhil kepada pemerintah provinsi Riau tersebut sebagai tindak lanjut dari permohonan pemprov riau melalui Pj. Sekda Riau dengan nomor: 100.1.7/PEM-OTM/2615 tertanggal 15 Juli 2024 terkait permohonan usulan 3 nama calon penjabat bupati Inhil.

Adapun 2 dari 3 nama yang di usulkan oleh DPRD inhil merupakan penjabat yang pernah menduduki jabatan sekda diantaranya ada nama Afrizal dan Ery Putra.

Afrizal yang saat ini menjabat sebagai staf ahli di lingkungan pemkab inhil ini, sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekdakab Inhil cukup lama di era kepemimpinan HM. Wardan saat menjabat sebagai bupati inhil kala itu. Ia pun kembali dicalonkan oleh DPRD inhil sebagai penjabat bupati pengganti Herman.

Selanjutnya ada nama Ery Putra yang juga telah di sodorkan oleh DPRD Inhil untuk di ajukan kepada kementrian dalam negeri untuk menjadi calon penjabat bupati inhil.

Di era kepemimpinan HM. Wardan, Ery Putra diketahui terakhir menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan di lingkungan pemkab inhil sebelum di angkat oleh Pj. Bupati Inhil Herman menjadi penjabat sekda menggantikan Afrizal.

Ironisnya Ery Putra yang menjabat sebagai Sekda inhil, dia hanya bertahan selama kurun waktu kurang lebih 3 bulan lamanya. Menurut kabar yang beredar Ery Putra diberhentikan dari jabatannya sebagai sekda akibat terkena evaluasi karena di anggap minim kinerja sebagai orang nomor 2 di lingkungan pemkab inhil tersebut.

TANGGAPAN MASYARAKAT

Atas rekomendasi yang diberikan oleh DPRD Inhil terhadap 3 nama yang di ajukan oleh pihak DPRD Inhil, akibatnya menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat inhil.

Persoalan itu muncul ketika nama Ery Putra yang di calonkan menjadi penjabat bupati inhil tersebut di anggap telah mencederai hati masyarakat inhil sebab dianggap minim kinerja selama menjabat sebagai sekda.

“Kita menyayangkan keputusan DPRD Inhil mengajukan nama Ery Putra sebagai calon penjabat bupati inhil, sebab beliau minim kinerja,” ucap Izul sebagai NGO yang menaungi berbagai Ormas di inhil tersebut pada Jumat, 18/07/2024.

Ditambahkan Izul seharusnya pihak DPRD Inhil dalam melakukan penunjukan calon penjabat bupati lebih mengedepankan track record seseorang, sehingga nantinya di antara para calon tersebut memang benar-benar memiliki kredibilitas dan kapabilitas untuk menjalankan pemerintahan.

“Kita sama-sama taulah bagaimana track record beliau (Ery Putra) saat menjabat sebagai sekda,” lanjut Izul.

Namun Izul tidak menyebut secara spesifik track record yang dimaksud saat awak media menanyakan kepada dirinya.

“Nanti masyarakat akan tau sendiri, tak perlu saya kasih tau, toh kabar tak sedap itu sudah beredar kok,” tutupnya.

 

Me, Kompas 1 net melaporkan

Example 120x600
Parlemen

Jakarta Anggota Badan Legislasi Baleg DPR RI Muhammad Khozin nilai persoalan masyarakat adat tidak dapat dilepas isu agraria khususnya menyangkut wilayah adat tanah ulayat serta masyarakat adat berada kawasan kehutanan menurutnya aspek kultur kebudayaan masyarakat adat memiliki keterkaitan erat persoalan penguasaan pengelolaan tanah mayoritas persoalan dihadapi masyarakat adat memiliki korelasi persoalan agraria masalah kewilayahan ada dua yaitu masalah kultur kebudayaan memang tidak bisa dilepas berbicara urusan agraria sangat berkorelasi mayoritas isu masyarakat adat ini dengan agraria ujar Khozin saat Rapat Dengar Pendapat Umum RDPU Baleg DPR RI Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara Gedung DPR RI Jakarta Rabu 7/10/2026 Foto Runi sai Khozin jelaskan persoalan berkaitan sejarah pertanahan Indonesia termasuk keberadaan hak kepemilikan sebelum berlaku Undang-Undang Pokok Agraria UUPA Tahun 1960 dalamnya termasuk hak tanah ulayat adat keberadaan masyarakat berada kawasan kehutanan persoalan telah berlangsung puluhan tahun akibat perbedaan pengaturan kewenangan antarinstansi kondisi akhirnya membuat masyarakat pihak paling terdampak konflik agraria kita sudah berpuluh tahun terbelenggu dengan ribut antarinstansi antarinternal negara yang menjadi korban dirugikan selalu masyarakat katanya Khozin nilai pengesahan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria salah satu langkah putus persoalan regulasi dirancang tangani konflik agraria struktural termasuk persoalan terjadi wilayah masyarakat adat DPR sebelumnya telah sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria instrumen selesaikan konflik pertanahan lindungi hak masyarakat adat setidaknya ini sudah satu langkah maju dengan pengaturan reforma agraria tutur legislator Fraksi PKB lebih lanjut Khozin soroti adanya mekanisme pengecualian bagi lokasi daerah mengalami konflik agraria struktural daerah adat telah ditetapkan lokasi prioritas reforma agraria nantinya dapat memperoleh mekanisme penyelesaian khusus sehingga tidak lagi terhambat berbagai ketentuan sektoral selama ini kendala ketika sudah ditetapkan menjadi lokasi prioritas reforma agraria maka tidak tunduk kepada undang-undang yang selama ini membelenggu dalam penyelesaian agraria jelasnya contoh sejumlah regulasi sektoral selama ini bersinggungan penyelesaian konflik agraria antara lain aturan bidang kehutanan BUMN perbendaharaan negara berbagai regulasi sektoral lainnya menurut Khozin pengaturan reforma agraria diharapkan dapat menjadi instrumen khusus menyelesaikan konflik secara lebih komprehensif ini kita istilahkan produk undang-undang lex specialis artinya ketika itu sudah termasuk titik-titik lokasi yang sudah disampaikan nanti akan diproteksi untuk diselesaikan oleh Badan Reforma Agraria ungkapnya Khozin juga nilai pembentukan penguatan kelembagaan menangani reforma agraria menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap penyelesaian konflik agraria berharap langkah segera ditindaklanjuti melalui penyelesaian konkret berbagai konflik selama ini dialami masyarakat termasuk masyarakat adat political will Presiden isu penyelesaian konflik agraria ini perlu kita apresiasi bersama tidak perlu menunggu jeda satu bulan dua bulan hanya dalam hitungan hari langsung dilakukan pungkas Khozin pdt aha Parlementaria Jakarta DPR RI.`

Parlemen

Heboh SPMB 2026 60.131 kursi PTN kosong 9,58% daya tampung mubazir 17.816 maba mundur tidak daftar ulang diduga UKT mahal Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani bongkar di Unhas Makassar 2 Okt 2026 jangan sampai anak bangsa gagal kuliah ekonomi evaluasi total UKT bantuan jalur mandiri matikan PTS kuliah gratis 2027 butuh Rp93,7 T 2,83 juta mahasiswa total 4,4 juta bisa jebol Rp200 T UKT IPI biaya hidup nasib PTNBH Unhas pendapatan PTS megap-megap solusi KIP Kuliah alih PTS BOPT Swasta