Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Hadirkan Tim Ahli, foMPGPR Bersama KNPI Rupat Adakan Pelatihan Pengelolaan Gambut Lestari.

50
×

Hadirkan Tim Ahli, foMPGPR Bersama KNPI Rupat Adakan Pelatihan Pengelolaan Gambut Lestari.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rupat (Bengkalis) – Bertempat di Aula Kantor Camat Rupat, Forum Masyarakat Peduli Gambut Rupat (FoMPGR) bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNP) Rupat mengadakan kegiatan pelatihan pengelolaan Gambut Lestari pada hari Selasa (14/3/23)

Bupati Bengkalis Kasmarni melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Drs. Johansyah Syafri membuka secara resmi kegiatan pelatihan pengelolaan Gambut Lestari yang di Taja FoPGPR bersama KNPI Rupat

Turut hadir pada acara tersebut Camat Rupat Hariadi, Danramil 04 Rupat Kapten inf Tarman Sugianto, sebagai Narasumber Muslim Dari BRG, Aktivis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau Jhoni Mundung, juga dari Pakar Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau DR. Elviriadi

.Dalam sambutannya Johansyah Syafri mengatakan, merupakan sebuah penghargaan bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis khususnya pulau Rupat, sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini.

“Mengingat pelatihan ini sangat penting bagi pemanfaatan lahan gambut untuk pembangunan di Kabupaten Bengkalis,Riau.”ucapna

Sebagian besar wilayah Kabupaten Bengkalis terdiri dari lahan gambut. Disatu sisi kondisi ini sangat berpotensi menimbulkan kebakaran karena jenis tanah ini sangat mudah terbakar,” tutur Johansyah Syafri.

Kabupaten Bengkalis memiliki lahan gambut yang sangat luas. Pada umumnya lahan gambut yang ada, sudah menjadi lahan perkebunan sawit dan nenas milik perusahaan maupun perorangan.

“Namun masih ada sebagian lahan yang belum tergarap alias masih menjadi lahan tidur, sehingga menjadi tugas kita bersama agar lahan yang ada menjadi lahan produktif, dengan pengelolaan lahan gambut yang berwawasan lingkungan khususnya di Kecamatan Rupat ini,”terangnya

Saya berharap peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Sehingga akan timbul pemahaman tentang apa dan bagaimana seharusnya pengelolaan lahan gambut yang baik dan benar. Dengan demikian perilaku dan budaya membuka lahan dengan membakar dengan sendirinya akan dapat kita hindari sebaik mungkin,” harapnya.

Setelah selesai acara,kemudian ada narasumber Woro Supartinah, SP, Direktur LPEM RIAU, narasumber Edi Rianti M.Si.Majlis lingkungan hidup Muhamadiah.

Dalam kegiatan itu juga Salikhin mengatakan, banyak Kanal-kanal perusahan yang tak jelas AMDAL, tata kelola airnya hancur membuat pulau gambut Rupat yang tak layak korporasi ini menjadi pulau penyuplai asap akibat air keluar bebas saat musim hujan,tanpa tersimpan dalam kadar tanah gambut menjadi rentan.

“Api khususnya di wilayah masyarakat kadar air dalam gambut sudah tercurah ke Kanal atau parit gajah yang dalam,
dan ketika musim hujan air meluap.karena debit air besar keluar dari banyak nya saluran air yang besar dan dalam seperti sungai.yang selama ini kalau meluap kanal tersebut ke arah
kebun masyarakat ,”tutur Salikhin.

Dalam kesempatan ini juga camat Rupat sangat mendukung forum dan kegiatan pada selasa 14 Maret kemarin,dan perlu ada tindak lanjut lainnya kedepan, dan dalam kegiatan ini juga bekerja sama dengan KNPI Rupat.

“Terimakasih juga rekan pagar negeri bumi Riau, ketua Herman, tak lupa pula tokoh wanita dari Kampung Jawa dan Sidomulyo Serta di suport oleh beberapa tokoh masyarakat, rekan-rekan pemuda yang tak mau disebutkan namanya, yang dikoordinir oleh Pak Darius Guci.*

Indra.S


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.