Example floating
Example floating
Presiden RI

Presiden Jokowi: Pemekaran Wilayah di Papua untuk Pemerataan Pembangunan

54
×

Presiden Jokowi: Pemekaran Wilayah di Papua untuk Pemerataan Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Papua | Kompas 1 Net – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemekaran wilayah di tanah Papua merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pemerataan pembangunan. Selain itu, dengan adanya tiga daerah otonomi baru, yakni Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan, diharapkan akan mempermudah jangkauan pelayanan di tanah Papua yang luas.

“Ini dalam rangka pemerataan pembangunan karena memang tanah Papua ini terlalu luas kalau hanya dua provinsi, terlalu luas. Untuk memudahkan jangkauan pelayanan, itulah dibangun daerah-daerah otonomi baru,” ujar Presiden saat menjawab pertanyaan jurnalis di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Rabu, 31 Agustus 2022.

Menurut Kepala Negara, pemekaran wilayah di Papua merupakan aspirasi yang berasal dari masyarakat Papua sendiri. Aspirasi tersebut telah ada sejak beberapa tahun lalu dan berasal dari berbagai kelompok masyarakat di berbagai wilayah.

“Ini kita kan, saya sendiri mendengar, pemerintah itu mendengar permintaan-permintaan dari bawah. Saya ke Merauke, minta. Saya ke Pegunungan Tengah, kelompok-kelompok datang ke saya minta itu dan sudah 7 tahun yang lalu, 6 tahun yang lalu, 5 tahun yang lalu dan kita tindak lanjuti dengan pelan-pelan. Ini permintaan dari bawah, dari kelompok-kelompok yang ada di sini,” jelasnya.

Terkait masih adanya pro dan kontra terkait pemekaran wilayah tersebut, Presiden menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan sebuah bentuk demokrasi.

“Sekali lagi, itu adalah permintaan dari bawah, bahwa ada pro dan kontra itu namanya demokrasi,” tandasnya.

 

Jayapura, 31 Agustus 2022

Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

 

Website: https://www.presidenri.go.id

YouTube: Sekretariat Presiden.

 

Editor Kompas 1 Net

Example 120x600
Presiden RI

Halmahera Tengah Presiden Prabowo Subianto resmi memulai komersialisasi groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel total keseluruhan nilai investasi USD10,2 miliar sekitar Rp180 triliun serta lepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park IWIP Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara Kamis 8 Oktober 2026 BPMI Setpres Muchlis Jr tiba IWIP Prabowo tinjau fasilitas industri dilalui perjalanan menuju lokasi acara industri bahan baku baterai precursor pengolahan nikel fasilitas industri aluminium sebelum lokasi utama acara kunjungi Wisma Tsingshan lihat stan sajikan informasi kawasan IWIP penjelasan capaian perkembangan kawasan industri perjalanan pembangunan ekosistem industri investasi telah tengah dikembangkan laporan Menteri Investasi Hilirisasi CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani rangkaian proyek diluncurkan mencakup sejumlah industri telah memasuki tahap komersialisasi maupun proyek baru segera dibangun bergerak material baterai berbasis nikel proyeksi baterai aluminium elektrolit alat berat berbasis listrik sudah selesai akan digerakkan groundbreaking material baterai berbasis nikel juga separator baterai EV pertama elektronik baterai EV aluminium elektronik ada dua alat berat berbasis listrik dibangun truk pertambangan industri photovoltaic glass solar energy industry sambutan Presiden Prabowo jelaskan proyek hilirisasi terdiri empat proyek industri telah memasuki tahap komersialisasi tujuh proyek industri baru mulai dibangun keseluruhan proyek bagian pengembangan ekosistem hilirisasi kawasan IWIP diarahkan tingkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi terdiri komersialisasi 4 proyek industri dimulai pembangunan 7 proyek industri baru kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park ucap Presiden Prabowo tegaskan pengembangan industri hilirisasi bagian upaya pemerintah kelola kekayaan alam Indonesia optimal sumber daya alam dimiliki Indonesia harus olah kembangkan dalam negeri agar beri nilai tambah lebih besar kesejahteraan kemakmuran rakyat kita sadari Tuhan Yang Maha Kuasa telah beri kita anugerah kekayaan alam sangat bernilai sangat besar tapi kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola baik sehingga dapat beri manfaat kesejahteraan kemakmuran rakyat bangsa tutur Kepala Negara hadir Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Menko PMK Sugiono Menko Hilirisasi Transisi Energi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Investasi Hilirisasi CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani Menteri PKP Maruarar Sirait Mensesneg Prasetyo Hadi Seskab Teddy Indra Wijaya Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Chairman Tsingshan Industry Xiang Guang Da BPMI Setpres.`