Example floating
Example floating
Ekonomi

10 Pekerjaan Ini Diprediksi Hilang Dimasa Depan, Nomor 5 dan 7 Bikin Geleng Kepala

214
×

10 Pekerjaan Ini Diprediksi Hilang Dimasa Depan, Nomor 5 dan 7 Bikin Geleng Kepala

Sebarkan artikel ini

Photo: Kumparan

Jakarta, Kompas 1 Net – Beberapa jenis pekerjaan diprediksi hilang di masa depan, menyusul terus berkembangnya teknologi.

Teknologi robot nantinya bakal menggantikan peran manusia di beberapa sektor.

Bahkan menurut laman BBC tahun 2019 lalu, ada 20 juta pekerjaan manufaktur dunia tahun 2030 mendatang yang dikerjakan oleh robot. Laporan tersebut berdasarkan analisis dari Oxford Economics.

Menurut analisis yang sama, wilayah yang rentan akan digantikan robot adalah pekerjaan dengan keterampilan rendah, ekonomi lemah dan tingkat pengangguran lebih tinggi.

1. Bagian perakitan dan pekerja pabrik

Robot sudah digunakan untuk hampir seluruh pekerjaan manufaktur besar. Komputer juga sudah bisa merakit produk seperti mobil.

Untuk memprogram robot pun juga mudah dan tak perlu memerlukan teknisi yang terampil. Robot seperti Baxter dan Sawyer dari Rethink Robotics juga dapat diprogram oleh siapapun.

2. Sopir bus, taksi, dan truk

Ini berhubungan dengan munculnya mobil otonom. Beberapa tahun ke depan bukan tak mungkin akan banyak kendaraan itu yang dapat ditemui di jalanan seluruh dunia.

Namun ini juga berarti akan ada potensi kehilangan pekerjaan. Teknologi otonom dapat menggantikan pekerjaan sopir bus, taksi, dan truk. Bahkan juga bisa untuk kendaraan berat, seperti buldozer, pengeboran dan pengangkutan pertambangan atau konstruksi.

3. Operator telepon,

telemarketer dan resepsionis Teknologi voice recognition mungkin dapat lebih canggih lagi di masa depan. Dengan begitu akan membuat perusahaan menggunakan mesin dan menggantikan manusia dalam pekerjaan seperti operator telepon, telemarketer maupun resepsionis.

4. Kasir

Saat ini beberapa toko bahkan sudah tak ada lagi mesin pembayaran yang dijaga oleh seorang kasir. Toko tersebut menggantinya dengan self-checkout atau pelanggan dapat melakukan pembayaran sendiri.

Manusia mungkin masih dibutuhkan, tetapi hanya melakukan pengawasan operasi. Tapi itu pun akan mewakili pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan lebih banyak orang.

5. Teller dan pegawai bank

Dengan kemajuan teknologi ataupun adopsi uang digital seperti Bitcoin, mungkin banyak orang yang tak perlu lagi ke bank. Sebab nasabah bisa melakukan transaksi dalam smartphone mereka.

Ini membuat kegiatan yang dulunya harus dilakukan di bank, bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Padahal sebelumnya nasabah akan pergi ke bank dan dilayani oleh pegawai untuk melakukan hal seperti setoran atau menarik uang.

6. Petugas pengepakan, ruang penyimpanan dan gudang

Pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia ini dapat digantikan dengan robot. Salah satu yang sudah menerapkannya adalah Amazon.

7. Pekerja farmasi

Sejumlah apotek menggantikan teknisi farmasi dengan mesin. Robot-robot itu melakukan pekerjaan seperti memisahkan dan menangani resep para pelanggan. Robot disebut membantu mencegah kesalahan saat bekerja. Inovasi ini juga hanya butuh ruang kecil karena hanya menggunakan seperti lengan robot.

8. Pengumpul informasi, analis dan peneliti

Sejumlah firma hukum dikabarkan mengganti paralegal dan staf lain dengan pengacara e-discovery serta robot riset. Robot bisa menyisir banyak dokumen serta menemukan fakta yang relevan seperti data nomor ponsel dan email dengan kata kunci.

Sejumlah analis keuangan juga digantikan komputer yang dirancang untuk menganalisis dan menemukan pola serta tren dalam data keuangan.

9. Pilot

Drone otonom sudah digunakan militer AS untuk melakukan pengawasan. Bahkan kendaraan itu sudah bisa menyerang tanpa butuh bantuan. Di masa depan bukan tak mungkin drone bertambah canggih dan merambah ke sektor lain. Misalnya menggantikan pilot menerbangkan pesawat kargo.

10. Bartender

Sejumlah perusahaan sudah menggantikan bartender dengan sistem yang diprogram. Layanan seperti Briggo menggantikan manusia dengan robot untuk membuat minuman populer bahkan belajar membuat minuman baru.

 

 

Sumber: dem CNBC Indonesia

Editor : Red

 

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`