Subulussalam, Kompas 1 net – Walikota Subulussalam Haji Rasyid Bancin, HRB, melontarkan protes keras terkait penurunan Dana Bagi Hasil, DBH, sawit yang dialami daerahnya.
Protes disampaikan langsung di hadapan Ketua Komwil I APEKSI 2025-2028, Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Anjlok dari Rp7 Miliar ke Rp1,2 Miliar
Data yang dipaparkan HRB menunjukkan tren penurunan DBH sawit Kota Subulussalam yang sangat tajam selama 4 tahun terakhir:
Tahun. DBH Sawit
2023 Rp7.025.546.000
2024 Rp6.205.955.000
2025 Rp2.312.187.000
2026 Rp1.210.994.712
Artinya, DBH 2026 turun 83% dibanding 2023.
120 Ribu Ha, Tapi Pajak ke Medan?
Padahal, luas areal perkebunan sawit Subulussalam mencapai sekitar 120 ribu hektare.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Realitasnya justru menunjukkan bahwa penerimaan pajak dari komoditas tersebut lebih banyak mengalir ke Pemerintah Kota Medan, bukan ke daerah penghasil,” tegas HRB.
Minta Keadilan ke APEKSI & Pusat
HRB berharap APEKSI menjadi corong penyampaian aspirasi ke Pemerintah Pusat agar ada mekanisme pembagian dana yang adil dan proporsional.
“ Keadilan pembagian hasil adalah kunci agar daerah penghasil komoditas dapat tumbuh secara mandiri dan memberikan manfaat nyata bagi warganya sendiri, ” ujarnya.
Jika dibiarkan, menurutnya PAD tidak akan naik sehingga menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Reporter : Ramona











