Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Lurah Banjar XII Pimpin Goro, PT RMP Pinjamkan Alat Berat 

215
×

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Lurah Banjar XII Pimpin Goro, PT RMP Pinjamkan Alat Berat 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 net – Menindak lanjuti arahan Presiden RI H. Prabowo Subianto dibidang penguatan gerakan kebersihan lingkungan, Kepala Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Romaita, SE, SAP, MSi Melaksanakan kegiatan Goro ( gotong royong ) disetiap Lingkungan yang berada di Wilayah Kelurahan Banjar XII. Jum’at 13 Februari 2026.

Dihadiri para staf, perangkat Kelurahan dan juga masyarakat, kegiatan ini membersihkan Lingkungan I, II, III, dan IV yang ada di Kelurahan Banjar XII. Menariknya untuk membersihkan Kantor Lurah Banjar XII yang sudah tidak difungsikan karena terbakar, Gotong royong ini dibantu dengan alat berat ( Excavator ) oleh PT Rokan Mitra Persada ( RMP )

Kepala Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Romaita, SE, SAP, MSi, menjelaskan kegiatan tersebut. Diterangkannya adalah sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI. H. Prabowo Subianto.

“Adapun gotong royong ini dilakukan sebagai tindak lanjut kami atas arahan dari Bapak Presiden Republik Indonesia, melalui Kepolisian Republik Indonesia, Gubernur Riau, dan Bupati Rokan Hilir.” Terangnya.

Disamping itu, lanjutnya,” Gotong royong ini juga dalam rangka pengaktifan kembali Pos Ronda disetiap Lingkungan mulai dari Lingkungan I, II, III, dan IV yang ada di Kelurahan Banjar XII.

Sementara terkait dengan kontribusi berupa bantuan dengan Alat Berat oleh PT RMP, Atas nama Pemerintah, Kepala Kelurahan Banjar XII Romaita menyampaikan ucapan terimakasihnya.

“Pemerintah Kelurahan Banjar XII dalam hal ini, mengucapkan apresiasi kepada PT.RMP yang telah Sudi meminjamkan alat untuk pembersihan lingkungan disekitar Pos Kamling di Lingkungan II yang sudah menjadi semak belukar dan sekarang sudah bersih kembali.” Ujar Romaita.

Lurah Banjar XII, mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dan kekompakan yang terbina dengan baik. sehingga aktivitas gotong royong yang dipimpinnya hari ini berlangsung sesuai dengan harapan.

Kami juga mengucapkan terimakasih atas partisipasi masyarakat dan perangkat Kelurahan RT, RW dan Kepala Lingkungan baik dari Lingkungan I, II, III dan IV yang telah berpartisipasi dalam gotong royong tersebut. Semoga kita selalu kompak dan bahu membahu dalam membangun, menjaga keamanan dan ketertiban di Kelurahan Banjar XII yang kita cintai ini, pungkasnya.

Terpisah, Direktur PT RMP Simanzen menyampaikan bahwa pihaknya akan mendukung Kepemimpinan Kepala Kelurahan Banjar XII, untuk memajukan Kelurahan Banjar XII.

“Ini sebagai kontribusi yang bisa dan ingin terus kami lakukan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan, kepada pemerintah untuk memajukan Kelurahan Banjar XII, ini,’ Kata Simanzen.

Video amatir Cuplikan Goro 

Editor ZURFAMI, Kompas 1 net melaporkan


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.