Pekanbaru, Kompas 1 net — Pertarungan menegakkan kebenaran tak pernah usai. Selagi dunia Terkembang, selagi itulah pertarungan Haq dan bathil.
Kenyataan Getir itulah yang di alami warga Perumahan Fajar Kualu Damai dan Warga Perumahan Mahkota Riau Desa Tarai Bangun.
Tanaman Ludes di dozer orang tak bertanggung jawab, katanya mau bikin perumahan ternyata izin perumahan tak ada di Pemkab Kampar.
Kejadian tersebut terjadi di RT 01, RW 01 Dusun I Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar.
Korban yang mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah antara lain Afri Hardi, Ibuk Murni, Mak Wo, Ibuk Nurcari. Adapun kerugian material lainnya berupa kerusakan barang di rumah akibat banjir yang ditimbulkan oleh penebangan pohon pohon di pinggir parit utama RT 05 Perumahan Mahkota Riau.
Pohon pohon yang ditebang sebagai penyangga air dan konservasi tanah itu masih dalam sertifikat atas nama Sunarti sepanjang 7 – 8 m x 191 m.
Warga terdampak perusakan tanaman telah melaporkan ke Polda Riau, melapor ke Komisi I DPRD Riau, Camat Tambang, DPRD Kampar, dan Ombudsman RI perwakilan Riau.
Namun karena laporan warga tersendat sendat, akhirnya pada Selasa, 3 Maret 2026 bertemulah warga dengan jajaran Pengurus Forum Masyarakat Adat (Format) Andiko 44.
Kepada Format Andiko 44, Mantan Ketua RT 01 Perumahan Fajar Kualu Damai Dr Elviriadi mengucapkan terima kasih.
“Terima kasih atas kesediaan kawan kawan di Format Andiko 44. Kasus ini sudah sejak 2004. Ada mafia tanah yang mengobok obok areal di sebelah perumahan kami. Syukurlah tandem mafia tanah itu sudah ditahan polres Kampar. Segera kita lapor si mafia tanah yang sudah membuat resah gelisah warga perumahan kami, ” ungkap Alumni UKM Malaysia kepada media ini, Senin (9/3/26).
Masriadi, MD selaku koordinator Format Andiko 44 menyambut baik Niat anak kemanakan warga Tarai Bangun.
“Alhamdulillah, kita bisa silaturahmi. InsyaAllah kita akan pelajari dan tegakkan kebenaran. Bersama sama Datuk Datuk yang hadir sekarang ini, kita usahakan penelusuran secara adat, ” pungkas Masriadi putra Desa Rumbio
Editor: Redaksi

















