Example floating
Example floating
Parlemen

Reses di Tengah Banjir, M. Hasby Assodiqi Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat Riau

34
×

Reses di Tengah Banjir, M. Hasby Assodiqi Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat Riau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohul, Kompas1net — Ada pemandangan yang tak biasa dalam agenda reses Anggota DPRD Riau, M. Hasby Assodiqi, S.Sos. Di tengah genangan banjir yang merendam Desa Muara Dilam, masyarakat tetap berbondong-bondong datang. Sebagian bahkan rela duduk dengan kaki terendam air—sebuah gambaran nyata betapa besar harapan yang mereka titipkan kepada wakil rakyatnya.

Reses yang digelar pada 8–15 Februari 2026 ini merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 Pasal 88 ayat (3), yang mewajibkan setiap anggota DPRD menyampaikan agenda reses sebagai ruang mendengar langsung suara masyarakat. Namun lebih dari sekadar kewajiban formal, kegiatan ini menjelma menjadi pertemuan penuh makna antara harapan dan tanggung jawab.

Example 300x600

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan terbuka, satu pesan mengemuka: masyarakat ingin bangkit secara ekonomi. Penguatan sektor UMKM dinilai sebagai jalan strategis agar warga mampu berdiri di atas kaki sendiri. Di saat yang sama, persoalan infrastruktur jalan juga menjadi sorotan—akses penghubung antar desa hingga jalur menuju kecamatan dan kabupaten dianggap mendesak untuk diperbaiki demi memperlancar aktivitas ekonomi dan sosial.

Dari Desa Pagaran Tapah, suara perjuangan juga bergema. Warga meminta M. Hasby mengawal tuntutan hak 20 persen dari PTPN Kebun Sei Rokan, sebuah harapan agar keberadaan perkebunan turut menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Melihat langsung keteguhan warga yang tetap hadir meski diterpa banjir, M. Hasby mengaku tersentuh. Baginya, itu bukan sekadar kehadiran fisik, melainkan pesan kuat bahwa rakyat ingin didengar dan diperjuangkan.

“Ketika masyarakat tetap datang di tengah banjir, itu adalah panggilan moral bagi saya. Aspirasi ini bukan hanya untuk dicatat, tetapi untuk diperjuangkan. Saya berkomitmen mengawal setiap usulan sesuai regulasi dan memastikan pemerintah hadir menjawab kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, reses bukan hanya agenda seremonial, melainkan jembatan nurani antara rakyat dan pemimpinnya. Karena dari pertemuan-pertemuan sederhana itulah arah pembangunan seharusnya ditentukan—berangkat dari realitas, bukan sekadar wacana.

Kisah dari Muara Dilam hingga Pagaran Tapah menjadi pengingat bahwa demokrasi hidup dalam keberanian masyarakat menyuarakan kebutuhan mereka. Kini, harapan itu berada di pundak para pengambil kebijakan.

Melalui reses ini, M. Hasby Assodiqi menegaskan satu hal: perjuangan politik sejatinya adalah menghadirkan negara lebih dekat dengan rakyat—terutama bagi mereka yang tetap berdiri tegar, bahkan saat air menggenang di kaki mereka.

Cuplikan kegiatan reses/ Video 

Editor.   :  Redaksi

Example 300250
Example 120x600