Example floating
Example floating
Berita

Praktik “Kencing” BBM Bersubsidi Terkuak di Inhil, Diduga Libatkan Oknum Polisi dan Mafia Berkedok APH

67
×

Praktik “Kencing” BBM Bersubsidi Terkuak di Inhil, Diduga Libatkan Oknum Polisi dan Mafia Berkedok APH

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDRAGIRI HILIR, RIAU, Kompas 1 net – Dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, kembali mencuat ke permukaan. Modus “kencing” BBM ini diduga melibatkan oknum polisi berinisial (AS) yang bertugas di Polres Inhil serta seorang oknum mafia bernama AA Siregar.

Kegiatan ilegal ini disebut-sebut berlangsung secara terstruktur dan berulang, dengan memanfaatkan satu titik di Jalan Pekan Arba, Desa Pengalihan, Kecamatan Keritang, sebagai lokasi transaksi dan penampungan.

Example 300x600

Tim investigasi media melaporkan bahwa aktivitas ini berpusat di pinggir Jalan Lintas Jl. Pekan Arba, Desa Pengalihan. Penelusuran Kamis 19 maret 2026. Sebuah rumah di lokasi tersebut dimodifikasi secara mencolok, dengan bagian samping bangunan ditutup rapat menggunakan tenda berwarna biru yang membentang hingga ke bagian atas.

Penutupan ini diduga bertujuan menciptakan ruang tertutup sebagai area rahasia untuk aktivitas pemindahan dan penampungan BBM.

Di bagian depan rumah, terdapat dua unit pompa mini (Pertamini) permanen yang disinyalir hanya berfungsi sebagai kedok atau. Keberadaan Pertamini ini diduga untuk menutupi gudang penimbunan solar berskala besar yang berada di dalamnya.

Menurut pantauan awak media, oknum mafia yang berkedok aparat penegak hukum (APH) ini kerap melakukan transaksi jual beli minyak bersubsidi. Minyak tersebut diduga diambil dari salah satu mobil tangki Elnusa Petrofin berwarna merah putih yang sering terlihat parkir di tepi jalan. Setelah itu, minyak dipindahkan ke penampungan yang telah disiapkan.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya. “Mobil tangki ini hampir setiap hari singgah dan parkir untuk menurunkan minyak. Wajar saja di setiap SPBU kerap habis minyak subsidi, ternyata masih berkeliaran di negara kita mafia-mafia minyak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya dengan nada sedih.

Masyarakat meminta perhatian serius dari pihak berwenang, khususnya Kapolri, untuk menindak tegas cukong-cukong mafia BBM ini yang disinyalir telah merugikan banyak pihak, terutama masyarakat kecil yang kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi. Diduga, BBM ilegal ini berasal dari Depot KG 5 Kecamatan Kabupaten Indragiri Hilir.

Jaya: Kompas1net Inhu, Melaporkan

Example 120x600
Ketua DPRD Rohil