Kompas 1 Net com II Pekanbaru–Banjir bandang kepung Rokan Hulu sejak berhari hari. Pantauan creuw media Kompas 1 Net com, air mulai naik sejak jumat pagi mengenangi kota Pasir Pangaraian bergerak ke Hilir.
Menyikapi itu, pakar lingkungan Dr.Elviriadi, M.Si mengaku gerah dengan ulah tangan – tangan jahil penyebab bencana banjir.
“Ah, payah betol. Jelaslah bencana datang. Ulah tangan-tangan serakah yang mencukur hutan Rokan Hulu hingga gundul. Banjir Pasir Pangaraian ini jelas akibat perbuatan cukong gundul, ” kata Dr.Elv kepada media ini Ahad (2/1/22).
Kepala Departemen Perubahan Iklim Majelis Nasional KAHMI itu menilai rona lingkungan Rohul sudah berubah total.
Saya sudah teliti bersama Tim Aliansi Masyarakat Adat (AMA) Melayu Riau….tentang topografi, kehutanan, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Rohul itu tahun 2021 kemarin. Gawat itu, dah jadi negeri seribu sawit, catcmant area (daerah tangkapan air) tak ada, daerah aliran sungai rusak, tebing-tebing yang seharusnya dikosongkan ditanami sawit, apa tak banjir lah yang terjadi. Sedaplah berenang budak budak Rohul,” sindir Elv
Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah itu menilai Pemerintah harus mengambil langkah radikal.
“Saya kira harus langkah radikal. Perusahaan raksasa sawit di Rohul itu harus di evaluasi. Yang jelas jelas melanggar aturan cabut aja izinnya. Barang nie dah bukan rahasia lagi, semua warga Rohul dan Riau dah mahfum, “imbuhnya.
Akademisi yang kerap jadi saksi ahli itu menilai Rohul bisa makin parah beberapa tahun ke depan.
“Kalau lihat dari skema dan orientasi pemerintah, gak ada political will untuk memitigasi bencana. Payah itu. Kekuatan cukong gundul lebih tokcer ketimbang pembangunan berkelanjutan. Teori semua itu, mau AMDAL, ijin lingkungan, UKL-UPL dan pengawasan jauh panggang dari api.. Hancurlah Rohul jika begini tak ada perubahan. Kepunanlah nak makan Telouw Tapah Tak Betulang. Kepunan Telouw Tapah Lidah Tak Bertulang lah Wak! ” pungkas Putra meranti yang istiqanah gundul kepala demi hutan.***