Example floating
Example floating
Artikel

Menjaga Kesehatan Tulang Remaja : Investasi Sehat Sejak Dini Oleh: Sherly Mutiara, S.ST., M.Kes

55
×

Menjaga Kesehatan Tulang Remaja : Investasi Sehat Sejak Dini Oleh: Sherly Mutiara, S.ST., M.Kes

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Penyakit Tulang kerap dipersepsikan sebagai masalah kesehatan orang lanjut usia. Padahal, berbagai gangguan tulang seperti nyeri punggung, gangguan postur, hingga osteoporosis dini dapat bermula sejak usia remaja. Ironisnya, kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang masih tergolong rendah.

Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan massa tulang puncak (peak bone mass). Pada periode ini, kebiasaan sehari-hari sangat menentukan kualitas tulang di masa depan. Gaya hidup kurang aktif, kebiasaan duduk yang salah, penggunaan gawai berlebihan, serta minimnya aktivitas fisik menjadi faktor risiko yang banyak dijumpai pada remaja saat ini.

Example 300x600

Hasil survei awal di wilayah kerja RI Karya Wanita, termasuk pada remaja di SMK Dharma Loka, menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Sekitar 60 persen remaja belum memahami pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak usia muda. Selain itu, 75 persen tidak mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kesehatan tulang, serta 40 persen memiliki kebiasaan duduk yang salah dan jarang melakukan olahraga rutin.

Kondisi tersebut mendorong Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Awal Bros yang kami ketuai, bersama anggota Bobi Handoko dan Gebyar Prima, serta didukung mahasiswa Sufiyanto dan Ernawati, untuk melaksanakan kegiatan Edukasi Kesehatan tentang Pencegahan Penyakit Tulang dengan Terapi Fisik pada Anak Usia Remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah dan lingkungan remaja di wilayah kerja RI Karya Wanita, salah satunya di SMK Dharma Loka.

Edukasi kesehatan pada remaja tidak cukup hanya melalui penyampaian teori. Remaja perlu melihat, mencoba, dan mempraktikkan langsung bagaimana menjaga postur tubuh serta melakukan latihan fisik yang benar,” 

Melalui penyuluhan interaktif, remaja diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis gangguan tulang yang dapat terjadi sejak usia muda, faktor risiko, serta pentingnya aktivitas fisik. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan demonstrasi dan praktik terapi fisik sederhana, seperti latihan peregangan, penguatan otot, dan koreksi postur tubuh yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah maupun di sekolah.

Hasil kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif. Setelah edukasi dilakukan, sekitar 85 persen remaja memahami pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tulang. Sebanyak 80 persen mampu mempraktikkan latihan postur dan terapi fisik sederhana dengan benar, serta 70 persen menyatakan komitmen untuk mengurangi kebiasaan buruk, seperti membawa tas berat di satu sisi bahu atau duduk dalam posisi yang salah terlalu lama.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak sekolah dan tenaga kesehatan di wilayah kerja setempat. Edukasi dan terapi fisik dinilai relevan dengan permasalahan remaja saat ini, terutama dalam mencegah keluhan nyeri muskuloskeletal dan gangguan postur di lingkungan sekolah.

Menjaga kesehatan tulang remaja merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan perlu bersinergi membangun kebiasaan hidup aktif dan sehat. Dengan edukasi yang tepat dan pembiasaan terapi fisik sederhana sejak dini, remaja diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, dan produktif.

Menjaga kesehatan tulang sejak remaja adalah investasi kesehatan jangka panjang yang tidak boleh diabaikan.

 

Sherly Mutiara, S.ST., M. Kes. adalah :
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Awal Bros,
Anggotanya: Bobi Handoko, Gebyar Prima Mahasiswa: Sufiyanto dan Ernawati

 

Example 300250
Example 120x600