Example floating
Example floating
Artikel

Menggilap Potensi Ke Ilahian ; Menuju Keberlimpahan Oleh : M. Sangap Siregar, S. Pd., MA

66
×

Menggilap Potensi Ke Ilahian ; Menuju Keberlimpahan Oleh : M. Sangap Siregar, S. Pd., MA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dengan bismillah kalam bermula, dengan sholawat salam dibuka. Semoga netizen bahagia sejahtera, segenap pembaca yang mulia.

Bayangkan sepotong permata yang tersembunyi dibalik debu, hanya setelah dipoles dengan cermat baru akan menampilkan kilaunya yang indah dan nilainya yang berharga.

Example 300x600

Begitu juga manusia ; dalam setiap diri tersembunyi potensi keilahian yang luarbiasa, hanya saja perlu dicungkil, diangkat, diasah dan digilap hingga menampakkan hakikat keunikan dan keistimewaan yang Allah Swt. titipkan pada tiap-tiap diri.

Pondasi Pertama : Mensyukuri Segala NikmatNya

Keberlimpahan tidak dimulai dari apa yang kita peroleh nanti, tetapi dari apa yang telah kita miliki sekarang. Setiap hari kita diberi anugrah yang tak terhitung banyaknya dari Allah Swt, diantaranya ;

* Nikmat Kesehatan ; Yang memungkinkan kita dapat beraktivitas, bekerja dan merasakan keindahan hidup.

* Kelengkapan Anggota Tubuh ; Yang membuat kita mampu melihat, mendengar dan berbicara serta melakukan berbagai hal yang kita sukai.

* Talenta, Bakat alami, Skill dan Pengalaman ; yang unik untuk setiap orang, seperti kemampuan olahraga, bela diri, seni, menyelesaikan masalah, membantu orang lain dan lain-lain.

* Ilmu Pengetahuan dan Wawasan Pemikiran ; yang membuka cakrawala, dan memungkinkan kita untuk tumbuh dan berkembang maju setiap hari.

Namun kadangkala, kita terlalu sibuk meminta yang lebih banyak atau memikirkan hal yang tidak ada, sehingga lupa bersyukur atas segala nikmat yang telah ada, sehingga alpa memberdayakan. Padahal, kesyukuran adalah kunci pertama untuk membuka pintu rezeki, karena kita menghargai setiap amanah pemberian Allah, maka kita akan lebih termotivasi untuk mengembangkan setiap anugrah potensi yang kita miliki.

Allah Swt. Sebagai Pemilik Ruh, Jiwa dan Napas Kehidupan Kita :

Dibalik semua nikmat, ada hakikat yang lebih dalam, bahwa Allah adalah pemilik ruh, jiwa dan napas hidup kita. Setiap detik waktu kita bergantung dan butuh padaNya. Tanpa Napas yang Dia berikan tiadalah keberadaan kita. Ruh yang bersemayam dalam diri kita adalah anugrah terbesar milikNya. Dengan perantaraan ruh itulah kita bisa mengenal, melihat, merasa dan mencintai serta menjalin hubungan dengan Sang Khaliq Pencipta.

Bagaimana Kita Mengenal, Mencintai dan Menjalin Kedekatan denganNya dalam setiap Masa dan Keadaan sehingga Dia Senang dan Mengabulkan Do’a kita :

* Mengenalnya melalui ciptaan dan Al-qur’an ; lihatlah keindahan langit dan bumi serta segala makhluk – semuanya menunjukkan keagungan dan kebesaranNya. Baca Al-qur’an secara rutin, karena disitu terkandung pengetahuan tentang sifat-sifatNya, keinginanNya dan jalan-jalan petunjukNya untuk kita.

* MencintaiNya dengan mengikuti perintahNya. Cinta Allah bukan hanya kata-kata, tetapi tindakan. Ketika kita menghindari maksiat dan mengikuti perintahNya, itu adalah bukti cinta yang tulus.

* Menjalin kedekatan denganNya melalui Zikir dan Do’a ; berbicara dengan Allah setiap hari, tidak hanya dalam kesulitan. Berdo’a di pagi hari, sore hari dan disetiap saat yang ada – Ceritakan semua masalah, harapan dan syukurmu kepadaNya. Lakukan zikir secara rutin, karena zikir adalah tali yang menghubungkan hati kita denganNya, bahkan ditengah kesibukan sekalipun.

* Tetap Setia Dalam Suka dan Duka ; Kedekatan dengan Allah teruji ketika kita menghadapi kesulitan, ketika kita tetap berdo’a, bersyukur, dan percaya padaNya meski sulit. Itu membuat hubungan kita semakin erat. Allah senang pada yang setia padaNya dalam keadaan apapun.

Hati hanyut dalam lautan dunia, kecuali diikat dengan tali zikir kepada Allah – Syekh Abdul Qodir Aljailani (Arifbillah dan Pewaris Nabi)”.

Ketika hubungan kita dengan Allah semakin erat dan mantap, hati kita semakin tenang dan do’a kita semakin mudah diterima. Karena Allah mengabulkan do’a orang yang hatinya dekat denganNya dan niatnya tulus karenaNya.

Rahasia Eter, Ion, dan Molekul Zat Ilahi : Persatuan Ilmu dan Spritualitas :

Untuk lebih mengenal diri dan Sang Maha Pencipta, kita bisa melihat diri dalam perspektif ilmu fisika, kimia dan meta fisika – yang semuanya saling terhubung. Di balik tubuh fisik kita yang terdiri dari atom, ion, dan molekul ada lapisan yang lebih halus : zat eter yang meliputi seluruh jagat semesta dan partikel ruh yang menjadi keberadaan kita.

Dari ilmu fisika, kita tahu bahwa seluruh alam semesta terdiri dari energi dan gelombang – bahkan yang tampak padat seperti batu atau tubuh kita, sebenarnya adalah kumpulan partikel yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Napas yang kita hembuskan bukan hanya udara, tetapi juga energi yang terhubung dengan energi alam semesta.

Dari ilmu kimia, kita melihat bagaimana molekul dan ion saling berintraksi dengan cara yang sempurna – semuanya dirancang sedemikian rupa agar hidup bisa ada. Ini menunjukkan kebijaksanaan Allah Swt. dalam mencipta segalanya dengan aturan dan perhitungan yang akurat dan pasti.

Dari sudut meta fisika, kita memahami bahwa zat eter adalah “jaringan energi” yang menghubungkan semua makhluk dengan keberadaan Ilahi. Partikel ruh kita terhubung dengan zat eter ini, sehingga kita bisa menerima cahaya dan petunjuk dari Sang Maha Pencipta.

Sesungguhnya dalam setiap zarrah ada cahaya Allah, dan dalam setiap napas ada nyawa Ilahi” – Syekh Jalaluddin ar-Rumi (Salik dan Penyair Bijaksana).

Susunan napas partikel ruh kita dengan zat eter dan energi Ilahi, adalah rahasia mengapa kita bisa merasakan kehadiran Allah, menerima inspirasi dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri. Ini membuktikan bahwa kebenaran Ilahi tidak bertentangan dengan Ilmu, sebaliknya ilmu akan membantu kita lebih memahami kebesaran dan kebijaksanaan Allah Yang Maha Sempurna.

Keunikan Makhluk ; Tiupan Ruh dan Rahasia Sidik Jari :

Melalui hubungan yang erat dengan Allah dan pemahaman tentang energi serta partikel ruh, kita akan semakin menyadari keunikan diri sebagai makhluk ciptaanNya. Setiap orang diberikan titipan peran istimewa yang unik, sebagaimana rahasia sidik jari setiap orang tidak ada yang sama. Allah Swt adalah pemilik ketakterbatasan – Dia mampu memberikan segala kemungkinan yang luarbiasa bagi setiap makhlukNya, sehingga kita bisa mencapai keunggulan, kehebatan dan keberlimpahan sesuai ketentuan takdir khusus kita.

Setiap orang dilahirkan dengan potensi untuk menjadi seorang nabi, yaitu orang yang menyampaikan kebenaran dan kebaikan kepada sesama” – Imam Al-Ghazali (Ulama dan Filsuf Muslim).

Mengenal Pasti Peran Istimewa Yang Allah Titipkan :

Bagaimana kita tahu, apa peran sebenarnya yang Allah titipkan kepada kita sebagai persembahan pengabdian kita pada sesama dan jagat semesta karenaNya? Ini bukanlah hal yang datang secara tiba-tiba, melainkan proses yang penuh kesadaran dan do’a :

* Dengarkan suara hati dan ruh. Ketika kita melakukan sesuatu yang membuat hati tenang, senang dan merasa berguna, itu bisa jadi tanda bahwa kita sedang di jalan yang benar. Ruh yang ada dalam diri akan memberi isyarat ketika kita mendekati peran peran yang ditentukan.

* Gunakan bakat dan potensi yang diberikan ; Allah tidak memberikan bakat tanpa alasan. Jika kamu pintar bicara, mungkin peranmu adalah menyebarkan kebenaran dan menginspirasi orang lain. Jika kamu suka membantu, mungkin peranmu adalah menjadi tulang punggung bagi sesama yang kesulitan. Jadikan apa yang kamu miliki sebagai alat pengabdian karena Allah.

* Do’a dan Berusaha ; tanya kepada Allah dengan tulus : “Ya Allah Ya Robb, beritahu aku peran yang Engkau inginkan aku lakukan untuk sesama. Kemudian berusaha dengan giat sambil berdo’a. Allah tidak akan memberi tahu kita jalan tanpa memberikan kekuatan untuk melangkah.

* Perhatikan Kebutuhan Sekitar ; peran kita seringkali terhubung dengan kebutuhan orang lain di sekitar. Ketika kita melihat masalah yang bisa kita selesaikan dengan bakat yang kita miliki, itu adalah kesempatan untuk menjalankan peran istimewa yang Allah redhoi.

Peran ini bukanlah sesuatu yang besar dan megah semata – terkadang itu adalah hal-hal kecil yang dilakukan dengan niat yang tulus ; membantu tetangga, mendidik anak atau bekerja dengan baik agar bisa memberikan lebih banyak bagi orang lain. Semua itu adalah persembahan pengabdian yang berharga disisi Allah Swt.

Jalan Penuh Makna : Mengamalkan Sifat-sifat Allah Swt ;

Setelah kita menyadari bakat, hubungan dengan Allah Swt, rahasia energi Ilahi, keunikan diri dan peran yang ditentukan, maka langkah berikutnya adalah : mengubah potensi itu menjadi sesuatu yang bermanfaat. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengamalkan sifat-sifat Allah yang mulia, antara lain :

* Bertekad Untuk Berbuat Yang Terbaik dan Maksimal – tidak hanya untuk diri, tetapi juga untuk melayani sesama karena Allah. Ketika kita bekerja dengan sepenuh hati dan niat yang tulus, hasilnya akan lebih berarti dan membawa keberkahan.

* Melayani Tanpa Pamrih – Keberlimpahan bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan, tetapi juga apa yang kita berikan. Ketika kita membantu orang lain tanpa mengharap imbalan, hati kita akan penuh kebahagiaan dan kita akan mendapatkan lebih banyak dari apa yang kita bayangkan.

* Berdo’a dengan berterimakasih – Setiap kali kita berdo’a mulailah dengan syukur. Berterimakasih kepada Allah atas apa yang sudah ada dan memohon dengan memujiNya atas apa yang kita inginkan.

* Berharap dengan yakin – percayalah bahwa Allah akan memantaskan langkahmu menuju impian yang kamu dambakan, seraya bekerja keras dengan penuh ikhtiar, kesungguhan dan kesadaran.

Kesimpulan ; Keberlimpahan yang sesungguhnya :

Ketika kita menggabungkan kesyukuran, hubungan erat dengan Allah, pemahaman tentang energi Ilahi, kesadaran keunikan diri, pemahaman tentang peran istimewa dan tindakan yang penuh makna, potensi keilahian dalam diri akan mulai menyala membawa kita menuju keberlimpahan.

Keberlimpahan itu bukan hanya tentang kekayaan materi, tetapi juga ;
* Keberkahan dalam hidup
* Kebahagiaan yang tulus di hati
* Hubungan yang baik dengan sesama dan dengan Allah Swt.
* Kesuksesan yang bermakna dan manfaat bagi orang lain.

So, mulai hari ini. Rasakan kehadiranNya sebagai pemilik ruh dan napas kehidupan kita, resapi hubungan antara tubuh dengan energi Ilahi, jalin hubungan erat denganNya melalui do’a dan zikir, syukuri semua nikmatNya, lakukan peran istimewa yang Dia inginkan, amalkan sifat-sifatNya yang mulia. Gilap potensi itu dengan segala kesungguhan dan niat yang tulus, lalu lihat bagaimana Alloh melejitkan keberlimpahan dengan caraNya yang luarbiasa tiada tara…insyaAllah. Wassalam.

 

M. Sangap Siregar, S. Pd., MA. Adalah
Dosen : Universitas Hang Tuah Pekanbaru Riau
Alumni : Magister Psikologi Konseling University Kebangsaan Malaysia 2004.

 

Sumber :
Media Kecerdasan AI : www.dola.com

 

 

Example 300250
Example 120x600