Example floating
Example floating
Artikel

Mengembalikan Mapel Sejarah kedalam Kurikulum: Memperkuat Arah Perjuangan dan Karakter Generasi Muda Bangsa  Oleh : M. Sangap Siregar, S.Pd., MA

7
×

Mengembalikan Mapel Sejarah kedalam Kurikulum: Memperkuat Arah Perjuangan dan Karakter Generasi Muda Bangsa  Oleh : M. Sangap Siregar, S.Pd., MA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kalam bermula dengan bismillah, salam dibuka dengan sholawat. Semoga nitizen sehat wal’afiyah, beroleh berkah sepanjang hayat. Aamiin!

Pendahuluan :
Mapel sejarah memiliki peran krusial dalam membentuk identitas bangsa, memahami akar perjuangan, dan mengembangkan karakter generasi muda Indonesia. Namun, dalam beberapa periode kurikulum pendidikan dasar dan menengah, peran atau kedudukan mata pelajaran ini, mengalami pergeseran atau penyesuaian yang mengurangi fokus pada pembelajaran sejarah nasional.

Example 300x600

Artikel ini bertujuan menguraikan pentingnya mengembalikan dan memperkuat mata pelajaran sejarah dalam kurikulum, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada pembentukan arah perjuangan dan karakter generasi muda bangsa.

Latar Belakang :
Kondisi Mapel Sejarah Dalam Kurikulum Terkini

Dalam perkembangan kurikulum pendidikan Indonesia, terdapat periode dimana mapel sejarah mengalami perubahan dalam bobot waktu, materi ajar, dan kedudukan dalam struktur kurikulum .

Beberapa kebijakan kurikulum sebelumnya mengintegrasikan sejarah ke dalam mata pelajaran lain, atau mengurangi jam pelajaran yang dialokasikan, yang berdampak pada kian rendahnya pemahaman generasi muda terhadap perjuangan bangsa, nilai-nilai luhur, dan identitas nasional.

Tantangan Generasi Muda dalam Era Digital

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi digital, generasi muda dihadapkan pada berbagai arus informasi yang tidak selalu disertai pemahaman yang mendalam tentang konteks sejarah. Fenomena seperti hilangnya rasa bangga terhadap warisan budaya, kurangnya pemahaman tentang nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa, dan rentannya pengaruh narasi yang tidak sesuai dengan fakta sejarah menjadi tantangan yang perlu diatasi.

Pentingnya Sejarah untuk Pembangunan Bangsa

Sejarah berfungsi sebagai cermin masa lalu, yang memberikan pelajaran berharga untuk masa kini dan masa depan. Melalui pembelajaran sejarah, generasi muda dapat memahami bagaimana bangsa Indonesia berhasil meraih kemerdekaan, membangun negara dari kondisi yang sulit, dan mengembangkan nilai-nilai seperti persatuan dan kesatuan, gotong-royong, kebhinekaan, dan ketahanan nasional yang menjadi dasar pembangunan bangsa.

Uraian Penjelasan Materi :

1. Peran Sejarah dalam Membentuk Identitas Bangsa dan Arah Perjuangan

* Menetapkan Akar Identitas : Pembelajaran sejarah mengajarkan generasi muda tentang asal-usul bangsa Indonesia, keragaman etnis, budaya dan bahasa, yang menjadi kekayaan bersama. Hal ini membantu mereka memahami bahwa kebhinekaan adalah karakteristik dasar bangsa yang perlu dijaga dan diperkuat.

* Mengenang Perjuangan Kemerdekaan : Melalui sejarah perjuangan para pahlawan, pejuang kemerdekaan dan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, generasi muda dapat memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diraih dengan mudah. Hal ini membangkitkan rasa syukur dan tanggungjawab untuk melanjutkan perjuangan dalam membangun negara ke arah yang lebih baik.

* Menentukan Arah Masa Depan : Sejarah memberikan pelajaran tentang kesuksesan dan kegagalan kebijakan, serta langkah-langkah pembangunan di masa lalu. Pemahaman ini membantu generasi muda dalam mengambil keputusan yang bijak dan berkontribusi pada pembangunan bangsa sesuai nilai-nilai dan tujuan nasional bangsa Indonesia.

2. Kontribusi Sejarah dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda

* Mengembangkan Nilai-nilai Moral dan Etika : Sejarah tentang pengorbanan para pahlawan, kejujuran, keberanian dan kerjasama dalam sejarah bangsa menjadi contoh nyata bagi generasi muda dalam mengembangkan karakter yang baik. Nilai-nilai seperti integritas, tanggungjawab sosial, dan cinta tanah air, dapat ditanamkan melalui pembelajaran sejarah.

* Meningkatkan daya nalar, daya kritis dan analitis pembelajaran sejarah yang baik tidak hanya menghapal fakta, tetapi juga mengajarkan kemampuan nalar, untuk menganalisis sumber, mengevaluasi bukti, dan berpikir kritis tentang peristiwa masa lalu. Kemampuan ini sangat penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan di era global dan modern.

* Membangun Rasa Bangga dan Nasionalisme Positif : Dengan memahami prestasi dan kontribusi bangsa Indonesia dalam sejarah dunia, generasi muda akan memiliki rasa bangga yang sehat dan nasionalisme yang tidak eksklusif.

Hal ini membantu dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman dan tekanan global.

3. Strategi Mengembalikan dan Memperkuat Mata Pelajaran Sejarah

* Penyesuaian Kurikulum : Menetapkan kembali kedudukan mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran wajib, dengan bobot waktu yang memadai di jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Materi ajar perlu dirancang secara komprehensif, mencakup sejarah lokal (daerah), nasional, dan global dengan porsi seimbang serta menekankan nilai-nilai murni dan luhur yang relevan.

* Peningkatan Kualitas Guru Sejarah : Melakukan pelatihan berkelanjutan bagi guru sejarah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, dan konten, serta kemampuan dalam menggunakan metode pembelajaran yang menarik dan inovatif, seperti penggunaan teknologi digital, kunjungan studi ke lokasi bersejarah dan pembelajaran proyek.

Pengembangan Sumber Belajar yang Berkualitas :

Menyediakan buku pelajaran, modul, media audio visual, dan sumber daya digital yang akurat, menarik, dan sesuai perkembangan zaman. Sumber belajar perlu menampilkan narasi sejarah yang objektif, inklusif, dan mencerminkan keberagaman bangsa Indonesia.

* Kolaborasi dengan Pihak Terkait : Menjalin kerjasama dengan museum, lembaga penelitian sejarah, komunitas budaya, dan keluarga dalam mendukung pembelajaran sejarah di luar sekolah. Kegiatan seperti pameran sejarah, lokakarya, dan perayaan hari-hari bersejarah dapat memperkaya khazanah pengetahuan dan pengalaman pembelajaran generasi muda.

Kesimpulan :
Mata pelajaran sejarah bukan hanya tentang menghapal tanggal dan peristiwa masa lalu, tetapi merupakan fondasi penting dalam membentuk identitas bangsa, arah perjuangan, dan karakter generasi muda.

Mengembalikan dan memperkuat kedudukan serta kualitas pembelajaran sejarah dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah adalah langkah yang mendasar untuk memastikan bahwa generasi muda memiliki pemahaman yang mendalam tentang warisan perjuangan bangsa, nilai-nilai luhur, dan tanggungjawab untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan dan pembangunan negara.

Dengan demikian, sejarah akan berperan sebagai alat yang efektif dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta ketahanan nasional Indonesia.

Penutup :
Pentingnya mata pelajaran sejarah dalam pendidikan tidak dapat diabaikan dalam konteks upaya membangun generasi muda yang memiliki karakter kuat dan arah perjuangan yang jelas. Pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat dan keluarga perlu bekerjasama memastikan bahwa pembelajaran sejarah dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat maksimal bagi perkembangan generasi muda dan masa depan bangsa.

Dengan menguatkan mata pelajaran sejarah, kita sedang berinvestasi pada masa depan yang lebih baik bagi Indonesia, dimana generasi muda memiliki rasa cinta tanah air dan semangat patriotisme yang mendalam serta kemampuan untuk membawa bangsa menuju peradaban yang lebih tinggi dan bermartabat insyaAllah.

Wassalam.

M. Sangap Siregar, S.Pd., MA adalah Dosen Univ. Hang Tuah Pekanbaru Riau,
Alumni Magister Psikologi Konseling University Kebangsaan Malaysia, 2004.

Sumber:
Media Kecerdasan AI ; www.dola.com

 

 

Example 300250
Example 120x600