Merangin, Kompas 1 net – Aktivitas diduga penampungan dan pembakaran emas ilegal (PETI) didekat Pasar Margoyoso, Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin. Jambi, marak. Ini terpantau saat penelusuran Tim Media dilapangan pada Jum’at malam 19/12/2025.
Menurut keterangan beberapa warga, tempat yang dijadikan untuk membakar emas itu merupakan rumah milik AD sendiri, Warga mengaku kegiatan itu sudah berjalan selama bertahun tahun, terang-terangan, namun tidak pernah ada penindakan dari aparat penegak hukum.
“Itu tempat bakar emas, Bang. Sudah lama berjalan. Rumah itu Rumah AD sendiri yang di buat bakar emas. Semua orang sini tahu,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga setempat inipun mempertanyakan komitmen Polres Merangin dalam memberantas aktivitas PETI dan jaringan penampungannya.
“Aneh, Bang. Di tengah-tengah Permukiman warga Bahkan sangat dekat dari Pasar Margo namun aktivitas itu bisa jalan terus. Kayak enggak ada polisi saja. Padahal mereka lebih tahu dari kami. Tapi ya begitu… seolah mereka tutup mata, tempat itu di sekelilingnya dipantau pakek Cctv, jadi kalau orang nggak kenal nggak bakalan di buka pintu rolling selain penjual emas,” tambah warga lain.
Bukan hanya kritik, warga juga menyampaikan kecurigaan bahwa adanya “orang kuat” atau backing tertentu di balik kelancaran aktivitas tersebut. Warga menduga, tanpa dukungan pihak tertentu, sangat kecil kemungkinan tempat bakar emas ilegal bisa beroperasi selama bertahun-tahun tanpa gangguan.
“Kalau bukan karena ada yang melindungi, mana mungkin bisa aman begini? PETI itu kan jelas dilarang. Tapi kalau penampungnya bebas beraktivitas, kami berpikir pasti ada yang jaga, entah siapa. Yang jelas, bukan orang sembarangan,” ungkap warga.
Warga berharap aparat penegak hukum, terutama Polres Merangin, tidak hanya pasif atau sekadar melakukan razia di lapangan tanpa menyentuh akar permasalahan. Menurut mereka, pemberantasan PETI tidak akan pernah tuntas selama para penampung, pengangkut, dan pembakar emas ilegal masih dibiarkan berkeliaran tanpa tindakan.
“Kalau polisi mau tegas, harusnya mulai dari penampung. Mereka ini yang bikin PETI tumbuh terus. Jangan cuma razia pekerja lapangan, tapi pemain besarnya dibiarkan. Itulah yang bikin masyarakat bertanya-tanya, ada apa ini sebenarnya?” tutup salah seorang warga.
Warga berharap Polres Merangin segera mengambil langkah nyata dan profesional, bukan sekadar imbauan tanpa penindakan. Masyarakat meminta agar aparat tidak menutup mata atas aktivitas yang sudah lama diketahui publik tersebut.
Bersambung!
Joni Putra, Kompas 1 net melaporkan

















