BANDUNG, KOMPAS1.NET – Tradisi Kampar tembus nasional. Dua mahasiswa UIN Suska Riau raih Bronze Medal Nusantara Writing Festival 6 (NWF 6) Bandung lewat karya Aghi Ayo Onam.
Fahmi dan Vazaldy Khoirie H, mahasiswa Hukum Keluarga Islam, raih medali kategori Pariwisata dan Budaya di Politeknik TEDC Bandung, 3–4 Oktober 2026. Karya berjudul “Aghi Ayo Onam: Tradisi Hari Raya Puasa Enam Hari di Bulan Syawal sebagai Identitas Budaya dan Perekat Sosial Masyarakat Kabupaten Kampar.”
Aghi Ayo Onam diperingati setiap 8 Syawal setelah puasa sunah enam hari Syawal. Tradisi ini perpaduan ajaran Islam dan kearifan Melayu Kampar, momentum pererat silaturahmi. Banyak perantau pulang kampung merayakannya.
Namun karya soroti generasi muda kian jarang terlibat pelestarian. Anak muda tertarik kemeriahan, bukan makna budaya dan nilai keislaman. Jika berlanjut, pewarisan nilai dikhawatirkan melemah.
“Alhamdulillah bersyukur meraih Bronze Medal NWF 6. Kami pilih Aghi Ayo Onam karena tradisi meriah ini perlu dijaga, terutama tingkatkan kepedulian anak muda terhadap budaya daerah,” ujar Fahmi.
“Aghi Ayo Onam milik kita semua, termasuk anak muda Kampar. Kalau bukan kita yang peduli menjaga tradisi ini, siapa lagi yang meneruskannya?” kata Vazaldy.
Prestasi ini momentum perkenalkan kekayaan budaya Kampar tingkat nasional dan pengingat pelestarian butuh keterlibatan generasi muda.












