Example floating
Example floating
Ekonomi

Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Bank Indonesia Terbitkan Uang Rupiah Kertas Baru Tahun Emisi 2022

93
×

Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Bank Indonesia Terbitkan Uang Rupiah Kertas Baru Tahun Emisi 2022

Sebarkan artikel ini

JAKARTA | Kompas 1 Net- Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendukung langkah Bank Indonesia yang telah mengeluarkan tujuh pecahan uang rupiah kertas tahun emisi 2022 sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Indonesia. Tujuh uang rupiah kertas tersebut terdiri dari pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000, dikeluarkan Bank Indonesia sebagai persembahan rasa syukur atas anugerah kemerdekaan dan pencapaian hasil pembangunan selama 77 tahun kemerdekaan Indonesia.

“Uang rupiah kertas tahun emisi 2022 memiliki tema ‘Bersatu dalam Rupiah, Berdaulat di NKRI’. Menjadi pendorong agar masyarakat senantiasa bangga menggunakan uang rupiah dalam transaksi jual beli. Sehingga kita senantiasa cinta, bangga, dan paham rupiah,” ujar Bamsoet usai menerima Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, di Jakarta, Jumat (26/8/22).

Ketua DPR RI ke-20 sekaligus mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, melalui Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2022, Presiden Joko Widodo telah menetapkan delapan pahlawan nasional yang masing-masing diabadikan sebagai gambar utama pada pecahan uang rupiah kertas tahun emisi 2022. Para pahlawan nasional tersebut antara lain, Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai gambar utama bagian depan pada uang rupiah kertas pecahan Rp 100 ribu. Serta Djuanda Kartawidjaja sebagai gambar utama bagian depan pada uang rupiah kertas pecahan Rp 50 ribu.

“Kemudian G.S.S.J Ratulangi sebagai gambar utama bagian depan pada uang rupiah kertas pecahan Rp 20 ribu. Frans Kaisiepo sebagai gambar utama bagian depan pada uang rupiah kertas pecahan Rp 10 ribu. K.H. Idham Chalid sebagai gambar utama bagian depan pada uang rupiah kertas pecahan Rp 5.000. Mohammad Hoesni Thamrin sebagai gambar utama bagian depan pada uang rupiah kertas pecahan Rp 2.000. Serta Tjut Meutia sebagai gambar utama pada bagian depan pada uang rupiah kertas pecahan Rp 1.000,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, Bank Indonesia telah menjamin keberadaan uang rupiah kertas tahun emisi 2022 telah melalui standarisasi desain, penguatan bahan dan unsur pengaman uang dengan teknologi terkini. Sehingga menjadikan uang rupiah kertas semakin berkualitas dan terpercaya agar mudah dikenali, meyulitkan pemalsuan, serta memiliki masa edar yang lebih lama.

“Teknologi canggih anti pemalsuan tersebut berupa benang pengaman microlenses, yang merupakan teknologi paling tinggi, baru, dan terbaik, menggantikan benang pengaman pada uang rupiah kertas emisi sebelumnya yang sudah dipakai selama 20 tahun. Pengamanan ultra violet juga ditingkatkan pada uang rupiah kertas baru dengan cara ditambah pada sejumlah sisi. Walaupun demikian, masyarakat tetap harus waspada terhadap penyebaran uang palsu. Jangan ragu melaporkan kepada aparat kepolisian jika menemukan hal yang mencurigakan,” pungkas Bamsoet. (*)

 

Redaksi Kompas 1 Net

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`