Example floating
Example floating
Ekonomi

Holding BUMN Pangan ID Food, Gandeng KPP Permudah Akses Minyak Goreng Sampai ke Pedagang

34
×

Holding BUMN Pangan ID Food, Gandeng KPP Permudah Akses Minyak Goreng Sampai ke Pedagang

Sebarkan artikel ini

Jakarta | Kompas 1 Net – Guna memperlancar pendistribusian minyak goreng curah kepada para pedagang, Perusahaan Holding BUMN Pangan ID Food menggandeng Komite Pedagang Pasar (KPP), untuk mempermudah akses agar minyak goreng tersebut sampai kepada pedagang.

Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad berkunjung ke ruangan kerja Dirut Holding Pangan ID Food untuk membahas distribusi minyak goreng curah untuk pedagang.

“Saya berkunjung silaturahmi bertemu pak frans selaku dirut Holding BUMN Pangan Id Food, yang memang ditugaskan untuk distribusi minyak goreng ke pedagang, dalam rangka mengatasi kelangkaan dan melonjaknya harga minyak goreng”. Kata Rosyid Arsyad.

Rosyid Arsyad berharap ke depan BUMN Holding Pangan Id Food tidak hanya sebatas menjadi distributor pangan, bahkan harus bisa menjadi produsen pangan khususnya minyak goreng.

“Selama ini produsen minyak goreng dimiliki penuh perusahaan swasta, seharusnya dr hulu sampai hilir BUMN dan Pemerintah yang kendalikan, agar tidak ada lagi gejolak kelangkaan dan melambung naik tinggi harga minyak goreng, pokoknya rakyat pasti dukung BUMN harus punya pabrik minyak goreng, Negara Indonesia harus menang dari Kartel atau Mafia Pangan dan BUMN Pangan harus kuasai Pangan dari hulu sampai hilir, dari produksi sampai penjualannya, rakyat Indonesia dukung penuh”. Tegas Rosyid Arsyad

Dirut Holding Pangan ID Food Frans Marganda Tambunan, mengatakan sudah menggandeng beberapa asosiasi lain untuk mendistribusikan minyak goreng curah kepada masyarakat.

“Kali ini kami kembali menggaet Komite Pedagang Pasar (KPP) untuk membantu melakukan distribusi minyak goreng,” kata Frans, Rabu (6/5).

Dirinya berharap kerja sama dengan asosiasi ini pihaknya dapat mendistribusikan minyak curah ini kepada pedagang yang membutuhkan.

“Jangan sampai minyak ini mengarah ke industri atau pengguna yang semestinya tidak diperbolehkan menikmati hal ini”.

Dirinya berharap dengan bantuan dari Komite Pedagang Pasar (KPP) ini tidak ada kembali gejolak terkait distribusi minyak goreng. Sebab saat ini dia mengatakan adanya perbedaan harga yang sangat jauh antara curah dan kemasan membuat warga untuk membeli minyak curah.

“Margin harga yang sangat tinggi mencapai Rp 9000 tentunya akan membuat warga menggunakan minyak curah,” jelasnya.

 

Supriyadi

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`