Example floating
Example floating
Artikel

Fenomena Bully dalam Dunia Pendidikan: Sebuah Kekhawatiran Mendalam serta Antisipasinya  Oleh : M. Sangap Siregar, S.Pd., MA

48
×

Fenomena Bully dalam Dunia Pendidikan: Sebuah Kekhawatiran Mendalam serta Antisipasinya  Oleh : M. Sangap Siregar, S.Pd., MA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kalam bermula dengan bismillah, salam dibuka dengan sholawat. Semoga nitizen sehat wal’afiyat, beroleh berkah sepanjang hayat.

Pendidikan seharusnya menjadi ruang aman, nyaman mendukung pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa fenomena bully telah merasuk ke dalam berbagai tingkatan dunia pendidikan – mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi.

Example 300x600

Bully bukan hanya masalah kecil yang dapat dianggap remeh, tapi ia melahirkan dampak yang mendalam pada fisik, emosional dan psikologis korban serta dapat merusak lingkungan belajar yang positif.

Artikel ini bertujuan menggugah semua pihak, terkait pentingnya menangani fenomena bully, mulai dari pemahaman masalah hingga langkah-langkah antisipasi yang dapat dilakukan bersama.

Latar Belakang :

Perkembangan zaman yang kian modern tidak sejalan dengan hilangnya fenomena bully dalam dunia pendidikan. Data menunjukkan bahwa kasus bully terus terjadi, bahkan mengalami peningkatan di beberapa daerah, baik dalam bentuk konvensional maupun cyberbully yang semakin marak seiring kemajuan teknologi digital.

Di Indonesia berdasarkan survei yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Tahun 2022, sekitar 6 dari 10 anak di sekolah pernah mengalami atau menyaksikan tindakan bully. Kondisi ini menjadi sebuah kekhawatiran mendalam, karena pendidikan yang seharusnya menjadi tempat pembentukan karakter kepribadian anak didik menuju kapasitas manusia Indonesia seutuhnya, justru berpotensi menjadi sumber trauma dan kekacauan bagi mereka.
Maka, tanpa upaya yang serius untuk menangani masalah ini, generasi muda akan tumbuh dalam lingkungan yang tidak kondusif, yang berdampak buruk pada kemampuan mereka untuk bersosialisasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Uraian Materi :

1. Pengertian dan Bentuk-bentuk Bully

Bully adalah tindakan agresif yang dilakukan secara berulang oleh seseorang atau kelompok terhadap individu yang lebih lemah secara fisik, sosial, atau psikologis dengan tujuan untuk menyakiti, menguasai, atau mengeksploitasi. Tindakan ini melanggar hak asasi manusia dan prinsip-prinsip pendidikan yang berbasis kemuliaan, rasa hormat dan persamaan.

Bentuk-bentuk Bully yang umum terjadi di dunia pendidikan, antara lain :
* Bully Fisik : Tindakan kekerasan yang melibatkan kontak fisik seperti memukul menentang, mencubit, menjambak rambut, ataupun merusak barang-barang milik pribadi korban.
* Bully Verbal : Serangan melalui ucapan seperti mencaci maki, memaki hamun, mengejek, menghina dan merendahkan, memberi julukan-julukan yang menyakitkan atau menyebarkan kabar bohong tentang korban.

* Bully Sosial : Tindakan yang bertujuan untuk mengisolasi korban dari kelompok teman sebaya, seperti tidak mengizinkan korban bergabung dalam aktivitas bersama, menyebarkan desas-desus negatif atau merusak reputasi korban.
* Cyberbully : Tindakan bully yang dilakukan melalui media digital, seperti : pesan singkat, media sosial, atau flatform during lainnya. Bentuknya, al ; mengirim pesan yang menghina, menyebarkan photo atau video yang memalukan tanpa izin, atau membuat akun palsu untuk menyalahgunakan korban.

2. Dampak Fenomena Bully

Dampak bully tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga pelaku, dan saksi serta lingkungan pendidikan secara keseluruhan ;

Dampak pada korban :
* Masalah kesehatan fisik, seperti luka bakar, memar atau gangguan makan, dll.
* Gangguan kesehatan mental dan emosional seperti kecemasan, depresi, kurangnya percaya diri, ketakutan, insomnia, hingga pikiran untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Dampak pada pelaku :
* Resiko tinggi untuk terus melakukan perilaku agresif hingga dewasa
* Masalah hukum dikemudian hari karena terbiasa dengan tindakan yang melanggar aturan dan hak orang lain.

Dampak pada lingkungan pendidikan :

* Menjadikan suasana belajar yang tidak aman, tidak nyaman
*Merusak citra sekolah dan kepercayaan orang tua terhadap institusi pendidikan

3. Penyebab Terjadinya Bully dalam Dunia Pendidikan

Fenomena bully tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait, al :
* Faktor Individu : Karakter pribadi seperti kurangnya sikap empati, rendahnya kontrol diri, masalah emosional atau mengalami kekerasan di lingkungan sekitar.
* Faktor Keluarga : Lingkungan keluarga yang tidak harmonis, adanya kekerasan dalam rumah tangga, kurangnya perhatian dan bimbingan dari orangtua, dan pola asuh yang salah.

Faktor Sekolah : Kurangnya kebijakan yang jelas tentang pencegahan dan penanganan bully, kurangnya pengawasan dari guru dan staf sekolah, budaya sekolah yang tidak mendukung sikap positif, serta kurangnya pendidikan tentang rasa hormat, tenggang rasa, solidaritas dan kehidupan bersama.
* Faktor Masyarakat : Budaya masyarakat yang menganggap kekerasan sebagai cara untuk menyelesaikan masalah, pengaruh media yang menunjukkan kekerasan sebagai hal yang biasa, serta kurangnya kesadaran tentang dampak buruk bully.
* Faktor Teknologi : Kemudahan akses terhadap perangkat digital dan flatform daring yang belum di imbangi dengan pendidikan tentang etika dan keamanan daring sehingga memudahkan terjadinya cyberbully.

4. Upaya Antisipasi dan Penangan Bully

Menangani kasus fenomena bully membutuhkan kerjasama dari semua pihak terkait – mulai dari peserta didik, orangtua, guru, sekolah, hingga pemerintah dan masyarakat.

Upaya yang dapat dilakukan oleh pihak Sekolah :
* Membuat dan mengimplementasikan kebijakan anti bully yang jelas, lengkap dengan prosedur pelaporan, penyelidikan dan sanksi yang sesuai
* Melakukan pendidikan dan pelatihan tentang anti bully bagi seluruh peserta didik, guru dan staf sekolah, termasuk tentang cara mengenali tanda-tanda bully, cara memberi dukungan pada korban, dan cara menangani pelaku dengan tepat.
* Meningkatkan pengawasan di semua area sekolah, terutama di tempat-tempat yang rawan kejadian bully seperti lorong sekolah, toilet, halaman sekolah, ruang bermain atau tempat istirahat, dll.

Menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dengan menghubungkan kegiatan yang mendorong kerjasama, rasa hormat dan empati antar sesama peserta didik.
* Membentuk tim khusus yang menangani kasus bully dan memberikan dukungan kepada korban dan keluarga
* Memberi teguran, peringatan dan sanksi tegas bagi pelaku.

Upaya Yang Dapat dilakukan oleh Orangtua :
* Memberi pendidikan agama yang lebih memadai bagi anak sejak dini
* Membangun komunikasi yang baik dengan anak untuk mengetahui kondisi mereka di sekolah dan mendeteksi tanda-tanda jika anak mengalami atau melakukan tindakan bully

Memberikan pendidikan tentang nilai-nilai positif seperti saling hormat-menghormati, kasih sayang dan empati serta rasa tanggungjawab.
* Menjadi contoh yang baik dengan tidak menunjukkan perilaku agresif atau kekerasan dalam kehidupan sehari-hari
* Berkolaborasi dengan sekolah untuk menangani masalah bully jika anak terlibat sebagai korban maupun pelaku
* Mengawasi penggunaan teknologi digital oleh anak-anak dan memberikan pendidikan tentang etika dan keamanan daring

Upaya Yang Dapat dilakukan oleh Peserta Didik :
* Menjadi pribadi yang menghargai perbedaan, dan tidak melakukan tindakan bully terhadap teman sebaya
* Menjadi saksi yang bertanggungjawab dengan melaporkan tindakan bully yang dilihat, kepada guru atau pihak sekolah yang berwenang.
* Memberikan dukungan pada teman yang menjadi korban bully dengan cara mendengarkan, memberi semangat dan membantu mereka untuk melaporkan kasus tersebut.
* Mengikuti pendidikan tentang anti bully dan menerapkan nilai-nilai etika dan akhlak moral serta didikan agama yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya Yang Dapat dilakukan oleh Pemerintah dan Masyarakat :
* Membuat kebijakan dan regulasi nasional maupun daerah yang mengatur tentang pencegahan dan penanganan kasus bully dalam dunia pendidikan
* Menyediakan dukungan dan sumber daya bagi sekolah untuk mengimplementasikan program anti bully
* Menyelenggarakan kampanye kesadaran masyarakat tentang bahaya bully dan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi anak-anak
* Mendukung organisasi yang bekerja dalam bidang pencegahan bully dan pemberdayaan anak-anak.

Kesimpulan dan Penutup :

Fenomena bully dalam dunia pendidikan merupakan masalah serius yang membutuhkan perhatian dan tindakan responsif dari semua pihak. Bully tidak hanya merusak masa depan korban, tetapi juga membawa dampak negatif bagi pelaku, lingkungan sekolah dan masyarakat luas.

Pemahaman yang benar tentang bentuk, dampak dan penyebab bully adalah langkah awal yang penting untuk menangani masalah ini.

Upaya antisipasi dan penanganan kasus bully harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu, melibatkan kerjasama antar sekolah, orangtua, peserta didik, pemerintah dan masyarakat.

Hanya kerjasama yang solid, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan kepribadian peserta didik menjadi generasi yang berkualitas dan berkarakter mulia insyaAllah. Wassawlam

 

M. Sangap Siregar, S.Pd., MA, adalah
Dosen Prodi Kesmas Univ. Hang Tuah Pekanbaru Riau, Alumni Magister Psikologi Konseling University Kebangsaan Malaysia, 2004.

Sumber :
Media Kecerdasan AI ; www.dola.com

 

Example 300250
Example 120x600