Example floating
Example floating
Artikel

Eksistensi Islam sebagai Agama dan Ideologi: Dalam Pertarungan Politik Versus Kapitalisme dan Komunisme Internasional  Oleh : M. Sangap Siregar, S.Pd., MA

10
×

Eksistensi Islam sebagai Agama dan Ideologi: Dalam Pertarungan Politik Versus Kapitalisme dan Komunisme Internasional  Oleh : M. Sangap Siregar, S.Pd., MA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dengan bismillah kalam bermula, dengan sholawat salam dibuka. Semoga nitizen bahagia sejahtera, mendapat berkah sepanjang masa. Aamiin!

Di panggung sejarah peradaban manusia, tak pernah ada babak yang lebih mengerikan dan mendebarkan selain pertempuran global antara dua ideologi yang mengaku sebagai penyelamat umat, namun sesungguhnya hanya menjadi alat penjajahan jiwa dan bumi – Kapitalisme dan Komunisme.

Example 300x600

Keduanya, lahir dari rahim kegelapan Barat yang haus akan kekuasaan dan kekayaan, mengklaim memiliki jawaban bagi semua masalah umat manusia, namun pada hakikatnya hanya menyebarkan kemiskinan, penderitaan dan kehancuran nilai-nilai luhur.

Di tengah badai kegelapan ini, Islam berdiri tegak – bukan hanya sebagai agama yang mengatur hubungan hamba dengan Sang Khaliq Pencipta, melainkan juga sebagai ideologi yang memegang kunci keselamatan peradaban manusia.

Namun, eksistensinya terus diadu-domba, dipermalukan dan dicoba ingin dihapuskan oleh kedua kekuatan tersebut. Mereka menyebut Islam sebagai “tiran” sebagai “ancaman” bagi perdamaian dunia. Padahal sesungguhnya mereka sendirilah yang menjadi sumber segala kejahatan di muka bumi.

Mengapa kapitalisme dan komunisme begitu takut pada Islam? Jawabnya, karena Islam membawa pesan keadilan yang tak bisa dinegosiasi – keadilan yang menghancurkan fondasi sistem yang menjadikan sebagian orang kaya raya, sementara sebagian lainnya terpuruk dalam kemiskinan ekstrim, keadilan yang membangun masyarakat berdasarkan rasa persaudaraan yang sesungguhnya, bukan berdasarkan kelas sosial atau jumlah uang rekening di bank. Inilah perang yang sesungguhnya terjadi – perang antara kebenaran dan kebatilan, antara kasih sayang dan keserakahan, antara keabadian dan kesementaraan.

Uraian Materi :

Bagian 1
Kapitalisme tumbuh dari paham, bahwa “modal adalah Tuhan” dan keuntungan adalah tujuan utama hidup manusia. Ia mengangkat individu sebagai pusat segala-galanya, membangun sistem dimana kekayaan berkumpul pada tangan segelintir orang, sementara mayoritas harus merantau mencari nafkah.

Dalam dunia kapitalis manusia bukan lagi makhluk yang memiliki martabat, melainkan barang dagangan yang bisa diperjualbelikan melalui pasar tenaga kerja.

Islam dengan tegas menggugat sistem ini. Dalam ajarannya kekayaan adalah amanah dari Allah SWT yang harus dikelola dengan adil, bukan untuk dikumpulkan secara sepihak alias monopoli.

Zakat, infaq dan sedekah bukan hanya kewajiban agama, melainkan mekanisme sosial – yang menghancurkan jurang pemisah antara kaya dan miskin. Islam tidak melarang kekayaan, namun melarang keserakahan yang membuat manusia menjadi budak dari harta bendanya.

Selanjutnya kapitalisme juga menyebarkan budaya hedonisme yang merusak akhlak dan nilai-nilai keluarga. Dunia yang dikuasai kapitalisme menjadikan kesenangan sementara sebagai tujuan hidup, menghapuskan rasa tanggungjawab sosial dan spritual.

Islam sebagai ideologi berdiri tegak melawan hal ini – mengajarkan bahwa kehidupan dunia adalah perjalanan menuju kehidupan akhirat yang kekal, sehingga setiap tindakan harus diarahkan pada mendapatkan redha Allah SWT. bukan sekedar mengejar kesenangan duniawi yang fana.

Di medan politik global, kapitalisme menggunakan kekuatan ekonomi dan militer untuk menjajah negara berkembang, termasuk negara-negara Islam. Mereka membuka pasar dengan paksa, mengambil SDA seenaknya, dan membangun rezim-rezim yang bisa atur sesuai kepentingan mereka.

Islam dan bangsa Indonesia menentang segala bentuk penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan. Dan persatuan umat dan bangsa-bangsa beradab adalah senjata paling kuat melawan penjajahan dan kesewenang-wenangan kapitalisme.

Bagian 2
Komunisme – Ideologi Kegelapan Yang Menolak Keberadaan Tuhan.

Jika kapitalisme menjadikan modal sebagai Tuhan, maka komunisme lebih berani lagi – ia menolak keberadaan Sang Khaliq Pencipta dan menjadikan manusia sebagai Tuhan bagi dirinya sendiri.

Komunisme mengklaim akan menghapuskan kelas sosial dengan cara menghapuskan kepemilikan pribadi, namun pada kenyataannya hanya menghasilkan rezim otoriter yang menyiksa rakyat dan menghancurkan kebebasan beragama.

Islam dan komunisme adalah dua kutub yang saling bertentangan. Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu di alam semesta adalah milik Allah SWT Yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta. Keberadaan Tuhan adalah dasar dari semua nilai moral dan hukum yang adil. Tanpa keyakinan pada Tuhan, manusia akan terjebak dalam relativisme yang membuat kebenaran menjadi hal yang fleksibel dan bisa dimanipulasi sesuai kepentingan kekuasaan.

Komunisme juga menghancurkan struktur keluarga yang merupakan dasar kekuatan masyarakat yang sehat. Ia menjadikan negara sebagai pengganti keluarga, mengambil hak orangtua atas anak-anak mereka, dan menyebarkan budaya bebas yang merusak kehormatan dan kesucian.

Sementara Islam sebaliknya, menjadikan keluarga sebagai fondasi utama masyarakat – mengajarkan cinta, kasih sayang antara orangtua dan anak, serta tanggungjawab antar anggota keluarga. Keluarga yang kuat adalah benteng yang tak dapat ditembus oleh ideologi-ideologi yang merusak.

Dalam sejarah perjuangan Islam kita telah melihat bagaimana komunisme mencoba menjejalkan diri ke dalam tubuh bangsa. Mereka menggunakan kata-kata indah seperti : “keadilan sosial” dan “persatuan kaum pekerja” untuk menarik hati rakyat, namun sesungguhnya mereka ingin menghapuskan agama dan budaya, yang menjadi jati diri bangsa. Islam sebagai ideologi bangkit untuk melawan hal ini, karena agama adalah jiwa bangsa – tanpa agama, bangsa akan kehilangan arah dan menjadi budak kekuasaan yang zalim.

Bagian 3
Islam sebagai Solusi Peradaban yang Menggugah dan Menggugat

Eksistensi Islam sebagai agama dan ideologi, bukanlah ancaman bagi dunia, melainkan harapan bagi peradaban yang terpuruk dalam kegelapan kapitalisme dan komunisme. Islam membawa visi – masyarakat yang adil, makmur dan damai – masyarakat, dimana setiap orang memiliki hak yang sama untuk hidup layak. Dimana kekuasaan digunakan untuk melayani rakyat, bukan untuk menyalahgunakan mereka, dan hubungan antar umat beragama dibangun berlandaskan rasa hormat dan persaudaraan.

Namun eksistensi Islam, tidak bisa hidup dengan sendirinya. Ia membutuhkan orang-orang yang berani berdiri tegak, yang tidak takut untuk menggugat sistem yang tidak adil, yang bersedia berkorban untuk menyebarkan pesan kebenaran. Umat Islam harus bangkit dari keterpurukan, harus meninggalkan sikap pasif yang telah membuatnya menjadi korban penjajahan ideologi, dan harus membangun persatuan yang kuat untuk menghadapi musuh-musuh yang sama.

Islam tidak mengajarkan kekerasan tanpa alasan, namun juga tidak mengajarkan untuk menyerah pada ketidakadilan. Perang dalam Islam adalah perjuangan untuk membela kebenaran, untuk melindungi orang lemah dan tertindas dan untuk menyebarkan pesan agama dengan cara yang baik dan hikmah. Jihad bukanlah perang terhadap orang lain karena agama mereka, melainkan perang terhadap kejahatan, keserakahan dan kezaliman yang ada di dunia.

Penutup :
Panggilan Perjuangan untuk Keadian dan Keabadian

Perjuangan antara Islam dan kapitalisme dan komunisme bukanlah perjuangan yang baru namun ia akan terus berlanjut hingga akhir zaman. Kedua ideologi tersebut akan terus mencoba menghancurkan eksistensi Islam, karena mereka tahu bahwa hanya Islam yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan sistem yang mereka bangun dengan darah dan air mata umat manusia.

Umat Islam harus menyadari bahwa mereka adalah bagian dari perjuangan sejarah yang besar – perjuangan untuk menyelamatkan peradaban dari kehancuran. Kita tidak bisa berdiam diri, sambil melihat dunia dihancurkan oleh keserakahan kapitalisme dan kekerasan komunisme kita harus bangkit, kita harus bergerak dan kita harus membuktikan bahwa Islam adalah solusi yang sesungguhnya bagi semua masalah umat manusia.

Sayyid Qutb berkata : “Perjuangan kita bukan hanya perjuangan memperbaiki kondisi duniawi melainkan perjuangan untuk menyelamatkan jiwa manusia dari kegelapan kebatilan”.

Mari kita berjuang menjaga eksistensi Islam sebagai agama dan ideologi yang membawa cahaya kebenaran bagi dunia yang terbenam alam kejahilan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberi naungan redho kasihNya selamanya. Aamiin!!!
Wassalam.

M. Sangap Siregar, S.Pd., MA adalah
Dosen Universitas. Hang Tuah Pekanbaru Riau. Alumni Magister Psikologi Konseling University Kebangsaan Malaysia, 2004.

Sumber :
Media Kecerdasan AI ; www.dola.com

Example 300250
Example 120x600