Jakarta, Kompas 1 net — Diskusi alot beberapa tokoh muda Riau dengan Jumhur Hidayat tadi malam bertempat di Jl. Nipah XII No. 22, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan berlangsung riuh rendah. (Rabu/28/1/26)
Semula anak anak muda Riau yang di pimpin Dr Elviriadi itu berbicara masalah kehutanan lingkungan sesuai topik Seminar Nasional yang akan di gelar Sabtu (31/1/26) di Pekanbaru.
Namun kemudian, dalam asyik transaksi ide, ketahuan bahwa Jumhur Hidayat lah yang menyampaikan ke Prabowo kerugian ratusan triliun negara akibat sawit Illegal. Tak lama kemudian, presiden menurunkan Perpres No 5 Tahun 2025 tentang Satgas PKH.
“Walaupun niat semula presiden baik, menyita sawit dalam kawasan hutan. Tapi Satgas PKH hanya menyita, kemudian menyerahkan ke Agrinas. Agrinas membuat KSO yang ternyata di isi oleh korporasi oligarki, ” tutur Dr Elviriadi membuat ruangan hening.
Akibat di isi oleh orang orang berduit, masyarakat pinggiran sawit yang dulu dirampas tanah dalam konflik agraria puluhan tahun, kembali gigit jari.
Fakta demikian, tambah Dr Elviriadi, memicu pertumbuhan darah di Riau dan berbagai daerah, menstimulir konflik agraria dan mempertajam ketimpangan penguasaan lahan.
“Naaaah, ini kan semula gagasan bang Jumhur. Beliau harus tanggung jawab. Kalau diawal diskusi tadi Beliau perlihatkan bukunya: Bumiputera Menggugat. Maka tahun 2026 ini, kini dan dibilik ini, Bumiputera Riau Mengatakan menggugat Jumhur Hidayat, “kata Elv membuat geerr forum malam itu.
Selain itu, kondisi Riau yang tereksploitasi atas bawah minyak, udara polusi, sungai mandi limbah, jalan tol Dumai penuh lobang menganga, Sakai tergusur, maka Kehadiran Bang Jumhur akan memberi wacana segar bagi kebangkitan rakyat Riau.
Salah satu peserta diskusi ringan Farhan mengatakan kehadiran bang Jumhur Hidayat sangat penting mengingat ideologi mahasiswa, dan cendikiawan Riau yang kehilangan arah dan daya juang.
Tapi saya setuju dengan Bang Dr Elviriadi tadi, Bang Jumhur lah aktor di balik Satgas PKH. Beliau harus tanggung memberitakan ke Presiden Prabowo apa yang terjadi di lapangan. Beri Kami orang Riau keadilan. Hidup bang Jumhur sang Aktivis Pergerakan, ” pungkas Fathur dengan suara bergetar.***
Editor. : Redaksi

















