Example floating
Example floating
Artikel

Cerpen Kolosal- “Arul Raksa, Ksatria Penjaga Janji”

4
×

Cerpen Kolosal- “Arul Raksa, Ksatria Penjaga Janji”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

(Dalam dunia drama seri Angling Darma)

Angin senja berhembus pelan di lereng Gunung Kendalisada. Mega merah membentang di langit, seolah menandai lahirnya harapan baru setelah sekian lama dunia Kahuripan dilanda pertikaian. Di antara suara dedaunan yang berbisik, tampak seorang lelaki berjubah hitam berdiri tegak memandang cakrawala. Dialah Arul Raksa, seorang pendekar yang pernah menghilang bertahun-tahun dari gelanggang pertempuran.

Example 300x600

Arul dikenal sebagai ksatria bijaksana yang menguasai ilmu Sembilan Nadi, kemampuan mengendalikan tenaga dalam melalui sembilan jalur energi tubuh. Tetapi ia meninggalkan dunia persilatan setelah kecewa melihat banyak sahabat saling mengkhianati demi kekuasaan.

Hari itu, suara langkah kaki terdengar mendekat. “Arul Raksa…” suara berat tapi lembut memanggil. Arul menoleh, dan wajahnya berubah terkejut. Sosok gagah berjubah biru berdiri di hadapannya. Angling Darma.

Raja Malawapati, ksatria dengan kemampuan berbicara kepada binatang dan pemilik ilmu pamungkas Aji Guntur Geni, datang sendiri menemuinya.

“Sahabatku,” ujar Angling Darma, “Dunia kembali berguncang. Batik Madrim diculik oleh pasukan siluman dari Kerajaan Tunggulwulung. Aku butuh bantuanmu. Tanpa engkau, perjalanan kami takkan sempurna.”

Arul menarik napas panjang. “Aku sudah bersumpah meninggalkan peperangan…” Angling Darma menatapnya dalam-dalam. “Tidak semua perang tentang darah, Arul. Ini tentang mempertahankan yang benar.”

Dalam diam itu, suara lembut namun tegas muncul dari dalam hati Arul. Ia teringat sahabat-sahabat lamanya… teringat janji yang pernah ia ucapkan: “Selama keadilan masih diperjuangkan, aku tidak akan berpaling.”

Arul akhirnya menggenggam gagang pedang pusaka Nagara Nadi, pedang sederhana tanpa permata, tetapi konon mampu memantulkan kekuatan tenaga dalam pemiliknya. “Baik, Angling Darma. Mulai hari ini, aku kembali.”

Babak Perang Tunggulwulung

Malam itu, Arul Raksa dan Angling Darma menembus hutan gelap yang dipenuhi suara makhluk siluman. Di pertarungan pertama, pasukan siluman menyerang membabi buta. Angling Darma mengeluarkan Aji Guntur Geni, membuat langit bergetar, namun pasukan itu terlalu banyak.

Arul menutup matanya, menahan napas, dan membuka jalur tenaga dalamnya. Dari tubuhnya memancar cahaya putih, mengalir melalui tanah dan pepohonan.
“Aji Sembilan Nadi — Puspa Dirgantara!” Seluruh siluman terpental, seolah diterbangkan badai cahaya.

Angling Darma menatapnya kagum.
“Ilmumu telah melampaui guru-guru besar zaman ini.” Arul tidak menjawab. Matanya tajam menatap ke arah istana batu hitam tempat Batik Madrim disekap.

Pertemuan Tak Terduga

Di ruang penjara, Arul menemukan Batik Madrim terluka parah. Saat hendak membebaskannya, terdengar suara langkah perlahan. Muncul seorang perempuan muda berwajah sangat cantik, bermata tajam namun penuh kesedihan — Sundari Wulan, putri raja Tunggulwulung yang menolak peperangan. “Jika kalian ingin keluar hidup-hidup, ikutilah aku,” ucapnya.

Arul tertegun sejenak. Hatinya tersentuh oleh keberanian perempuan itu, tetapi ia juga ragu: apakah ini jebakan?

Sundari Wulan menatap Arul dalam-dalam. “Aku percaya padamu, Arul Raksa. Jangan biarkan kebencian menghancurkan dunia ini.”

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun hidup dalam sunyi, Arul merasakan sesuatu yang hampir ia lupakan — harapan.

Akhir Episode

Dengan bantuan Sundari Wulan, mereka keluar dari istana dan kembali ke kerajaan Malawapati. Semua menyambut Arul sebagai pahlawan yang kembali dari pengasingan.

Bersambung ….

Example 300250
Example 120x600