Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Buka MTQ ke-3 Tingkat Desa, Kades Ulak Makam : “Semoga Menjadi Insan Yang Baik dan Mengamalkan Al-Qur’an”

114
×

Buka MTQ ke-3 Tingkat Desa, Kades Ulak Makam : “Semoga Menjadi Insan Yang Baik dan Mengamalkan Al-Qur’an”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MERANGIN, Kompas 1 net —Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan salah kegiatan yang yang dilaksanakan setiap tahunnya, kegiatan ini dilaksanakan di lapangan desa Ulak Makam Kecamatan Tabir Ilir Kabupaten Merangin-Jambi (Jum’at, 29/08/25). Tujuan dari kegiatan ini untuk mewujudkan generasi muda yang mengamalkan Al-Qur’an.

Acara dibuka secara resmi oleh Plt Camat Kecamatan Tabir Ilir Syamsul Zaini S.Pd. S.IP, yang dihadiri Kepala desa, Ketua PKK Babinsa, Perangkat dan staf desa, pegawai sara’, alim ulama, Kadus, Ketua RT, tokoh masyarakat, lembaga desa, dan warga setempat.

Sebelum acara dimulai, kegiatan diawali dengan pengibaran Bendera MTQ yang dilakukan oleh anggota paskibraka dari SMP 24 Merangin (desa Ulak Makam), selanjutnya pembacaan ayat suci Al-Quran oleh ustadz Sopian, sekaligus laporan kegiatan oleh ketua panitia Deni Hendrianto S.IP.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan oleh Kepala desa Ulak Makam Bapak Daman Huri, yang mana dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa MTQ bertujuan untuk meningkatkan pengalaman dan pemahaman alQur’an dan nilai-nilai keimanan dalam menghadapi segala ujian dan coba’an dari Allah SWT.

“Musabaqah ini insyaallah akan diadakan setiap tahun, demi untuk meningkatkan pengamalan dan memahami Al-Qur’an, semakin kita mendalami Al-Qur’an semakin kita yakin dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an mengandung nilai-nilai keimanan, kita jadikan Al-Quran sebagai rujukan karakter dalam menghadapi segala ujian, namun jangan lupa kita meminta kepada Allah SWT agar kita sebagai warga desa Ulak Makam bisa menjadi insan lebih baik untuk masa depan,”ucap Daman Huri.

Ia juga menyampaikan kepada para dewan hakim dan dewan juri agar bekerja secara profesional dan transparan untuk memberikan penilaian yang baik, agar nantinya tumbuh bibit-bibit terbaik untuk menjadi duta ke MTQ ke tingkat yang selanjutnya.

“Kami ucapkan selamat kepada dewan hakim dan juri, semoga bisa melaksanakan tugasnya dengan baik agar bisa diterima oleh semua pihak. kami harapkan acara ini bisa menjadi pengajaran bagi kita, namanya belajar tetap belajar, kami harap ajang ini jadikan motivasi untuk kita bersama dalam mencari bibit-bibit terbaik”. Tambahnya

Acara pembukaan pun diakhiri dengan pembacaan Do’a dan lantunan Mars MTQ yang dibawakan oleh para kafilah serta sesi poto bersama.

“Melalui kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya desa Ulak Makam agar lebih mencintai Al-Qur’an sehingga menjadi insan yang bisa mengamalkan dan memahami Al-Qur’an dengan baik,” tutup Daman Huri.

Penulis: Ade Irawan (tores)
Sumber: Pemdes Ulak Makam
Penerbit: KOMPAS 1 NET


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.