Example floating
Example floating
Pendidikan

Tahun Baru : Kita Sambut dengan Semangat Syukur dan Optimisme Oleh : M. Sangap Siregar, S.Pd., MA

43
×

Tahun Baru : Kita Sambut dengan Semangat Syukur dan Optimisme Oleh : M. Sangap Siregar, S.Pd., MA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dengan bismillah bermula kalam, dengan sholawat dibuka salam. Semoga nitizen sehat wal’afiyat, beroleh berkah sepanjang hayat.

Nitizen yang mulia. Dalam Islam, memanfaatkan waktu merupakan tanggungjawab penting yang harus ditunaikan. Setiap waktu yang sudah lewat tidak akan kembali, dan waktu yang akan datang belum tentu milik kita. Kita baru saja meninggalkan tahun 2025 dan sudah memasuki tahun 2026. Hal ini patut kita syukuri, karena kita masih diberi waktu untuk hidup dan beramal di dunia.

Example 300x600

Mensyukuri nikmat waktu adalah suatu kemestian, karena ia merupakan amanah dari Allah SWT. Setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas, bagaimana ia menggunakan waktu. Sabda Nabi SAW : “Dua nikmat yang sering dilupakan oleh banyak orang, yakni kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhori).

Pernyataan ini menunjukkan bahwa kita harus menyadari betapa pentingnya waktu dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Memanfaatkan waktu dengan baik adalah kunci meraih kesuksesan dunia dan akhirat.

Firman Allah SWT : “Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh dan nasehat-menasehati dalam kesabaran” (QS. Al-Ashr : 1-3).

Nitizen berbahagia, melalui ayat tersebut Allah SWT. bersumpah demi masa. Memperlihatkan betapa pentingnya waktu. Dimana, Allah menegaskan bahwa manusia akan merugi, apabila waktu yang diberikan tidak digunakan untuk beriman, mengerjakan amal soleh, dan nasehat – menasehati dalam kesabaran.

Selanjutnya, kaitan waktu dengan :
* Produktivitas dan Kualitas Hidup ; mengatur waktu dengan baik membantu kita menjadi lebih produktif dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan merencanakan aktivitas harian dan menentukan prioritas, kita dapat mencapai tujuan dengan lebih efisien. Termasuk waktu untuk ibadah, bekerja, belajar dan bersosialisasi.
* Ibadah dan Amal Soleh ; waktu yang kita gunakan untuk beribadah, seperti sholat, membaca Al-Qur’an, dan berdo’a, merupakan investasi yang sangat berharga. Setiap ibadah yang kita lakukan dengan ikhlas semata karena Allah akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Sabda Nabi SAW : “Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. (HR. Bukhori dan Muslim).

Berkaitan dengan itu, kisah Nabi Yunus as, saat di telan ikan, berkat do’a yang ia panjatkan, Allah kemudian mengabulkan. Nabi Yunuspun akhirnya keluar dari perut ikan.

Sabda Nabi SAW : “Do’a Nabi Yunus ketika berada di perut ikan besar adalah ‘La ilaha illa Anta, subhanaka inni kuntu minadh dhalimin’. Tidak ada seorang mukmin yang berdo’a dengan kalimat itu kecuali dikabulkan oleh Allah SWT”. (HR. Sa’ad bin Abi Waqqash, ra).

3. Pentingnya berhusnuzzon kepada Allah SWT. Bersangka baik merupakan kunci kebahagiaan. Husnuzzon kepada Allah hukumnya wajib. Hal ini sesuai hadis nabi SAW : “Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan do’a, dari hati yang lalai” (HR. At-Tarmidzi).

Selain dari pada itu, hadits lain menegaskan bahwa Rosulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah berfirman, Aku sesuai prasangka hambaKu padaKu. Jika, prasangka itu baik, maka kebaikan baginya. Dan apabila prasangka itu buruk, maka keburukan baginya”. Dengan berhusnuzzon kepada Allah SWT maka taubat kita diterima bahkan diberikan kecukupan bagi yang memohon dan meminta”. (HR. Muslim).

4. Bagi orang yang dirundung duka, penuh derita dan cobaan hidup, hendaknya memperbanyak do’a yang diajarkan oleh Nabi SAW : “La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadh dhalimin. La ilaha illallohul adhzimul haliim. La ilaha illallohu robbul ‘arsyil adhizim. La ilaha illallohu robbussamawati warobbul ardhi, robbul arsyil adhziim”.

Penutup :

Nitizen yang mulia, begitulah beberapa cara untuk merawat sifat optimisme dalam menjalani hidup dan kehidupan kita. Sempena tahun baru 2026 ini mari kita sambut dengan penuh syukur dan optimis. Semoga kita tergolong orang-orang yang diberi anugrah dapat mensyukuri segala nikmat Allah SWT. Bila diberi cobaan, kita sabar dan optimis, serta menjadi pribadi yang selalu dekat kepadaNya baik dalam keadaan suka maupun duka. Aamiin!!!
Wassalam.

M. Sangap Siregar, S.Pd., MA, adalah Dosen Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Alumni Magister Psikoogi Konseling University Kebangsaan Malaysia, 2004.

Sumber :
Literasi dakwah MDI kota Pekanbaru.

 

 

 

Example 300250
Example 120x600