Panipahan, Kompas 1 net – Untuk ketiga kalinya, masyarakat Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir kembali menggelar aksi massa sebagai bentuk kepedulian dan kegelisahan terhadap kondisi lingkungan yang dinilai semakin memprihatinkan. Aksi tersebut berlangsung pada hari Sabtu, 11 April 2026, sekitar pukul 17.05 WIB.
Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan jeritan hati masyarakat yang menginginkan perubahan nyata demi masa depan generasi muda di Panipahan.
Dengan penuh harap, masyarakat menyuarakan tuntutan agar wilayah mereka terbebas dari narkoba serta berbagai aktivitas yang merusak moral dan ketertiban umum.
Dalam aksi tersebut, tuntutan masyarakat langsung ditanggapi oleh Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhonny Charles, bersama Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, yang turun langsung ke lapangan.
Kehadiran mereka menjadi bukti keseriusan pemerintah dan aparat penegak hukum dalam merespon aspirasi masyarakat.
Bahkan, kedua pejabat tersebut turut meninjau langsung lokasi yang selama ini disebut-sebut oleh warga sebagai titik aktivitas yang meresahkan, termasuk gang yang dikenal dengan sebutan “Gang Bersama”. Lokasi tersebut diketahui telah dipasangi garis polisi sebagai bagian dari tindak lanjut atas dugaan yang ada.

Adapun tuntutan yang disampaikan masyarakat dalam aksi tersebut antara lain:
1. Menolak keras segala bentuk peredaran narkoba di Panipahan, khususnya di wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas.
2. Mendesak penutupan permanen Karaoke Family yang berada di Jalan Dharma, wilayah Kepenghuluan Panipahan.
3. Meminta pemberantasan segala bentuk perjudian yang ada di Panipahan.
4. Menuntut penutupan permanen lokasi yang dikenal sebagai “Gang Bersama” yang diduga menjadi pusat aktivitas negatif.
Menanggapi hal tersebut, pihak pemerintah daerah bersama aparat kepolisian memberikan respon yang dinilai tegas dan berpihak kepada masyarakat.
Pernyataan yang disampaikan langsung di hadapan massa aksi memberikan harapan baru bahwa perubahan benar-benar akan diwujudkan.
Masyarakat yang hadir dalam aksi tersebut mengaku merasa puas dan sedikit lega atas jawaban yang diberikan oleh Wakil Bupati dan Kapolres.
Aksi ketiga ini menjadi bukti bahwa suara rakyat tidak akan pernah padam ketika menyangkut masa depan daerah mereka sendiri.
“Ini bukan hanya aksi, ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai masyarakat yang ingin melihat Panipahan menjadi tempat yang aman, bersih, dan layak untuk anak cucu kami,” ungkap salah satu peserta aksi dengan penuh haru.
Dengan berakhirnya aksi ketiga ini, masyarakat berharap seluruh janji dan komitmen yang telah disampaikan dapat segera direalisasikan, sehingga Panipahan benar-benar terbebas dari narkoba dan penyakit sosial lainnya.
Rls












