Example floating
Example floating
Ekonomi

Indonesia Dorong Inovasi Digital dan Transaksi Mata Uang Lokal di Forum G20 Bangkok

14
×

Indonesia Dorong Inovasi Digital dan Transaksi Mata Uang Lokal di Forum G20 Bangkok

Sebarkan artikel ini

BANGKOK, Kompas1.net – Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat inovasi keuangan digital dan penggunaan mata uang lokal di kancah global. Hal itu disampaikan dalam pertemuan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) G20 di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10).

Delegasi Indonesia diwakili Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.

Dalam forum tersebut, Indonesia menyampaikan tiga poin penting. Pertama, mengapresiasi peran Financial Stability Board (FSB) dalam mendorong modernisasi regulasi dan memetakan risiko dari inovasi keuangan digital.

Kedua, Indonesia mendorong pengembangan pembayaran lintas batas berbasis QR dan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT). Langkah ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi pembayaran, memperlancar perdagangan, serta memperdalam inklusi keuangan.

Ketiga, Indonesia menyambut baik fokus G20 pada modernisasi pasar uang. Mengingat perbedaan regulasi dan struktur pasar di tiap negara, Indonesia mengusulkan adanya pemetaan awal atau stock-taking exercise sebagai fondasi untuk menentukan prioritas bersama.

Selain itu, Indonesia juga mengapresiasi capaian sektor keuangan di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat tahun ini dan menyatakan siap bekerja sama dengan Inggris sebagai pemegang Presidensi G20 tahun 2027.

Pertemuan ini menegaskan pentingnya kepastian hukum dan regulasi yang jelas untuk inovasi keuangan digital, baik bagi pelaku pasar maupun pembuat kebijakan.

Sumber : Siaran Pers Kemenkeu

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`